flowchart LR
D[DATA<br/>Apa yang dicatat?] --> I[INFORMATION<br/>Apa makna polanya?]
I --> K[KNOWLEDGE<br/>Apa kata bukti?]
K --> W[WISDOM<br/>Apa keputusan yang tepat?]
Dari Fenomena ke Solusi Informatika
Memahami 4 pendekatan inovasi utama
Menentukan kapan masing-masing digunakan
Mengintegrasikan dalam satu workflow
Aplikasi pada inovasi pelayanan keperawatan berbasis TI
Fokus pada teknologi, bukan masalah
Solusi tidak terintegrasi dengan sistem
Tidak diuji di dunia nyata
Tidak sustain dalam implementasi
Inovasi bukan satu metode
tetapi orkestrasi beberapa pendekatan
Design Thinking → Problem understanding
Systems Thinking → System modeling
Lean Startup → Validation
Agile → Implementation
Masalah belum jelas
Banyak perspektif user
Perlu memahami pengalaman (UX)
Tidak cukup untuk sistem kompleks
Tidak berbasis data longitudinal
Tidak menjamin implementasi berhasil
Masalah kompleks & saling terkait
Banyak aktor dalam sistem
Ada efek domino (feedback loop)
Causal loop diagram
Identifikasi leverage points
Pemahaman dinamika sistem
Identifikasi komponen sistem
Mapping hubungan antar komponen
Identifikasi feedback loop
Analisis bottleneck
Tentukan leverage point
Beban kerja → kelelahan → error → workload meningkat
Dokumentasi lama → delay tindakan → outcome buruk
Tidak langsung menghasilkan solusi praktis
Sulit dipahami tanpa visualisasi
Tidak fokus pada validasi cepat
Ide sudah ada
Perlu validasi cepat
Resource terbatas
Validated learning
MVP (Minimum Viable Product)
Data penggunaan nyata
Build → buat MVP sederhana
Measure → kumpulkan data
Learn → evaluasi
Loop terus berulang
Form input vital sign sederhana
Dashboard early warning manual
Prototype AI sederhana
Tidak eksplorasi masalah mendalam
Bisa bias jika problem salah
Fokus jangka pendek
Sudah ada solusi tervalidasi
Butuh pengembangan sistem
Perlu adaptasi berkelanjutan
Produk siap pakai
Iterasi berkelanjutan
User adoption tinggi
Sprint planning
Development
Testing
Review
Retrospective
Scrum
Kanban
Sprint board
Tidak cocok untuk eksplorasi awal
Butuh tim yang disiplin
Bisa chaos tanpa arah jelas
Design Thinking → Temukan masalah
Systems Thinking → Pahami sistem
Lean Startup → Uji solusi
Agile → Implementasi
Setelah kegiatan ini, mahasiswa mampu:
Dalam fenomena keperawatan yang Anda minati, keputusan apa yang harus dibuat, oleh siapa, berdasarkan informasi apa, dan apa akibatnya bila informasi itu keliru atau terlambat?
| Penelusuran tesis | Nursing Informatics |
|---|---|
| Apa fenomena dan kesenjangan pengetahuan? | Informasi apa yang diperlukan untuk meresponsnya? |
| Mengapa fenomena terjadi? | Bagaimana data dikumpulkan, diolah, dan disampaikan? |
| Pertanyaan penelitian | Desain perbaikan informasi dan alur kerja |
| Luaran: kandidat pertanyaan tesis | Luaran: portofolio solusi informatika |
Catatan
Tidak semua tesis harus meneliti teknologi. Fenomena yang sama dapat menjadi konteks pembelajaran informatika.
flowchart LR
D[DATA<br/>Apa yang dicatat?] --> I[INFORMATION<br/>Apa makna polanya?]
I --> K[KNOWLEDGE<br/>Apa kata bukti?]
K --> W[WISDOM<br/>Apa keputusan yang tepat?]
DIKW membantu menjelaskan transformasi data menjadi keputusan; informatika keperawatan juga mencakup manusia, proses, teknologi, keamanan, dan evaluasi.
| Tahap | Ilustrasi |
|---|---|
| Fenomena | Perburukan kondisi pasien terlambat dikenali |
| Data | RR, SpO₂, tekanan darah, nadi, suhu, kesadaran, suplementasi O₂ |
| Informasi | NEWS2, kategori risiko, tren skor |
| Pengetahuan | Interpretasi dan protokol eskalasi |
| Keputusan | Pemantauan ulang, komunikasi, eskalasi klinis |
| Informatika | Formulir terstruktur, tren, pengingat, dukungan keputusan |
| Mahasiswa | Fokus informatika | Luaran |
|---|---|---|
| Eka | Tanda vital, NEWS2, eskalasi | Alur early warning dashboard |
| Laila | Kelengkapan komunikasi hand-over | Prototipe hand-over SBAR |
| Lalu Khairil | Dokumentasi restrain dan insiden | Alur pelaporan restrain |
| Robi | Beban mental, kompleksitas pasien | Dashboard beban kerja |
| Sri Muliana | Audit kepatuhan APD | Formulir audit dan indikator |
| Mahasiswa | Fokus informatika | Luaran |
|---|---|---|
| Ni Luh | Variasi lama rawat | Dataset dan visualisasi LOS |
| Henny | Pemulangan dan readmisi 30 hari | Alur pemantauan transisi |
| Ketut | Episode readmisi berulang | Model data longitudinal |
| Qurratuaeni | Klasifikasi baru/berulang | Aturan klasifikasi dan indikator |
| Wawan | Pemulihan, spiritualitas, privasi | Formulir asesmen aman |
| Mahasiswa | Fokus informatika | Luaran |
|---|---|---|
| Irene | Riwayat TB dan episode berulang | Data dictionary TB |
| Fathul | Skrining mental remaja dan rujukan | Alur skrining yang aman |
| Hayana | Kunjungan dan kelengkapan ANC | Dashboard ANC |
| Linda | Keluhan memori dan skrining | Formulir asesmen kognitif |
| Liza | Tren glukosa dan perawatan diri | Dashboard Prolanis |
| Deni | Edukasi dan konsumsi TTD | Rancangan pemantauan TTD |
| Mahasiswa | Fokus informatika | Luaran |
|---|---|---|
| Ari | Berat badan antardialisis, asupan cairan | Dashboard pemantauan HD |
| Anna | Gejala kemoterapi longitudinal | Rancangan patient-reported outcomes |
Catatan
Catatan: Produk pembelajaran boleh berupa model data, diagram alur, wireframe, atau dashboard simulasi—tidak wajib aplikasi siap pakai.
Fenomena: pasien kembali dirawat dalam 30 hari setelah pulang.
Fenomena: kesulitan memenuhi target pembatasan cairan.
Fenomena: informasi penting tidak konsisten saat pergantian shift.
flowchart TD A[1. Identify Phenomenon] --> B[2. Identify Data Needs] B --> C[3. Map Information Flow] C --> D[4. Identify Informatics Gap] D --> E[5. Design Improvement] E --> F[6. Evaluate Solution]
Tuliskan secara ringkas:
Pertanyaan refleksi: apa yang sudah diketahui dan apa yang masih asumsi?
| Elemen | Pertanyaan |
|---|---|
| Variabel | Apa yang perlu diketahui? |
| Definisi | Apa arti setiap variabel? |
| Sumber | Dari pasien, catatan, observasi, atau sistem? |
| Waktu | Kapan dan seberapa sering dicatat? |
| Penanggung jawab | Siapa memasukkan dan memverifikasi? |
| Kualitas | Bagaimana memeriksa data hilang, keliru, atau ganda? |
| Nama variabel | Definisi operasional | Tipe | Sumber |
|---|---|---|---|
patient_code |
Kode pseudonim pasien | Teks | Register penelitian |
discharge_date |
Tanggal keluar rawat | Tanggal | Rekam medis |
readmit_date |
Tanggal masuk kembali | Tanggal/NA | Rekam medis |
readmit_30d |
Readmisi dalam 30 hari | 0/1 | Variabel turunan |
Perhatian: tentukan cakupan readmisi (rumah sakit yang sama atau lintas fasilitas) dan pengecualian yang relevan.
flowchart LR A[Pasien / keluarga] --> B[Asesmen perawat] B --> C[Dokumentasi] C --> D[Ringkasan dan indikator] D --> E[Keputusan klinis] E --> F[Tindak lanjut] F -. Umpan balik .-> B
Tandai titik rawan: terlambat, tidak lengkap, tidak konsisten, duplikat, sulit diakses, tidak ditindaklanjuti.
Pilih intervensi paling sederhana yang memecahkan masalah:
Prinsip: jangan mulai dari “membuat aplikasi”; mulai dari kebutuhan pengguna dan keselamatan.
| Dimensi | Contoh indikator |
|---|---|
| Kualitas data | Kelengkapan, akurasi, konsistensi |
| Proses | Waktu dokumentasi, ketepatan eskalasi |
| Pengguna | Kemudahan, beban kerja, penerimaan |
| Keselamatan | Keterlambatan tindak lanjut, kesalahan informasi |
| Tata kelola | Kepatuhan hak akses dan audit |
Evaluasi sebelum–sesudah memerlukan perhatian pada bias dan faktor perancu.
Aktivitas:
Luaran: fenomena terpilih + kebutuhan data + data dictionary.
Aktivitas:
Luaran: catatan kualitas data + indikator + visualisasi.
Aktivitas:
Luaran: dua diagram alur + pernyataan informatics gap.
Aktivitas:
Luaran: prototipe konseptual + rencana evaluasi.
| Komponen | Bobot |
|---|---|
| Fenomena dan kebutuhan informasi | 15% |
| Rancangan data dan definisi operasional | 20% |
| Analisis alur informasi dan gap | 20% |
| Kesesuaian solusi dengan kebutuhan | 20% |
| Privasi, etika, keamanan, keselamatan | 10% |
| Rencana evaluasi | 15% |
| Total | 100% |
Apakah masalah yang Anda temukan benar-benar memerlukan aplikasi baru?
Diskusikan satu alternatif non-teknologi, satu alternatif perbaikan proses, dan satu alternatif teknologi. Bandingkan manfaat, risiko, biaya, dan kelayakannya.
Nursing Informatics bukan sekadar mengubah formulir kertas menjadi layar.
Tujuannya adalah membuat data yang tepat tersedia bagi orang yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk mendukung keputusan keperawatan yang aman dan bermakna.
Gunakan pedoman institusi dan standar nasional yang berlaku untuk implementasi klinis.
Penting
Gunakan data simulasi atau data yang telah diizinkan dan dilindungi untuk latihan kelas.
Tema: NEWS di ruang rawat inap
Alternatif 1
Pasien mengalami perburukan klinis meskipun tanda deteriorasi sudah muncul sebelumnya.
Alternatif 2
Tanda vital diukur, tetapi NEWS2 dan tindak lanjut berdasarkan skor belum konsisten.
Alternatif 3
Pengalaman dan kompetensi perawat berbeda dalam mengenali serta merespons deteriorasi.
Fokus penelusuran: Ketepatan deteksi, kepatuhan NEWS2, respons klinis
Tema: TB paru berulang — Puskesmas Sikur
Alternatif 1
Sebagian pasien yang telah sembuh atau menyelesaikan pengobatan kembali mengalami TB aktif.
Alternatif 2
Pasien pascapengobatan berbeda dalam mengenali gejala dan mencari pertolongan.
Alternatif 3
Paparan kontak, lingkungan rumah, atau komorbid mungkin berkaitan dengan episode TB berikutnya.
Fokus penelusuran: Bedakan relaps, reinfeksi, dan TB berulang
Tema: Kesehatan mental remaja SMK
Alternatif 1
Sebagian siswa menunjukkan gejala stres, kecemasan, atau depresi yang mengganggu aktivitas.
Alternatif 2
Tekanan akademik, praktik kerja, dan kesiapan kerja dihadapi dengan strategi coping berbeda.
Alternatif 3
Remaja dengan masalah emosional belum tentu memanfaatkan konseling atau mencari bantuan.
Fokus penelusuran: Gejala, coping, literasi, dan help-seeking
Tema: ANC ibu hamil di Puskesmas
Alternatif 1
Sebagian ibu hamil tidak menjalani kunjungan antenatal sesuai rekomendasi.
Alternatif 2
Kunjungan ANC terjadi, tetapi kelengkapan komponen pelayanan belum tentu sesuai standar.
Alternatif 3
Akses, dukungan keluarga, dan pengalaman pelayanan dapat menghambat kelanjutan ANC.
Fokus penelusuran: Bedakan jumlah kunjungan dan mutu isi layanan
Tema: Lama rawat pasien skizofrenia
Alternatif 1
Pasien dengan diagnosis sama menunjukkan variasi lama rawat inap.
Alternatif 2
Pasien yang membaik secara klinis masih dirawat akibat hambatan kesiapan keluarga atau dukungan sosial.
Alternatif 3
Riwayat rawat berulang mungkin terkait kebutuhan stabilisasi dan persiapan pulang.
Fokus penelusuran: Faktor klinis, sosial, dan kesiapan pulang
Tema: Readmisi 30 hari — RSJ Mutiara Sukma
Alternatif 1
Sebagian pasien kembali dirawat dalam 30 hari setelah pemulangan.
Alternatif 2
Keluarga berbeda dalam pengawasan obat, deteksi kekambuhan, dan dukungan sehari-hari.
Alternatif 3
Pasien layak pulang secara klinis masih mengalami hambatan dukungan dan tindak lanjut.
Fokus penelusuran: Early readmission, dukungan keluarga, transitional care
Tema: Keluhan daya ingat lansia — komunitas PSMTI
Alternatif 1
Lansia mengeluhkan penurunan daya ingat meski masih mandiri dalam aktivitas sehari-hari.
Alternatif 2
Keluhan daya ingat mungkin berbeda menurut aktivitas sosial, aktivitas kognitif, atau tidur.
Alternatif 3
Lansia memiliki persepsi dan strategi adaptasi berbeda terhadap perubahan daya ingat.
Fokus penelusuran: Bedakan keluhan subjektif dan gangguan kognitif objektif
Tema: Readmisi berulang pasien skizofrenia
Alternatif 1
Sebagian pasien mengalami beberapa episode rawat inap dalam periode tertentu.
Alternatif 2
Pasien dengan readmisi berulang mungkin berbeda dalam kepatuhan obat, gejala, dan akses layanan.
Alternatif 3
Kekambuhan masih terjadi meskipun pasien mendapat pengobatan dan edukasi sebelumnya.
Fokus penelusuran: Definisikan readmisi berulang dan periode observasi
Tema: Pasien baru vs berulang — RSJ Mutiara Sukma
Alternatif 1
Pasien pertama kali dirawat dan pasien dengan riwayat rawat berbeda dalam karakteristik klinis-psikososial.
Alternatif 2
Pola akses pelayanan dan keterlambatan mencari pertolongan mungkin berbeda.
Alternatif 3
Kebutuhan edukasi, dukungan keluarga, dan perencanaan pulang berpotensi berbeda.
Fokus penelusuran: Tegaskan definisi pasien baru dan berulang
Tema: Spiritualitas dan relaps pascarehabilitasi narkoba
Alternatif 1
Sebagian individu kembali menggunakan narkoba setelah menyelesaikan rehabilitasi.
Alternatif 2
Praktik dan keyakinan spiritual dimanfaatkan secara berbeda untuk menghadapi craving.
Alternatif 3
Pengalaman relaps dapat mengubah makna hidup, harapan, rasa bersalah, dan spiritualitas.
Fokus penelusuran: Spiritual coping, pengalaman relaps, makna pemulihan
Tema: Stres kerja perawat saat restrain
Alternatif 1
Perawat mengalami tekanan emosional saat restrain pasien yang agresif.
Alternatif 2
Perawat menghadapi konflik etik antara keselamatan dan pembatasan kebebasan pasien.
Alternatif 3
Restrain berulang mungkin terkait kelelahan emosional dan persepsi keamanan kerja.
Fokus penelusuran: Stres, moral distress, keselamatan kerja
Tema: Hand-over perawat — RSI Siti Hajar
Alternatif 1
Informasi klinis penting tidak selalu tersampaikan lengkap pada pergantian shift.
Alternatif 2
Struktur komunikasi, durasi, dan kelengkapan hand-over bervariasi antarruangan.
Alternatif 3
Pengetahuan komunikasi terstruktur belum selalu diterapkan dalam hand-over kompleks.
Fokus penelusuran: Kelengkapan SBAR dan kebutuhan simulation-based learning
Tema: Pembatasan cairan pasien hemodialisis
Alternatif 1
Sebagian pasien mengalami peningkatan berat badan antardialisis melebihi target individual.
Alternatif 2
Pasien mengetahui anjuran tetapi sulit mengendalikan haus dan asupan cairan.
Alternatif 3
Dukungan keluarga, kebiasaan makan, dan strategi diri mungkin terkait kepatuhan.
Fokus penelusuran: IDWG, rasa haus, dan self-management
Tema: Beban kerja mental perawat IGD dan ICU
Alternatif 1
Keputusan cepat dan tugas simultan berpotensi meningkatkan beban mental.
Alternatif 2
Beban mental berbeda meski jumlah pasien serupa akibat kompleksitas kasus.
Alternatif 3
Beban mental tinggi mungkin berkaitan dengan gangguan konsentrasi atau kelelahan kognitif.
Fokus penelusuran: Mental workload, kompleksitas, keselamatan
Tema: Penggunaan APD perawat dan bidan
Alternatif 1
Pengetahuan kewaspadaan standar belum selalu diikuti penggunaan APD sesuai indikasi.
Alternatif 2
Kepatuhan bervariasi menurut tindakan, ketersediaan APD, dan situasi pelayanan.
Alternatif 3
Kenyamanan, komunikasi, dan mobilitas dapat menghambat penggunaan APD konsisten.
Fokus penelusuran: Kepatuhan sesuai indikasi, risiko, budaya keselamatan
Tema: Pasien kemoterapi rawat inap
Alternatif 1
Kelelahan terkait kanker bervariasi dan mengganggu aktivitas serta kualitas hidup.
Alternatif 2
Pasien berbeda dalam mengelola mual, muntah, dan gangguan nafsu makan.
Alternatif 3
Kecemasan dan ketidakpastian pengobatan memengaruhi kebutuhan dukungan.
Fokus penelusuran: Cancer-related fatigue, symptom burden, psikososial
Tema: Glukosa darah pasien Prolanis — Puskesmas Gangga
Alternatif 1
Sebagian pasien menunjukkan glukosa darah puasa yang tetap tinggi atau meningkat.
Alternatif 2
Partisipasi rutin Prolanis belum tentu disertai kontrol glikemik baik.
Alternatif 3
Kepatuhan obat, diet, dan aktivitas fisik bervariasi meski ada edukasi.
Fokus penelusuran: Perawatan diri, kepatuhan, kontrol glikemik
Tema: Pencegahan anemia remaja putri
Alternatif 1
Sebagian remaja belum memahami faktor risiko, gejala, dan pencegahan anemia.
Alternatif 2
Pengetahuan manfaat tablet tambah darah tidak selalu diikuti konsumsi konsisten.
Alternatif 3
Pola makan, persepsi tubuh, dan teman sebaya mungkin memengaruhi pencegahan anemia.
Fokus penelusuran: Literasi, perilaku, kepatuhan tablet tambah darah
Luaran: satu halaman phenomenon-to-information map per mahasiswa.
