Memilih Desain Penelitian

Tim EpidPK

2026-10-16

Pertanyaan pemantik

Peringatan

Desain penelitian apa yang memungkinkan research question kita dijawab secara valid dan layak?

Bukan: desain mana yang paling canggih?
Melainkan: desain mana yang paling tepat untuk pertanyaan dan sumber daya kita?

Target pembelajaran

EpidPK 2 · Core Learning

  • Mengenali keluarga desain kuantitatif, kualitatif, dan mixed methods.
  • Menghubungkan desain dengan pertanyaan penelitian.
  • Memahami batas inferensi dan kelayakan.
  • Menjawab kuis formatif berbasis skenario.

EpidPK 1 · Deep Learning

  • Menyusun ≥2 alternatif desain.
  • Membandingkan validitas, kelayakan, dan sumber daya.
  • Menentukan serta mempertahankan desain terpilih.
  • Mengidentifikasi bias sejak perencanaan.

Posisi Minggu 10 dalam alur proposal

flowchart LR
 A[Research problem] --> B[Research question]
 B --> C[Research approach<br/>Minggu 9]
 C --> D[Study design<br/>Minggu 10]
 D --> E[Populasi, sumber & kebutuhan data<br/>Minggu 11]
 classDef now fill:#5636a3,color:#fff,stroke:#bdaaff,stroke-width:3px;
 class D now;

Prinsip: pertanyaan menentukan kebutuhan bukti; kebutuhan bukti membatasi pilihan desain.

Bedakan pendekatan dan desain

Tingkat keputusan Pertanyaan kunci Contoh
Research approach Bukti seperti apa yang dibutuhkan? Kuantitatif
Study design Bagaimana bukti diperoleh dan dibandingkan? Cohort
Metode pengumpulan data Dari mana dan dengan alat apa? Rekam medis, wawancara
Teknik analisis Bagaimana data diolah? Estimasi risiko, analisis tematik

Desain bukan sinonim dari metode analisis maupun instrumen.

Mulai dari kata kerja dalam pertanyaan

  • Berapa banyak / seberapa sering? → deskriptif
  • Apakah berhubungan? → observasional analitik
  • Apakah intervensi efektif? → eksperimental atau kuasi-eksperimental
  • Bagaimana pengalaman seseorang? → kualitatif
  • Bagaimana proses sosial terbentuk? → grounded theory
  • Berapa besar dan mengapa terjadi? → mixed methods

Ini petunjuk awal, bukan aturan mekanis.

Peta keluarga desain

flowchart TD
 Q[Research question] --> K[Kuantitatif]
 Q --> L[Kualitatif]
 Q --> M[Mixed methods]
 K --> O[Observasional]
 K --> X[Eksperimental]
 O --> D[Deskriptif]
 O --> A[Analitik]
 A --> CS[Cross-sectional]
 A --> CC[Case-control]
 A --> CO[Cohort]
 L --> P[Phenomenology]
 L --> S[Case study]
 L --> G[Grounded theory]
 M --> CV[Convergent]
 M --> ES[Explanatory sequential]

Desain observasional deskriptif

Tujuan: menggambarkan distribusi atau karakteristik fenomena, tanpa menguji hubungan kausal.

Contoh RQ: Berapa proporsi mahasiswa yang mengalami kualitas tidur buruk pada semester ini?

  • Survei deskriptif cross-sectional: gambaran pada satu periode.
  • Laporan/seri kasus: uraian karakteristik kasus terpilih.
  • Deskripsi tren: pola perubahan antarperiode.

Batas: tidak otomatis menjelaskan penyebab suatu pola.

Cross-sectional analitik

Populasisatu periode Exposuredan outcomediukur bersamaan Asosiasi /prevalensi

Contoh: Hubungan durasi penggunaan gawai dan kualitas tidur mahasiswa.

Kekuatan: relatif cepat dan efisien.
Keterbatasan utama: urutan waktu exposure–outcome sering tidak dapat dipastikan.

Case-control

Mulai dari outcome, kemudian menelusuri riwayat exposure.

flowchart LR
 A[Kasus<br/>dengan outcome] --> C[Riwayat exposure?]
 B[Kontrol<br/>tanpa outcome] --> D[Riwayat exposure?]

Contoh: Riwayat paparan pestisida pada pasien dengan dan tanpa penyakit tertentu.

Kekuatan: berguna untuk outcome jarang atau latensi panjang.
Keterbatasan: selection bias dan recall bias; umumnya tidak mengukur insidens langsung.

Cohort

Mulai dari exposure, lalu membandingkan kejadian outcome.

flowchart LR
 A[Terpapar] --> C[Outcome + / −]
 B[Tidak terpapar] --> D[Outcome + / −]

Contoh: Risiko gangguan pendengaran pada pekerja dengan tingkat paparan bising berbeda.

Kekuatan: mendukung penilaian temporalitas dan estimasi insidens bila data memadai.
Keterbatasan: waktu, biaya, kehilangan tindak lanjut, dan confounding.

Tiga desain observasional: bandingkan

Aspek Cross-sectional Case-control Cohort
Titik awal Paparan & outcome Status outcome Status paparan
Temporalitas Sering tidak jelas Ditelusuri ke belakang Lebih jelas bila paparan mendahului outcome
Cocok untuk Prevalensi/asosiasi Outcome jarang Insidens/risiko
Risiko khas Reverse causation Recall/selection bias Loss to follow-up

Tidak ada desain yang bebas bias.

Eksperimental dan kuasi-eksperimental

Inti: peneliti memberikan atau mengalokasikan intervensi, lalu mengevaluasi outcome.

Randomized controlled trial

  • Alokasi intervensi secara acak.
  • Dapat meningkatkan kesetaraan awal kelompok.
  • Memerlukan pertimbangan etika dan sumber daya.

Kuasi-eksperimental

  • Intervensi tanpa randomisasi individual.
  • Contoh: sebelum–sesudah dengan kelompok pembanding.
  • Lebih rentan terhadap confounding dan perubahan waktu.

Contoh RQ: Apakah modul edukasi meningkatkan kepatuhan minum obat?

Kualitatif: pilih sesuai fenomena

Desain Fokus pertanyaan Contoh
Phenomenology Makna/pengalaman hidup Bagaimana pengalaman pasien menjalani hemodialisis pertama?
Case study Pemahaman mendalam kasus dalam konteks Bagaimana satu puskesmas menerapkan sistem triase digital?
Grounded theory Proses/interaksi untuk membangun penjelasan teoretis Bagaimana perawat mengembangkan strategi adaptasi terhadap sistem kerja baru?

Catatan: case study juga dapat menggunakan beberapa jenis data, termasuk kuantitatif.

Mixed methods: kapan diperlukan?

Gunakan ketika integrasi bukti kuantitatif dan kualitatif memang dibutuhkan untuk menjawab RQ.

Convergent

QUAN ∥ QUAL → integrasi

Dua jenis data dikumpulkan pada fase yang relatif paralel; temuan dibandingkan/digabungkan.

Explanatory sequential

QUAN → QUAL → integrasi

Temuan kuantitatif diikuti eksplorasi kualitatif untuk menjelaskan hasilnya.

Dua metode yang dilakukan terpisah tanpa integrasi bukan otomatis mixed methods.

Skenario: pilih desain yang masuk akal

Fenomena: kepatuhan kontrol pasien hipertensi rendah.

Research question Kandidat desain
Berapa proporsi pasien tidak patuh kontrol? Cross-sectional deskriptif
Faktor apa yang berkaitan dengan ketidakpatuhan? Cross-sectional analitik / cohort
Bagaimana pasien memaknai hambatan kontrol? Phenomenology / qualitative descriptive
Mengapa hasil survei menunjukkan perbedaan antarwilayah? Explanatory sequential mixed methods

Satu fenomena dapat menghasilkan desain berbeda karena RQ berbeda.

Validitas bukan hanya urusan statistik

Validitas internal

Apakah temuan dapat dipercaya dalam konteks studi?

  • Bias seleksi
  • Bias informasi/pengukuran
  • Confounding
  • Pengaruh faktor waktu

Transferabilitas / validitas eksternal

Sejauh mana temuan relevan di luar konteks studi?

  • Populasi dan setting
  • Cara memilih partisipan
  • Kesesuaian konteks
  • Kedalaman deskripsi

Untuk penelitian kualitatif, perhatikan pula credibility, dependability, confirmability, dan transferability.

Seberapa jauh boleh menyimpulkan?

Temuan Klaim yang lebih aman
Prevalensi tinggi “Proporsi yang diamati tinggi pada populasi studi.”
Exposure berkaitan dengan outcome “Terdapat asosiasi”, bukan otomatis “menyebabkan”.
Perbedaan outcome pada cohort “Risiko berbeda”, dengan perhatian pada confounding.
RCT berkualitas baik Dapat mendukung inferensi kausal sesuai kualitas pelaksanaan.
Tema wawancara “Partisipan menggambarkan…”, bukan prevalensi populasi.

Kelayakan adalah bagian dari mutu desain

Uji empat pertanyaan sebelum memilih:

  1. Akses: apakah peserta, lokasi, dan sumber data dapat dijangkau?
  2. Waktu: apakah rancangan dapat diselesaikan dalam periode studi?
  3. Sumber daya: apakah tim memiliki kompetensi, biaya, dan perangkat yang diperlukan?
  4. Etika: apakah risiko, persetujuan, privasi, dan perizinan dapat ditangani?

Desain yang ideal secara teoretis tetapi tidak dapat dijalankan bukan pilihan yang baik.

Matriks pemilihan desain

Kriteria Alternatif A Alternatif B
Kesesuaian dengan RQ Tinggi / sedang / rendah Tinggi / sedang / rendah
Validitas & potensi bias … …
Kebutuhan waktu … …
Akses data / partisipan … …
Biaya dan kompetensi tim … …
Batas inferensi … …

Jangan menjumlahkan skor secara mekanis: kesesuaian dengan RQ dan etika merupakan syarat mendasar.

Contoh justifikasi: satu RQ, dua alternatif

RQ: Apakah riwayat kerja shift berkaitan dengan kualitas tidur perawat rumah sakit?

A · Cross-sectional

  • Cepat dan realistis untuk survei awal.
  • Exposure dan outcome dinilai dalam periode yang sama.
  • Sulit memastikan arah hubungan.

B · Cohort prospektif

  • Dapat menilai perubahan kualitas tidur setelah paparan shift.
  • Temporalitas lebih jelas.
  • Butuh follow-up dan sumber daya lebih besar.

Pilihan dapat berbeda sesuai tujuan RQ dan sumber daya; tuliskan komprominya secara eksplisit.

EpidPK 2 · Cek pemahaman (1/3)

RQ: Apakah riwayat pajanan tertentu lebih sering ditemukan pada pasien dengan kanker langka dibanding kontrol?

A. Cross-sectional deskriptif
B. Case-control
C. Cohort prospektif
D. Phenomenology

Jawaban: B. Memulai dari status outcome cocok untuk kondisi jarang; tetap perhatikan seleksi kontrol dan kualitas riwayat paparan.

EpidPK 2 · Cek pemahaman (2/3)

RQ: Bagaimana ibu hamil mengalami dan memberi makna terhadap hambatan kunjungan ANC?

A. RCT
B. Case-control
C. Phenomenology
D. Cohort

Jawaban: C. Fokusnya pengalaman dan pemaknaan, bukan estimasi prevalensi atau efek intervensi.

EpidPK 2 · Cek pemahaman (3/3)

Tim menemukan skor kepuasan layanan berbeda tajam antarwilayah dan ingin memahami alasan di balik perbedaan tersebut.

A. Explanatory sequential mixed methods
B. Case series
C. Grounded theory tanpa fase kuantitatif
D. Cross-sectional deskriptif saja

Jawaban: A. Hasil kuantitatif menjadi dasar pemilihan fokus eksplorasi kualitatif, lalu diintegrasikan.

EpidPK 1 · Aktivitas kelompok

  1. Buka research question dan research approach hasil Minggu 9.
  2. Tawarkan minimal dua alternatif desain yang masih masuk akal.
  3. Bandingkan berdasarkan RQ, validitas, kelayakan, sumber daya, dan inferensi.
  4. Pilih desain akhir dan sebutkan kompromi yang diterima.
  5. Identifikasi minimal dua potensi bias/keterbatasan dan mitigasi awal.
  6. Pertahankan keputusan di hadapan kelompok lain.

Peer challenge · Pertahankan desain Anda

Kelompok penilai menanyakan:

  • Mengapa desain ini lebih tepat daripada alternatifnya?
  • Bukti apa yang tidak dapat dihasilkan oleh desain pilihan?
  • Bias paling serius apa yang mungkin muncul?
  • Apa yang membuat desain ini layak di konteks penelitian Anda?
  • Bila akses atau waktu berkurang, apa konsekuensi perubahan desain?

Tanggapi dengan alasan metodologis, bukan “karena paling mudah”.

Tugas kelompok · Study Design Justification

Unggah dokumen ringkas dengan struktur berikut:

  1. Judul sementara, research question, dan research approach.
  2. Desain yang dipilih serta alasan kesesuaiannya.
  3. Minimal satu desain alternatif yang relevan.
  4. Matriks perbandingan: kelebihan, keterbatasan, validitas, kelayakan, sumber daya.
  5. Potensi bias/keterbatasan dan strategi mitigasi awal.
  6. Pernyataan final: mengapa desain terpilih paling dapat dipertanggungjawabkan.

Luaran: desain konsisten dengan RQ dan pendekatan penelitian.

Checklist sebelum mengunggah

Penutup

Desain penelitian adalah keputusan yang harus dijustifikasi, bukan label yang dipilih.

Research question → evidence needed → design alternatives → trade-offs → justified choice