Tutorial PBL dan Keterampilan Medik
Pada akhir sesi ini, peserta mampu:
Memahami fasilitasi sebagai mindset pedagogis
Menjelaskan fasilitasi tutorial PBL sebagai proses longitudinal
Menerapkan prinsip fasilitasi pada pengajaran keterampilan medik
Melakukan intervensi minimal yang berdampak maksimal
Workshop ini mengharapkan:
Partisipasi aktif
Berbagi pengalaman nyata
Tidak mencari “cara ideal”
Fokus pada cara berpikir fasilitator
“Situasi tutorial seperti apa
yang paling membuat Anda frustrasi?”
(Tulis sendiri, tidak dibagikan)
Fasilitasi bukan soal
apa yang kita ajarkan,
tetapi bagaimana kita membiarkan mahasiswa belajar.
Mengajar
Menjelaskan
Menunjukkan
Mengoreksi
Memfasilitasi
Mendesain
Mengamati
Membimbing refleksi
Desain
↓
Aktivitas Belajar
↓
Observasi
↓
Feedback
Fasilitasi PBL dimulai sejak:
Block construction
Problem construction
Baru kemudian tutorial
Pikirkan satu tutorial yang “tidak hidup”.
Pertanyaan:
Apakah problem terlalu jelas?
Apakah LO terlalu sempit?
Apakah assessment mendukung diskusi?
Problem yang baik:
Mengundang pertanyaan
Menunda jawaban
Membuka banyak hipotesis
Trigger tertutup > STEMI inferior pada EKG
Trigger terbuka > Nyeri dada + mual + keringat dingin
| Tipe Problem | Fokus Diskusi | Gaya Berpikir | Peran Tutor |
|---|---|---|---|
| Study problem | Klarifikasi konsep | Pencarian fakta | Dorong pemahaman mendalam |
| Explanation problem | Hubungan kausal | Analitik, sebab-akibat | Minta penjelasan proses/mekanismme |
| Reasoning problem | Diagnostik/penalaran | Divergen -> konvergen | Dorong eksplorasi, jangan beri jawaban |
| Application problem | Solusi praktis | Penerapan teori | Kaitkan teori dengan konteks |
| Discussion problem | Pendapat/etika/kebijakan | Reflektif, kritis | Jaga diskusi tetap fokus dan inklusif |
| Strategic problem | Keputusan dan prioritas | Sintesis dan evaluatif | Tantang logika dan pertimbangan keputusan |
| Langkah | Study Problem | Explanation Problem | Reasoning Problem | Application Problem | Discusssion Problem | Strategic Problem |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Istilah Asing | Banyak istilah teknis perlu dijelaskan | Beberapa istilah kausal dan proses | Bergantung pada data klinis | Istilah prosedur/konteks praktik | Istilah nilai, hukum, etika | Istilah kebijakan, manajemen |
| Masalah utama | Biasanya eksplisit | Perlu dirumuskan dari gejala | Sering implisit, dari data kasus | Situasi praktis yang harus ditindak | Dilema atau konflik | Tantangan kompleks atau krisis |
| Analisis masalah | Mencari tahu fakta dan relasi dasar | Telusuri hubungan sebab-akibat | Identifikasi kemungkinan dan data | Tinjau pilihan tindakan | Gali peerspektif dan argumen | Nilai opsi dan konsekuensi |
| Hipotesis | Jarang uncul, leebih ke asumsi awal | Prediksi mekanise | Diagnosis banding atau skenario | Strategi tindakan awal | Sikap/pendapat awal | Rencana langkah dan risiko |
| Tujuan belajar | Fokus pada konsep dan fakta | Mekanisme dan proses fisiologis | Pola reasoning dan tanda kunci | Prinsip penerapan dan adaptasi | Nilai, prinsip etik, hukum | Analisis keputusan dan strategi |
| Belajar mandiri | Literatur dasar | Literatur fisiologi/patosifiologi | Algoritma klinis, data klinik | Pedoman praktik, SOP | Literatur etika, debat publik | Kebijakan, studi kasus, guideline |
| Diskusi hasil | Berbagi fakta yang ditemukan | Menjelaskan proses logis | Uji hipotesis -> klarifikasi | Simulasikan tindakan | Debat dan refleksi nilai | Negosiasi strategi atau rencana aksi |
Tutor adalah:
Penjaga proses berpikir
Penjaga kedalaman diskusi
Penjaga partisipasi
Intervensi minimal
pada saat yang tepat.
Mahasiswa tidak gagal karena
kurang demonstrasi,
tetapi karena kurang feedback.
Demonstrasi terlalu cepat
Langsung mengoreksi
Mengambil alih prosedur
Demonstrasi
Coaching
Fokus proses berpikir
Fokus keselamatan
Fokus refleksi
Briefing
Demonstrasi
Praktik
Observasi
Feedback
Refleksi
Demonstration (tanpa penjelasan)
Deconstruction (demonstrasi sambil menjelaskan)
Comprehension (peserta menjelaskan, trainer lakukan)
Performance (peserta melakukannya sendiri)
Saat mahasiswa praktik:
Jangan intervensi
Catat proses
Bedakan error belajar vs error fatal
Feedback efektif:
Spesifik
Berbasis observasi
Mengaitkan dampak klinis
“Saya melihat sudut jarum cukup curam.
Ini bisa meningkatkan nyeri pasien.
Apa alternatif yang bisa kamu coba?”
| PBL | Skill Medik |
|---|---|
| Problem | Skenario |
| Diskusi | Praktik |
| Intervensi | Observasi |
| Refleksi | Feedback |
Tuliskan:
Satu kebiasaan mengajar yang akan dihentikan
Satu praktik fasilitatif yang akan dicoba
Situasi yang Anda tulis di awal —
apa yang sekarang Anda lihat berbeda?
Fasilitasi adalah mindset
Desain menentukan kualitas belajar
Intervensi minimal memberi dampak besar

© 2026 - FKIK Universitas Mataram