Hybrid Innovation Framework untuk Pelayanan Keperawatan Berbasis TI

Dari Fenomena ke Solusi Informatika

Tujuan Sesi

  • Memahami 4 pendekatan inovasi utama

  • Menentukan kapan masing-masing digunakan

  • Mengintegrasikan dalam satu workflow

  • Aplikasi pada inovasi pelayanan keperawatan berbasis TI

Masalah Umum Inovasi di Layanan Kesehatan

  • Fokus pada teknologi, bukan masalah

  • Solusi tidak terintegrasi dengan sistem

  • Tidak diuji di dunia nyata

  • Tidak sustain dalam implementasi

Prinsip Utama

Inovasi bukan satu metode
tetapi orkestrasi beberapa pendekatan

Empat Pilar Inovasi yang Dapat Kita Gunakan

  1. Design Thinking → Problem understanding

  2. Systems Thinking → System modeling

  3. Lean Startup → Validation

  4. Agile → Implementation

DESIGN THINKING

Kapan digunakan?

  • Masalah belum jelas

  • Banyak perspektif user

  • Perlu memahami pengalaman (UX)

Output yang Diharapkan

  • Problem definition yang tepat
  • User journey map
  • Ide solusi berbasis kebutuhan nyata

Langkah-langkah

  1. Empathize
    • Observasi perawat & pasien
    • Interview
  2. Define
    • Rumuskan problem statement
  3. Ideate
    • Brainstorm solusi
  4. Prototype
    • Mockup / low fidelity
  5. Test
    • Validasi awal ke user

Keterbatasan Design Thinking

  • Tidak cukup untuk sistem kompleks

  • Tidak berbasis data longitudinal

  • Tidak menjamin implementasi berhasil

SYSTEMS THINKING

Kapan digunakan?

  • Masalah kompleks & saling terkait

  • Banyak aktor dalam sistem

  • Ada efek domino (feedback loop)

Output yang Diharapkan

  • Causal loop diagram

  • Identifikasi leverage points

  • Pemahaman dinamika sistem

Langkah-langkah

  1. Identifikasi komponen sistem

  2. Mapping hubungan antar komponen

  3. Identifikasi feedback loop

  4. Analisis bottleneck

  5. Tentukan leverage point

Contoh di Keperawatan

  • Beban kerja → kelelahan → error → workload meningkat

  • Dokumentasi lama → delay tindakan → outcome buruk

Keterbatasan Systems Thinking

  • Tidak langsung menghasilkan solusi praktis

  • Sulit dipahami tanpa visualisasi

  • Tidak fokus pada validasi cepat

LEAN STARTUP

Kapan digunakan?

  • Ide sudah ada

  • Perlu validasi cepat

  • Resource terbatas

Output yang Diharapkan

  • Validated learning

  • MVP (Minimum Viable Product)

  • Data penggunaan nyata

Langkah-langkah

  1. Build → buat MVP sederhana

  2. Measure → kumpulkan data

  3. Learn → evaluasi

Loop terus berulang

Contoh MVP

  • Form input vital sign sederhana

  • Dashboard early warning manual

  • Prototype AI sederhana

Keterbatasan Lean Startup

  • Tidak eksplorasi masalah mendalam

  • Bisa bias jika problem salah

  • Fokus jangka pendek

AGILE

Kapan digunakan?

  • Sudah ada solusi tervalidasi

  • Butuh pengembangan sistem

  • Perlu adaptasi berkelanjutan

Output yang Diharapkan

  • Produk siap pakai

  • Iterasi berkelanjutan

  • User adoption tinggi

Langkah-langkah

  1. Sprint planning

  2. Development

  3. Testing

  4. Review

  5. Retrospective

Tools Agile

  • Scrum

  • Kanban

  • Sprint board

Keterbatasan Agile

  • Tidak cocok untuk eksplorasi awal

  • Butuh tim yang disiplin

  • Bisa chaos tanpa arah jelas

INTEGRASI KEEMPAT METODE

Alur Hybrid Innovation

  1. Design Thinking → Temukan masalah

  2. Systems Thinking → Pahami sistem

  3. Lean Startup → Uji solusi

  4. Agile → Implementasi

Capaian pembelajaran

Setelah kegiatan ini, mahasiswa mampu:

  1. Menjelaskan hubungan fenomena keperawatan dengan data, informasi, pengetahuan, dan keputusan.
  2. Mengidentifikasi kebutuhan data dan persoalan kualitas informasi dalam pelayanan.
  3. Memetakan alur informasi dan menemukan informatics gap.
  4. Merancang perbaikan informatika yang sesuai konteks, aman, dan dapat dievaluasi.

Pertanyaan pembuka

Dalam fenomena keperawatan yang Anda minati, keputusan apa yang harus dibuat, oleh siapa, berdasarkan informasi apa, dan apa akibatnya bila informasi itu keliru atau terlambat?

Tesis dan Nursing Informatics: saling melengkapi

Penelusuran tesis Nursing Informatics
Apa fenomena dan kesenjangan pengetahuan? Informasi apa yang diperlukan untuk meresponsnya?
Mengapa fenomena terjadi? Bagaimana data dikumpulkan, diolah, dan disampaikan?
Pertanyaan penelitian Desain perbaikan informasi dan alur kerja
Luaran: kandidat pertanyaan tesis Luaran: portofolio solusi informatika

Catatan

Tidak semua tesis harus meneliti teknologi. Fenomena yang sama dapat menjadi konteks pembelajaran informatika.

DIKW: jembatan konseptual

flowchart LR
    D[DATA<br/>Apa yang dicatat?] --> I[INFORMATION<br/>Apa makna polanya?]
    I --> K[KNOWLEDGE<br/>Apa kata bukti?]
    K --> W[WISDOM<br/>Apa keputusan yang tepat?]

DIKW membantu menjelaskan transformasi data menjadi keputusan; informatika keperawatan juga mencakup manusia, proses, teknologi, keamanan, dan evaluasi.

Contoh: Early Warning Score

Tahap Ilustrasi
Fenomena Perburukan kondisi pasien terlambat dikenali
Data RR, SpO₂, tekanan darah, nadi, suhu, kesadaran, suplementasi O₂
Informasi NEWS2, kategori risiko, tren skor
Pengetahuan Interpretasi dan protokol eskalasi
Keputusan Pemantauan ulang, komunikasi, eskalasi klinis
Informatika Formulir terstruktur, tren, pengingat, dukungan keputusan

Mengapa digitalisasi saja tidak cukup?

Sistem tersedia

  • Formulir elektronik
  • Skor otomatis
  • Dashboard dan notifikasi

Namun perlu diuji

  • Apakah data benar dan lengkap?
  • Apakah informasi tepat waktu?
  • Apakah alert dipahami?
  • Apakah alur eskalasi jelas?
  • Apakah beban dokumentasi bertambah?

Lima dimensi persoalan informatika

  1. Data: definisi, kelengkapan, akurasi, konsistensi.
  2. Informasi: indikator, tren, keterbacaan, ketepatan waktu.
  3. Alur kerja: siapa mencatat, mengakses, dan menindaklanjuti.
  4. Manusia dan teknologi: kegunaan, penerimaan, beban kerja, alert fatigue.
  5. Tata kelola: privasi, hak akses, keamanan, audit, keselamatan.

Peta kasus mahasiswa: keselamatan dan praktik klinis

Mahasiswa Fokus informatika Luaran
Eka Tanda vital, NEWS2, eskalasi Alur early warning dashboard
Laila Kelengkapan komunikasi hand-over Prototipe hand-over SBAR
Lalu Khairil Dokumentasi restrain dan insiden Alur pelaporan restrain
Robi Beban mental, kompleksitas pasien Dashboard beban kerja
Sri Muliana Audit kepatuhan APD Formulir audit dan indikator

Peta kasus: kesehatan jiwa

Mahasiswa Fokus informatika Luaran
Ni Luh Variasi lama rawat Dataset dan visualisasi LOS
Henny Pemulangan dan readmisi 30 hari Alur pemantauan transisi
Ketut Episode readmisi berulang Model data longitudinal
Qurratuaeni Klasifikasi baru/berulang Aturan klasifikasi dan indikator
Wawan Pemulihan, spiritualitas, privasi Formulir asesmen aman

Peta kasus: komunitas dan keluarga

Mahasiswa Fokus informatika Luaran
Irene Riwayat TB dan episode berulang Data dictionary TB
Fathul Skrining mental remaja dan rujukan Alur skrining yang aman
Hayana Kunjungan dan kelengkapan ANC Dashboard ANC
Linda Keluhan memori dan skrining Formulir asesmen kognitif
Liza Tren glukosa dan perawatan diri Dashboard Prolanis
Deni Edukasi dan konsumsi TTD Rancangan pemantauan TTD

Peta kasus: penyakit kronis dan onkologi

Mahasiswa Fokus informatika Luaran
Ari Berat badan antardialisis, asupan cairan Dashboard pemantauan HD
Anna Gejala kemoterapi longitudinal Rancangan patient-reported outcomes

Catatan

Catatan: Produk pembelajaran boleh berupa model data, diagram alur, wireframe, atau dashboard simulasi—tidak wajib aplikasi siap pakai.

Studi kasus 1 — Henny: readmisi 30 hari

Fenomena: pasien kembali dirawat dalam 30 hari setelah pulang.

  • Keputusan: siapa perlu tindak lanjut lebih intensif setelah pemulangan?
  • Data: tanggal keluar, tanggal masuk ulang, diagnosis, rencana pulang, dukungan keluarga, tindak lanjut.
  • Informasi: proporsi readmisi 30 hari, distribusi waktu kembali, kelengkapan rencana pulang.
  • Gap: data pulang dan tindak lanjut tersebar; risiko kehilangan kesinambungan informasi.
  • Solusi kandidat: daftar tindak lanjut pascapulang dengan indikator dan tanggung jawab yang jelas.

Studi kasus 2 — Ari: pembatasan cairan HD

Fenomena: kesulitan memenuhi target pembatasan cairan.

  • Data: berat badan sebelum/sesudah HD, jarak antarsesi, anjuran cairan individual, keluhan haus.
  • Informasi: tren interdialytic weight gain dan catatan perilaku.
  • Keputusan: edukasi individual, evaluasi kendala, rujukan sesuai kebutuhan.
  • Gap: catatan longitudinal tidak mudah dilihat oleh pasien dan perawat.
  • Solusi kandidat: tampilan tren yang mudah dimengerti, bukan sekadar pengingat generik.

Studi kasus 3 — Laila: hand-over

Fenomena: informasi penting tidak konsisten saat pergantian shift.

  • Data: identitas, situasi, latar belakang, asesmen, rekomendasi.
  • Informasi: ringkasan SBAR dan tugas yang belum selesai.
  • Keputusan: prioritas pemantauan dan tindakan shift berikutnya.
  • Gap: variasi format dan informasi hilang saat transisi.
  • Solusi kandidat: handover template terstruktur + latihan simulasi.

Dari fenomena ke solusi: enam tahap

flowchart TD
 A[1. Identify Phenomenon] --> B[2. Identify Data Needs]
 B --> C[3. Map Information Flow]
 C --> D[4. Identify Informatics Gap]
 D --> E[5. Design Improvement]
 E --> F[6. Evaluate Solution]

Tahap 1 — Identify the phenomenon

Tuliskan secara ringkas:

  • Populasi dan konteks pelayanan.
  • Kondisi aktual berdasarkan bukti awal.
  • Kondisi yang diharapkan.
  • Dampak terhadap pasien, perawat, atau layanan.
  • Keputusan keperawatan yang perlu didukung.

Pertanyaan refleksi: apa yang sudah diketahui dan apa yang masih asumsi?

Tahap 2 — Identify data and information needs

Elemen Pertanyaan
Variabel Apa yang perlu diketahui?
Definisi Apa arti setiap variabel?
Sumber Dari pasien, catatan, observasi, atau sistem?
Waktu Kapan dan seberapa sering dicatat?
Penanggung jawab Siapa memasukkan dan memverifikasi?
Kualitas Bagaimana memeriksa data hilang, keliru, atau ganda?

Contoh data dictionary sederhana

Nama variabel Definisi operasional Tipe Sumber
patient_code Kode pseudonim pasien Teks Register penelitian
discharge_date Tanggal keluar rawat Tanggal Rekam medis
readmit_date Tanggal masuk kembali Tanggal/NA Rekam medis
readmit_30d Readmisi dalam 30 hari 0/1 Variabel turunan

Perhatian: tentukan cakupan readmisi (rumah sakit yang sama atau lintas fasilitas) dan pengecualian yang relevan.

Tahap 3 — Map the information flow

flowchart LR
 A[Pasien / keluarga] --> B[Asesmen perawat]
 B --> C[Dokumentasi]
 C --> D[Ringkasan dan indikator]
 D --> E[Keputusan klinis]
 E --> F[Tindak lanjut]
 F -. Umpan balik .-> B

Tandai titik rawan: terlambat, tidak lengkap, tidak konsisten, duplikat, sulit diakses, tidak ditindaklanjuti.

Tahap 4 — Identify the informatics gap

Gejala masalah

  • Data tersebar
  • Variabel tidak seragam
  • Pencatatan berulang
  • Informasi sulit ditemukan
  • Tindak lanjut tidak jelas

Pertanyaan analitis

  • Di titik mana informasi hilang?
  • Siapa pengguna utamanya?
  • Apakah masalah data, proses, atau keputusan?
  • Apakah teknologi baru benar-benar diperlukan?

Tahap 5 — Design an improvement

Pilih intervensi paling sederhana yang memecahkan masalah:

  • Standardisasi istilah atau formulir.
  • Perbaikan pembagian tanggung jawab dan alur komunikasi.
  • Visualisasi indikator atau tren.
  • Pengingat atau dukungan keputusan berbasis aturan.
  • Integrasi data bila memang dibutuhkan dan layak.

Prinsip: jangan mulai dari “membuat aplikasi”; mulai dari kebutuhan pengguna dan keselamatan.

Tahap 6 — Evaluate the solution

Dimensi Contoh indikator
Kualitas data Kelengkapan, akurasi, konsistensi
Proses Waktu dokumentasi, ketepatan eskalasi
Pengguna Kemudahan, beban kerja, penerimaan
Keselamatan Keterlambatan tindak lanjut, kesalahan informasi
Tata kelola Kepatuhan hak akses dan audit

Evaluasi sebelum–sesudah memerlukan perhatian pada bias dan faktor perancu.

Pertemuan 1 — Fenomena menjadi data

Aktivitas:

  1. Pilih satu fenomena dari tiga alternatif.
  2. Identifikasi satu keputusan keperawatan utama.
  3. Buat daftar minimal 8–12 elemen data yang diperlukan.
  4. Susun data dictionary dengan definisi dan sumber.
  5. Tukarkan dengan teman untuk menguji kejelasan definisi.

Luaran: fenomena terpilih + kebutuhan data + data dictionary.

Pertemuan 2 — Data menjadi informasi

Aktivitas:

  1. Gunakan dataset sintetis atau data yang telah diizinkan.
  2. Periksa missing value, duplikasi, rentang tidak masuk akal.
  3. Buat 2–3 indikator yang relevan.
  4. Visualisasikan tren atau perbandingan kelompok.
  5. Interpretasikan keterbatasan informasi.

Luaran: catatan kualitas data + indikator + visualisasi.

Pertemuan 3 — Informasi menjadi keputusan

Aktivitas:

  1. Gambar alur informasi saat ini (as-is).
  2. Tandai titik keterlambatan, kehilangan, atau duplikasi.
  3. Tentukan pengguna, kebutuhan, dan keputusan kritis.
  4. Buat alur usulan (to-be).
  5. Pilih satu perbaikan yang proporsional.

Luaran: dua diagram alur + pernyataan informatics gap.

Pertemuan 4 — Desain dan evaluasi

Aktivitas:

  1. Presentasikan wireframe atau rancangan perbaikan.
  2. Jelaskan cara kerja dan pengguna yang dituju.
  3. Identifikasi risiko privasi dan keselamatan.
  4. Pilih indikator evaluasi yang terukur.
  5. Lakukan peer review lintas kasus.

Luaran: prototipe konseptual + rencana evaluasi.

Produk akhir: Nursing Informatics Case Portfolio

  1. Fenomena dan bukti awal.
  2. Keputusan keperawatan yang perlu didukung.
  3. Kebutuhan data dan data dictionary.
  4. Pemeriksaan kualitas data dan indikator.
  5. Alur informasi as-is dan to-be.
  6. Informatics gap dan rasional solusi.
  7. Prototipe konseptual.
  8. Privasi, keamanan, risiko, dan indikator evaluasi.

Rubrik penilaian

Komponen Bobot
Fenomena dan kebutuhan informasi 15%
Rancangan data dan definisi operasional 20%
Analisis alur informasi dan gap 20%
Kesesuaian solusi dengan kebutuhan 20%
Privasi, etika, keamanan, keselamatan 10%
Rencana evaluasi 15%
Total 100%

Batasan penting: data pasien dan privasi

  • Gunakan data sintetis untuk latihan bila izin penggunaan data nyata belum tersedia.
  • Terapkan prinsip minimisasi data dan kontrol akses berbasis peran.
  • Hindari identitas langsung pada presentasi dan portofolio.
  • Data kesehatan mental, penggunaan zat, dan spiritualitas membutuhkan perhatian privasi khusus.
  • Rancangan sistem tidak boleh dianggap sebagai alat klinis tervalidasi.

Diskusi kelompok

Apakah masalah yang Anda temukan benar-benar memerlukan aplikasi baru?

Diskusikan satu alternatif non-teknologi, satu alternatif perbaikan proses, dan satu alternatif teknologi. Bandingkan manfaat, risiko, biaya, dan kelayakannya.

Pesan penutup

Nursing Informatics bukan sekadar mengubah formulir kertas menjadi layar.

Tujuannya adalah membuat data yang tepat tersedia bagi orang yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk mendukung keputusan keperawatan yang aman dan bermakna.

Bacaan dasar

  • American Nurses Association. Nursing Informatics: Scope and Standards of Practice.
  • Healthcare Information and Management Systems Society (HIMSS): sumber pengantar nursing informatics dan implementasi teknologi kesehatan.
  • Royal College of Physicians. National Early Warning Score (NEWS2) — contoh standardisasi data dan dukungan keputusan.
  • WHO. Global Strategy on Digital Health 2020–2025 — kerangka sistem kesehatan digital.

Gunakan pedoman institusi dan standar nasional yang berlaku untuk implementasi klinis.

Lampiran — Bank Fenomena Mahasiswa

Cara menggunakan bank fenomena

  • Setiap mahasiswa memiliki tiga kandidat fenomena, bukan tiga judul tesis.
  • Verifikasi di lapangan sebelum menyatakan suatu fenomena benar-benar terjadi.
  • Untuk Nursing Informatics, identifikasi data yang diperlukan, alur informasi, dan keputusan yang didukung.
  • Dugaan hubungan antarfaktor belum boleh diperlakukan sebagai kesimpulan.

Penting

Gunakan data simulasi atau data yang telah diizinkan dan dilindungi untuk latihan kelas.

01. Eka Puspita

Tema: NEWS di ruang rawat inap

Alternatif 1

Pasien mengalami perburukan klinis meskipun tanda deteriorasi sudah muncul sebelumnya.

Alternatif 2

Tanda vital diukur, tetapi NEWS2 dan tindak lanjut berdasarkan skor belum konsisten.

Alternatif 3

Pengalaman dan kompetensi perawat berbeda dalam mengenali serta merespons deteriorasi.

Fokus penelusuran: Ketepatan deteksi, kepatuhan NEWS2, respons klinis

02. Irene Christyanti

Tema: TB paru berulang — Puskesmas Sikur

Alternatif 1

Sebagian pasien yang telah sembuh atau menyelesaikan pengobatan kembali mengalami TB aktif.

Alternatif 2

Pasien pascapengobatan berbeda dalam mengenali gejala dan mencari pertolongan.

Alternatif 3

Paparan kontak, lingkungan rumah, atau komorbid mungkin berkaitan dengan episode TB berikutnya.

Fokus penelusuran: Bedakan relaps, reinfeksi, dan TB berulang

03. Fathul Aziz

Tema: Kesehatan mental remaja SMK

Alternatif 1

Sebagian siswa menunjukkan gejala stres, kecemasan, atau depresi yang mengganggu aktivitas.

Alternatif 2

Tekanan akademik, praktik kerja, dan kesiapan kerja dihadapi dengan strategi coping berbeda.

Alternatif 3

Remaja dengan masalah emosional belum tentu memanfaatkan konseling atau mencari bantuan.

Fokus penelusuran: Gejala, coping, literasi, dan help-seeking

04. Hayana

Tema: ANC ibu hamil di Puskesmas

Alternatif 1

Sebagian ibu hamil tidak menjalani kunjungan antenatal sesuai rekomendasi.

Alternatif 2

Kunjungan ANC terjadi, tetapi kelengkapan komponen pelayanan belum tentu sesuai standar.

Alternatif 3

Akses, dukungan keluarga, dan pengalaman pelayanan dapat menghambat kelanjutan ANC.

Fokus penelusuran: Bedakan jumlah kunjungan dan mutu isi layanan

05. Ni Luh Sudiarti

Tema: Lama rawat pasien skizofrenia

Alternatif 1

Pasien dengan diagnosis sama menunjukkan variasi lama rawat inap.

Alternatif 2

Pasien yang membaik secara klinis masih dirawat akibat hambatan kesiapan keluarga atau dukungan sosial.

Alternatif 3

Riwayat rawat berulang mungkin terkait kebutuhan stabilisasi dan persiapan pulang.

Fokus penelusuran: Faktor klinis, sosial, dan kesiapan pulang

06. Henny Fitria

Tema: Readmisi 30 hari — RSJ Mutiara Sukma

Alternatif 1

Sebagian pasien kembali dirawat dalam 30 hari setelah pemulangan.

Alternatif 2

Keluarga berbeda dalam pengawasan obat, deteksi kekambuhan, dan dukungan sehari-hari.

Alternatif 3

Pasien layak pulang secara klinis masih mengalami hambatan dukungan dan tindak lanjut.

Fokus penelusuran: Early readmission, dukungan keluarga, transitional care

07. Linda Mistikarini

Tema: Keluhan daya ingat lansia — komunitas PSMTI

Alternatif 1

Lansia mengeluhkan penurunan daya ingat meski masih mandiri dalam aktivitas sehari-hari.

Alternatif 2

Keluhan daya ingat mungkin berbeda menurut aktivitas sosial, aktivitas kognitif, atau tidur.

Alternatif 3

Lansia memiliki persepsi dan strategi adaptasi berbeda terhadap perubahan daya ingat.

Fokus penelusuran: Bedakan keluhan subjektif dan gangguan kognitif objektif

08. Ketut Budiasa

Tema: Readmisi berulang pasien skizofrenia

Alternatif 1

Sebagian pasien mengalami beberapa episode rawat inap dalam periode tertentu.

Alternatif 2

Pasien dengan readmisi berulang mungkin berbeda dalam kepatuhan obat, gejala, dan akses layanan.

Alternatif 3

Kekambuhan masih terjadi meskipun pasien mendapat pengobatan dan edukasi sebelumnya.

Fokus penelusuran: Definisikan readmisi berulang dan periode observasi

09. Qurratuaeni

Tema: Pasien baru vs berulang — RSJ Mutiara Sukma

Alternatif 1

Pasien pertama kali dirawat dan pasien dengan riwayat rawat berbeda dalam karakteristik klinis-psikososial.

Alternatif 2

Pola akses pelayanan dan keterlambatan mencari pertolongan mungkin berbeda.

Alternatif 3

Kebutuhan edukasi, dukungan keluarga, dan perencanaan pulang berpotensi berbeda.

Fokus penelusuran: Tegaskan definisi pasien baru dan berulang

10. Wawan

Tema: Spiritualitas dan relaps pascarehabilitasi narkoba

Alternatif 1

Sebagian individu kembali menggunakan narkoba setelah menyelesaikan rehabilitasi.

Alternatif 2

Praktik dan keyakinan spiritual dimanfaatkan secara berbeda untuk menghadapi craving.

Alternatif 3

Pengalaman relaps dapat mengubah makna hidup, harapan, rasa bersalah, dan spiritualitas.

Fokus penelusuran: Spiritual coping, pengalaman relaps, makna pemulihan

11. Lalu Khairil Anwar

Tema: Stres kerja perawat saat restrain

Alternatif 1

Perawat mengalami tekanan emosional saat restrain pasien yang agresif.

Alternatif 2

Perawat menghadapi konflik etik antara keselamatan dan pembatasan kebebasan pasien.

Alternatif 3

Restrain berulang mungkin terkait kelelahan emosional dan persepsi keamanan kerja.

Fokus penelusuran: Stres, moral distress, keselamatan kerja

12. Laila Karima

Tema: Hand-over perawat — RSI Siti Hajar

Alternatif 1

Informasi klinis penting tidak selalu tersampaikan lengkap pada pergantian shift.

Alternatif 2

Struktur komunikasi, durasi, dan kelengkapan hand-over bervariasi antarruangan.

Alternatif 3

Pengetahuan komunikasi terstruktur belum selalu diterapkan dalam hand-over kompleks.

Fokus penelusuran: Kelengkapan SBAR dan kebutuhan simulation-based learning

13. Ari Suparmi

Tema: Pembatasan cairan pasien hemodialisis

Alternatif 1

Sebagian pasien mengalami peningkatan berat badan antardialisis melebihi target individual.

Alternatif 2

Pasien mengetahui anjuran tetapi sulit mengendalikan haus dan asupan cairan.

Alternatif 3

Dukungan keluarga, kebiasaan makan, dan strategi diri mungkin terkait kepatuhan.

Fokus penelusuran: IDWG, rasa haus, dan self-management

14. Robi Sasmita

Tema: Beban kerja mental perawat IGD dan ICU

Alternatif 1

Keputusan cepat dan tugas simultan berpotensi meningkatkan beban mental.

Alternatif 2

Beban mental berbeda meski jumlah pasien serupa akibat kompleksitas kasus.

Alternatif 3

Beban mental tinggi mungkin berkaitan dengan gangguan konsentrasi atau kelelahan kognitif.

Fokus penelusuran: Mental workload, kompleksitas, keselamatan

15. Sri Muliana

Tema: Penggunaan APD perawat dan bidan

Alternatif 1

Pengetahuan kewaspadaan standar belum selalu diikuti penggunaan APD sesuai indikasi.

Alternatif 2

Kepatuhan bervariasi menurut tindakan, ketersediaan APD, dan situasi pelayanan.

Alternatif 3

Kenyamanan, komunikasi, dan mobilitas dapat menghambat penggunaan APD konsisten.

Fokus penelusuran: Kepatuhan sesuai indikasi, risiko, budaya keselamatan

16. Anna Yunia

Tema: Pasien kemoterapi rawat inap

Alternatif 1

Kelelahan terkait kanker bervariasi dan mengganggu aktivitas serta kualitas hidup.

Alternatif 2

Pasien berbeda dalam mengelola mual, muntah, dan gangguan nafsu makan.

Alternatif 3

Kecemasan dan ketidakpastian pengobatan memengaruhi kebutuhan dukungan.

Fokus penelusuran: Cancer-related fatigue, symptom burden, psikososial

17. Liza Yuanda

Tema: Glukosa darah pasien Prolanis — Puskesmas Gangga

Alternatif 1

Sebagian pasien menunjukkan glukosa darah puasa yang tetap tinggi atau meningkat.

Alternatif 2

Partisipasi rutin Prolanis belum tentu disertai kontrol glikemik baik.

Alternatif 3

Kepatuhan obat, diet, dan aktivitas fisik bervariasi meski ada edukasi.

Fokus penelusuran: Perawatan diri, kepatuhan, kontrol glikemik

18. Deni Wahyudin

Tema: Pencegahan anemia remaja putri

Alternatif 1

Sebagian remaja belum memahami faktor risiko, gejala, dan pencegahan anemia.

Alternatif 2

Pengetahuan manfaat tablet tambah darah tidak selalu diikuti konsumsi konsisten.

Alternatif 3

Pola makan, persepsi tubuh, dan teman sebaya mungkin memengaruhi pencegahan anemia.

Fokus penelusuran: Literasi, perilaku, kepatuhan tablet tambah darah

Latihan: Pilih satu fenomena

  1. Pilih satu dari tiga alternatif yang paling mungkin diverifikasi.
  2. Tuliskan dua sumber data yang dapat mendukung atau menyangkal fenomena.
  3. Tentukan satu keputusan keperawatan yang bergantung pada informasi tersebut.
  4. Identifikasi satu kesenjangan informatika yang dapat diamati.
  5. Jelaskan mengapa solusi awal tidak harus berupa aplikasi.

Luaran: satu halaman phenomenon-to-information map per mahasiswa.