Desain penelitian apa yang memungkinkan research question kita dijawab secara valid dan layak?
Bukan: desain mana yang paling canggih? Melainkan: desain mana yang paling tepat untuk pertanyaan dan sumber daya kita?
Target pembelajaran
EpidPK 2 · Core Learning
Mengenali keluarga desain kuantitatif, kualitatif, dan mixed methods.
Menghubungkan desain dengan pertanyaan penelitian.
Memahami batas inferensi dan kelayakan.
Menjawab kuis formatif berbasis skenario.
EpidPK 1 · Deep Learning
Menyusun ≥2 alternatif desain.
Membandingkan validitas, kelayakan, dan sumber daya.
Menentukan serta mempertahankan desain terpilih.
Mengidentifikasi bias sejak perencanaan.
Posisi Minggu 10 dalam alur proposal
flowchart LR
A[Research problem] --> B[Research question]
B --> C[Research approach<br/>Minggu 9]
C --> D[Study design<br/>Minggu 10]
D --> E[Populasi, sumber & kebutuhan data<br/>Minggu 11]
classDef now fill:#5636a3,color:#fff,stroke:#bdaaff,stroke-width:3px;
class D now;
Prinsip: pertanyaan menentukan kebutuhan bukti; kebutuhan bukti membatasi pilihan desain.
Bedakan pendekatan dan desain
Tingkat keputusan
Pertanyaan kunci
Contoh
Research approach
Bukti seperti apa yang dibutuhkan?
Kuantitatif
Study design
Bagaimana bukti diperoleh dan dibandingkan?
Cohort
Metode pengumpulan data
Dari mana dan dengan alat apa?
Rekam medis, wawancara
Teknik analisis
Bagaimana data diolah?
Estimasi risiko, analisis tematik
Desain bukan sinonim dari metode analisis maupun instrumen.
Mulai dari kata kerja dalam pertanyaan
Berapa banyak / seberapa sering? → deskriptif
Apakah berhubungan? → observasional analitik
Apakah intervensi efektif? → eksperimental atau kuasi-eksperimental
Bagaimana pengalaman seseorang? → kualitatif
Bagaimana proses sosial terbentuk? → grounded theory
Berapa besar dan mengapa terjadi? → mixed methods
Ini petunjuk awal, bukan aturan mekanis.
Peta keluarga desain
flowchart TD
Q[Research question] --> K[Kuantitatif]
Q --> L[Kualitatif]
Q --> M[Mixed methods]
K --> O[Observasional]
K --> X[Eksperimental]
O --> D[Deskriptif]
O --> A[Analitik]
A --> CS[Cross-sectional]
A --> CC[Case-control]
A --> CO[Cohort]
L --> P[Phenomenology]
L --> S[Case study]
L --> G[Grounded theory]
M --> CV[Convergent]
M --> ES[Explanatory sequential]
Desain observasional deskriptif
Tujuan: menggambarkan distribusi atau karakteristik fenomena, tanpa menguji hubungan kausal.
Contoh RQ: Berapa proporsi mahasiswa yang mengalami kualitas tidur buruk pada semester ini?
Survei deskriptif cross-sectional: gambaran pada satu periode.
Laporan/seri kasus: uraian karakteristik kasus terpilih.
Deskripsi tren: pola perubahan antarperiode.
Batas: tidak otomatis menjelaskan penyebab suatu pola.
Cross-sectional analitik
Contoh: Hubungan durasi penggunaan gawai dan kualitas tidur mahasiswa.
Kekuatan: relatif cepat dan efisien. Keterbatasan utama: urutan waktu exposure–outcome sering tidak dapat dipastikan.
Case-control
Mulai dari outcome, kemudian menelusuri riwayat exposure.
Contoh: Risiko gangguan pendengaran pada pekerja dengan tingkat paparan bising berbeda.
Kekuatan: mendukung penilaian temporalitas dan estimasi insidens bila data memadai. Keterbatasan: waktu, biaya, kehilangan tindak lanjut, dan confounding.
Tiga desain observasional: bandingkan
Aspek
Cross-sectional
Case-control
Cohort
Titik awal
Paparan & outcome
Status outcome
Status paparan
Temporalitas
Sering tidak jelas
Ditelusuri ke belakang
Lebih jelas bila paparan mendahului outcome
Cocok untuk
Prevalensi/asosiasi
Outcome jarang
Insidens/risiko
Risiko khas
Reverse causation
Recall/selection bias
Loss to follow-up
Tidak ada desain yang bebas bias.
Eksperimental dan kuasi-eksperimental
Inti: peneliti memberikan atau mengalokasikan intervensi, lalu mengevaluasi outcome.
Randomized controlled trial
Alokasi intervensi secara acak.
Dapat meningkatkan kesetaraan awal kelompok.
Memerlukan pertimbangan etika dan sumber daya.
Kuasi-eksperimental
Intervensi tanpa randomisasi individual.
Contoh: sebelum–sesudah dengan kelompok pembanding.
Lebih rentan terhadap confounding dan perubahan waktu.
Contoh RQ: Apakah modul edukasi meningkatkan kepatuhan minum obat?