Perspektif untuk Magister Keperawatan
Right information, right nurse, right decision
Praktik keperawatan semakin data-driven
Kompleksitas sistem layanan meningkat
Keputusan klinis, manajerial, dan kebijakan berbasis data
Perawat S2 = knowledge & decision leader
Nursing Informatics adalah:
Integrasi keperawatan, ilmu informasi, dan teknologi
untuk mengoptimalkan keputusan klinis, sistem layanan, dan outcome pasien serta populasi
Fokus
Individu → sistem → kebijakan
Dokumentasi manual
Dokumentasi elektronik
Clinical Decision Support
Predictive analytics
AI-augmented nursing practice
Ingat!
👉 Informatics ≠ IT semata
Data: observasi klinis
Information: data terstruktur
Knowledge: interpretasi berbasis evidence
Wisdom: keputusan profesional & etis
Catatan
📌 Peran perawat S2 dominan di knowledge → wisdom
Tidak.
SIMRS = alat / platform
Nursing Informatics = cara berpikir & mengambil keputusan
📍 SIMRS tanpa informatics → administrasi
📍 Informatics tanpa refleksi → risiko bias sistem
❌ Nursing informatics = mengisi SIMRS
❌ Informatics adalah urusan IT
❌ Sistem selalu benar
✅ Yang benar:
Informatics harus mendukung clinical judgment, bukan menggantikannya
Informatika Keperawatan Klinis
Informatika Riset Keperawatan
Informatika Manajemen Keperawatan
Informatika Pendidikan Keperawatan
Informatika Kebijakan & Etik Keperawatan
| Domain Kurikulum S2 | Contoh Tools | Fungsi | Peran Perawat S2 |
|---|---|---|---|
| Informatika Klinis | SIMRS, EHR, CDS | Keputusan klinis | Patient safety |
| Informatika Riset | Zotero, ResearchRabbit, Bibliometrics | Sintesis evidence | Evidence-based nursing |
| Informatika Manajemen | Dashboard mutu, staffing analytics | Evaluasi layanan | Leadership |
| Informatika Pendidikan | LMS, e-portfolio | Evaluasi kompetensi | Pengembangan SDM |
| Informatika Kebijakan | Registri, guideline system | Tata kelola | Kebijakan berbasis data |
Informatics mendukung:
Pattern recognition
Risk stratification
Pengurangan cognitive load
⚠️ Risiko:
Alert fatigue
Automation bias
Over-standardization
Kontribusi utama:
Reduksi error
Standardisasi handover
Audit berbasis data
Quality improvement
📊 Data keperawatan = aset keselamatan pasien
Secondary use of EHR data
Bibliometrics & topic mapping
Real-world evidence
Outcome keperawatan berbasis populasi
Isu utama:
Privasi & keamanan data
Kepemilikan data
Bias algoritma
Akuntabilitas keputusan berbasis sistem
📌 Informatics ≠ value neutral
Fakta operasional
Jumlah pasien
BOR, LOS
Beban kerja perawat
Insiden keselamatan
Jam lembur, absensi
Menjawab: “Apa yang sedang terjadi di unit?”
➡️ Tugas level staf & sistem informasi
Data yang telah diolah & bermakna
Tren BOR meningkat
Rasio perawat–pasien tidak seimbang
Peningkatan medication error shift malam
Menjawab: “Bagaimana kinerja unit saat ini?”
➡️ EEI – Essential Elements of Information = informasi minimum yang wajib dimiliki manajer untuk memahami situasi unit
Informasi + pengalaman manajerial
Hubungan beban kerja dengan insiden
Pola risiko pada shift tertentu
Dampak staffing terhadap mutu layanan
Menjawab: “Mengapa masalah ini terjadi?”
➡️ Di sinilah clinical leadership bekerja
➡️ Peran middle manager sangat dominan
Keputusan strategis & prioritas
Penyesuaian staffing
Eskalasi ke manajemen RS
Redistribusi SDM
Intervensi sistem
Menjawab: “Keputusan apa yang HARUS diambil sekarang?”
➡️ CCIR – Critical Clinical/Managerial Information = informasi paling krusial untuk keselamatan pasien & keberlanjutan layanan
Informasi internal yang harus dilindungi
Data insiden
Evaluasi kinerja staf
Kelemahan sistem unit
Rencana strategis
📌 Etika, profesionalisme, dan tata kelola
Manajer keperawatan tidak sibuk mengumpulkan data, tetapi memilih data mana yang layak menjadi dasar keputusan.
Terlalu banyak data
Terlambat mengambil keputusan
➡️ Bukan kurang informasi, tapi gagal menentukan CCIR harus tahu mana yang PIR (priority information requirement) dan SIR (specific information requirement)
Leadership = kemampuan menyaring informasi penting di tengah kompleksitas.
Laporan → Information
Analisis → Knowledge
Tindakan tepat waktu → Wisdom
S2 keperawatan bukan sekadar “perawat lebih pintar”, tetapi pemimpin yang mengubah sistem pelayanan.
AI-assisted nursing decisions
Predictive staffing
Precision nursing
Integrasi data klinik & populasi
Dari data ke wisdom, dari perawat ke pemimpin. Keputusan Anda menentukan keselamatan pasien dan kualitas layanan.
Pertanyaan kunci:
Apakah teknologi memperkuat profesionalisme perawat?
Nursing informatics ≠ software
Informatics = kompetensi strategis perawat S2
Perawat adalah decision-maker berbasis data
Pertanyaan Reflektif:
Pernahkah sistem (SIMRS/CDS) membantu keputusan Anda?
Pernahkah justru mengganggu?
Instruksi:
Pikirkan 1 pengalaman nyata
Jawab 2 hal:
Apa manfaat sistemnya?
Apa risiko atau keterbatasannya?
Diskusi cepat (2–3 responden):
Apakah sistem memperkuat atau melemahkan clinical judgment?
Pertanyaan:
Dari mana biasanya Anda menemukan artikel ilmiah?
Bagaimana Anda tahu topik itu masih relevan?
Diskusi Pasangan (3 menit):
Apa risiko jika kita hanya bergantung pada “artikel yang mudah ditemukan”?
Di mana posisi tools seperti Zotero / ResearchRabbit?
Pesan kunci:
Evidence-based practice dimulai dari evidence discovery yang cerdas
Pertanyaan Pemantik:
Instruksi:
Sebutkan 1 data keperawatan
Untuk keputusan apa data itu digunakan?
Diskusi:
Apakah data yang kita kumpulkan saat ini benar-benar dipakai untuk keputusan?
Pertanyaan:
Voting cepat (angkat tangan / polling):
Lebih banyak membantu
Netral
Berisiko menurunkan kualitas
Refleksi:
Teknologi pendidikan harus dinilai dari dampaknya pada clinical reasoning
Skenario:
Sistem memberi rekomendasi tindakan, tetapi secara klinis Anda tidak setuju.
Pertanyaan:
Apakah Anda mengikuti sistem?
Siapa yang bertanggung jawab atas keputusan?
Pesan reflektif:
Informatics tidak pernah bebas nilai
