Pemeriksaan Laboratorium Sistem Uropoietika

High Yield Review

Mohammad Rizki

FKIK Universitas Mataram

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa mampu:

  • Memilih pemeriksaan laboratorium yang sesuai
  • Menginterpretasi hasil urinalisis
  • Mengenali pola laboratorium penyakit ginjal
  • Menginterpretasi AKI dan CKD
  • Menghubungkan hasil laboratorium dengan diagnosis klinis

Pemeriksaan Laboratorium: Gambaran Umum

Urine

  • Urinalisis
  • Sedimen urine
  • Protein urine
  • Albumin urine
  • Kultur urine
  • Elektrolit urine

Darah

  • Kreatinin
  • Ureum (BUN)
  • eGFR
  • Cystatin C
  • Elektrolit
  • Analisis gas darah

High Yield: Jangan menghafal semua pemeriksaan. Ketahui indikasi, interpretasi, dan keterbatasannya.

Fungsi Ginjal ↔︎ Pemeriksaan Laboratorium

Setiap pemeriksaan laboratorium sebenarnya mengukur salah satu fungsi ginjal.

Fungsi Ginjal Pemeriksaan Interpretasi
Filtrasi Kreatinin GFR
Filtrasi eGFR Stadium CKD
Filtrasi Cystatin C Estimasi GFR
Reabsorpsi Berat jenis urine, FENa Integritas tubulus
Sekresi Kalium, H+/NH4+, pH urine Ekskresi asam
Ekskresi Ureum, asam urat Produk sisa metabolisme
Homeostasis cairan Natrium, osmolalitas Keseimbangan cairan
Fungsi endokrin Hb, Ca-P-PTH EPO, aktivasi vitamin D

High Yield: Jangan menghafal pemeriksaannya. Pahami fungsi ginjal yang sedang dinilai.

Enam Fungsi Utama Ginjal

1. Filtrasi

Menyaring plasma

2. Reabsorpsi

Menyerap kembali zat yang dibutuhkan

3. Sekresi

Mengeluarkan zat tertentu ke lumen tubulus

4. Ekskresi

Membuang produk sisa metabolisme

5. Homeostasis

Menjaga keseimbangan cairan & elektrolit

6. Endokrin

Fungsi hormonal dan metabolik

Filtrasi

Ginjal menyaring sekitar 180 L filtrat/hari, tetapi hanya 1–2 L menjadi urin.

Pemeriksaan

  • Kreatinin

  • eGFR

  • Cystatin C

  • Ureum

Gangguan

GFR menurun → Kreatinin meningkat → eGFR menurun

High Yield

Kreatinin mulai meningkat setelah GFR turun cukup bermakna.

Kreatinin

Kreatinin dipengaruhi oleh:

  • Massa otot

  • Umur

  • Jenis kelamin

  • Ras

  • Diet

Jangan hanya melihat kreatinin!

eGFR

Lebih penting daripada kreatinin. Stadium CKD berdasarkan eGFR:

eGFR Stadium
≥ 90 G1
60–89 G2
45–59 G3a
30–44 G3b
15–29 G4
< 15 G5

Reabsorpsi

Tubulus mereabsorpsi 99% air, hampir seluruh glukosa, sebagian besar natrium, bikarbonat, dan asam amino.

Pemeriksaan

  • Berat jenis urine

  • FENa

  • FEUrea

Gangguan

  • Glukosuria

  • Natriuresis

  • Poliuria

  • Isostenuria

High Yield Isostenuria menandakan hilangnya kemampuan tubulus memekatkan urine — khas pada CKD lanjut.

Sekresi Tubulus

Tubulus mensekresikan H+, NH4+, kalium, sebagian kreatinin, dan obat-obatan ke lumen tubulus.

Pemeriksaan

  • Kalium serum

  • AGD

  • pH urine

Gangguan Gangguan sekresi H+ → Asidosis metabolik

High Yield Asidosis metabolik non-anion gap sering menandakan gangguan sekresi tubulus (RTA).

Ekskresi

Muara akhir dari filtrasi dan sekresi: produk sisa metabolisme dikeluarkan bersama urine.

Pemeriksaan

  • Ureum (BUN)

  • Kreatinin

  • Asam urat

Gangguan Penumpukan produk sisa → uremia (mual, lemah, penurunan kesadaran pada kasus berat)

High Yield Ekskresi = hasil gabungan filtrasi + sekresi, sehingga ureum dan kreatinin dipakai sebagai penanda fungsi ginjal secara keseluruhan.

Homeostasis Cairan dan Elektrolit

Ginjal menjaga keseimbangan natrium, kalium, klorida, air, dan osmolalitas.

Pemeriksaan

  • Elektrolit serum

  • Elektrolit urine

  • Osmolalitas

  • Berat jenis urine

Gangguan Hiponatremia/hipernatremia, hiperkalemia, gangguan volume cairan

High Yield Gangguan homeostasis elektrolit sering muncul lebih awal daripada kenaikan kreatinin.

Fungsi Endokrin Ginjal

Ginjal berperan sebagai organ endokrin melalui tiga jalur: eritropoietin, aktivasi vitamin D, dan sistem RAAS.

Pemeriksaan

  • Hb (jalur EPO)

  • Kalsium, Fosfat, PTH (jalur vitamin D)

  • Tekanan darah, elektrolit (jalur RAAS)

Gangguan (pada CKD) - EPO ↓ → anemia normositik normokrom - Vitamin D ↓ → hipokalsemia → hiperparatiroidisme sekunder - RAAS terganggu → hipertensi renal

High Yield Anemia pada CKD tanpa defisiensi besi/folat/B12 → curigai defisiensi eritropoietin.

Kerusakan Ginjal → Pemeriksaan Apa yang Berubah?

flowchart TD
    R[Kerusakan Ginjal] --> G[Glomerulus rusak]
    R --> T[Tubulus rusak]
    R --> I[Interstisium rusak]
    R --> CKD[CKD lanjut]

    G --> G1[Proteinuria]
    G --> G2[Hematuria]
    G --> G3[RBC cast]
    G --> G4[GFR turun]

    T --> T1[Gangguan konsentrasi urine]
    T --> T2[Elektrolit abnormal]
    T --> T3[Granular cast]
    T --> T4[FENa meningkat]

    I --> I1[Leukosit urine]
    I --> I2[WBC cast]
    I --> I3[Gangguan fungsi tubulus]

    CKD --> C1[Kreatinin naik]
    CKD --> C2[eGFR turun]
    CKD --> C3[Hb turun]
    CKD --> C4[Kalsium turun]
    CKD --> C5[Fosfat naik]
    CKD --> C6[PTH naik]

Korelasi Klinis: Lokasi Kerusakan vs Pemeriksaan

Lokasi Fungsi Dominan Pemeriksaan Laboratorium
Glomerulus Filtrasi Kreatinin, eGFR, proteinuria, hematuria
Tubulus proksimal Reabsorpsi massal Glukosuria, bikarbonaturia, FENa
Lengkung Henle Gradien osmotik Osmolalitas urine, berat jenis
Tubulus distal Regulasi Na⁺ dan Ca²⁺ Natrium, kalsium
Duktus kolektivus Konsentrasi urine Osmolalitas, pH urine, kalium

High Yield: Kelainan glomerulus terutama menyebabkan proteinuria dan hematuria, sedangkan kelainan tubulus terutama menyebabkan gangguan reabsorpsi, gangguan elektrolit, dan ketidakmampuan memekatkan urine.

Algoritme Pemeriksaan

flowchart TD
    A[Keluhan pasien]

    A --> B{Infeksi?}
    A --> C{Gangguan fungsi ginjal?}
    A --> D{Proteinuria?}
    A --> E{Hematuria?}

    B --> UA[Urinalisis]
    B --> UC[Kultur urine]

    C --> Cr[Kreatinin]
    C --> eGFR[eGFR]
    C --> Electro[Elektrolit]

    D --> ACR[Albumin/Kreatinin]
    D --> PCR[Protein/Kreatinin]

    E --> Sedimen[Sedimen urine]

Urinalisis = Pemeriksaan Pertama

Makroskopik Warna, kejernihan, berat jenis, bau

  1. Dipstick Protein, darah, leukosit esterase, nitrit, glukosa, keton
  1. Sedimen Eritrosit, leukosit, kristal, silinder (cast)

High Yield: Hampir semua penyakit ginjal dimulai dari urinalisis.

Pemeriksaan Makroskopik

Parameter Makna Klinis
Warna Hematuria, bilirubin, obat
Kejernihan Kristal, bakteri
Berat jenis Konsentrasi urine
Bau Keton, infeksi

High Yield: Berat Jenis Urine

Berat jenis rendah terus-menerus → gangguan kemampuan konsentrasi ginjal.

Dipstick High Yield

Parameter Penyakit Penting
Protein CKD, GN
Darah Batu, GN
Leukocyte esterase ISK
Nitrit Bakteri Gram negatif
Glukosa DM
Keton DKA
Bilirubin Penyakit hati

Dipstick Pitfalls

False Positive - Darah → mioglobin - Protein → urine alkalis - Nitrit → kontaminasi

False Negative - Nitrit → bakteri non nitrate reducing - Leukosit → vitamin C - Protein → mikroalbumin

Kultur Urin

Ketika dipstick mencurigakan infeksi tapi butuh konfirmasi/identifikasi bakteri:

  • ISK komplikata
  • Gagal terapi
  • Kehamilan
  • Pyelonefritis
  • Urosepsis

Sedimen Urin

Yang wajib dikenali:

  • Eritrosit
  • Leukosit
  • Epitel
  • Bakteri
  • Kristal
  • Silinder

High Yield Casts

Cast Diagnosis
Hyaline Dehidrasi
RBC cast Glomerulonefritis
WBC cast Pielonefritis
Granular ATN
Waxy CKD lanjut

RBC cast = Glomerulus sampai terbukti bukan

Kristal

Kristal Hubungan
Calcium oxalate Batu ginjal
Uric acid Gout
Triple phosphate ISK Proteus
Cystine Cystinuria

Proteinuria

Pemeriksaan:

  • Dipstick
  • PCR
  • ACR
  • 24 jam (jarang)

High Yield: ACR adalah pemeriksaan pilihan untuk albuminuria pada diabetes.

Albuminuria

ACR Interpretasi
< 30 Normal
30–300 Moderately increased
> 300 Severely increased

AKI

Diagnosis — kenaikan kreatinin:

  • ≥ 0,3 mg/dL dalam 48 jam, atau
  • ≥ 1,5 kali baseline, atau
  • Oliguria

High Yield AKI

BUN/Kreatinin:

Rasio Kemungkinan
> 20 Prerenal
10–15 ATN

Tidak absolut!

FENa

Fractional Excretion of Sodium:

Nilai Interpretasi
< 1% Prerenal
> 2% ATN

Pemeriksaan Tambahan

Cystatin C

Alternatif eGFR yang tidak dipengaruhi massa otot

Osmolalitas & Elektrolit Urine Menilai kemampuan konsentrasi dan keseimbangan cairan

Protein Electrophoresis & Immunofixation Deteksi light chain monoklonal (Bence Jones), curiga multiple myeloma bila protein total ↑ tapi dipstick negatif

Pola High Yield

Penyakit Temuan
GN Protein + RBC cast
Nefrotik Protein masif
ISK Nitrit + LE
Batu Hematuria + kristal
ATN Granular cast
CKD Waxy cast

Clinical Pearls

Jangan menghafal angka. Lebih penting mengetahui:

Pemeriksaan Apa

Pilih pemeriksaan yang sesuai indikasi klinis

Kapan Dilakukan

Waktu dan konteks klinis yang tepat

Bagaimana Interpretasinya

Hubungkan dengan fungsi ginjal yang dinilai

Apa Keterbatasannya

Ketahui false positive/negative dan faktor perancu

Take Home Messages

  • ✅ Urinalisis adalah pemeriksaan awal
  • ✅ Sedimen urine memberikan diagnosis spesifik
  • ✅ eGFR lebih bermakna daripada kreatinin
  • ✅ Albuminuria merupakan marker awal CKD
  • ✅ Cast urine sering menjadi kunci diagnosis

Soal Latihan

Pria 22 tahun mengalami edema setelah faringitis.

Laboratorium: Protein +, hematuria, RBC cast.

Diagnosis paling mungkin?

A. Pielonefritis B. Batu ginjal C. Glomerulonefritis akut D. Sistitis E. ATN

Jawaban: C

Ringkasan Satu Slide

  • 🩸 RBC cast → GN
  • 🦠 Nitrit + LE → ISK
  • 🧂 FENa < 1% → Prerenal
  • 📉 eGFR → Stadium CKD
  • 🧪 ACR → Albuminuria
  • 🧱 Granular cast → ATN
  • 🏛️ Waxy cast → CKD

Bank Soal Latihan

Soal 1. Memilih Pemeriksaan Awal

Laki-laki 21 tahun, urine cokelat sejak kemarin, 2 minggu sebelumnya faringitis tidak diobati. Edema palpebra, TD 160/95 mmHg. Dokter menduga glomerulonefritis akut.

Pemeriksaan apa yang paling tepat mengonfirmasi perdarahan berasal dari glomerulus?

A. Kultur urine

B. Dipstick nitrit

C. Pemeriksaan sedimen urine

D. Osmolalitas urine

E. Berat jenis urine

Soal 2. Memilih Marker Fungsi Ginjal

Perempuan 74 tahun dengan massa otot sangat rendah, akan menerima obat nefrotoksik. Kreatinin serum dikhawatirkan tidak mencerminkan fungsi ginjal sebenarnya.

Pemeriksaan apa yang paling tepat memperkirakan GFR pada pasien ini?

A. Ureum serum

B. Rasio BUN/kreatinin

C. Cystatin C

D. Dipstick urine

E. Berat jenis urine

Soal 3. Gangguan Segmen Nefron

Laki-laki 37 tahun: glukosuria, fosfaturia, aminoasiduria, dan bikarbonaturia meski glukosa darah normal.

Kerusakan paling mungkin terjadi pada bagian nefron yang berfungsi:

A. Filtrasi protein plasma

B. Reabsorpsi sebagian besar filtrat

C. Pembentukan gradien osmotik medula

D. Reabsorpsi natrium yang dipengaruhi aldosteron

E. Reabsorpsi air yang dipengaruhi ADH

Soal 4. Interpretasi AKI

Laki-laki 60 tahun, perdarahan gastrointestinal masif. Kreatinin naik 0,9 → 1,8 mg/dL dalam 24 jam. BUN/kreatinin 30, FENa 0,4%.

Mekanisme yang paling mungkin?

A. Kerusakan membran basal glomerulus

B. Penurunan perfusi ginjal

C. Nekrosis epitel tubulus

D. Obstruksi ureter bilateral

E. Deposisi kompleks imun

Soal 5. Setelah Syok

Pasien syok septik dengan hipotensi berkepanjangan. Dua hari kemudian kreatinin naik menjadi 3,1 mg/dL. Sedimen urine: banyak granular cast cokelat.

Temuan laboratorium lain yang paling mungkin?

A. FENa < 1%

B. Proteinuria nefrotik

C. FENa > 2%

D. RBC cast

E. Nitrit positif

Soal 6. Albuminuria

Laki-laki 53 tahun dengan DM tipe 2, kontrol rutin. Kreatinin normal, eGFR > 90 mL/menit/1,73 m².

Pemeriksaan paling sensitif untuk mendeteksi nefropati diabetik dini?

A. Dipstick protein

B. Protein urine 24 jam

C. Rasio albumin/kreatinin urine

D. Kreatinin serum

E. Ureum serum

Soal 7. Bence Jones

Laki-laki 68 tahun: nyeri tulang, anemia, penurunan fungsi ginjal. Dipstick urine protein negatif, tetapi protein urine total meningkat.

Penjelasan paling tepat mengenai hasil tersebut?

A. Dipstick terutama mendeteksi albumin

B. Proteinuria pasti berasal dari glomerulus

C. Proteinuria disebabkan hemoglobin

D. Dipstick lebih sensitif terhadap light chain

E. Protein urine total kurang sensitif dibanding dipstick

Soal 8. Gangguan Konsentrasi Urin

Pasien CKD lanjut, berat jenis urine menetap ~1,010 meski dehidrasi ringan.

Gangguan fisiologis yang paling mungkin?

A. Penurunan filtrasi glomerulus saja

B. Hilangnya kemampuan membentuk gradien osmotik medula

C. Peningkatan sekresi aldosteron

D. Peningkatan reabsorpsi glukosa

E. Peningkatan sekresi eritropoietin

Soal 9. Fungsi Endokrin Ginjal

Pasien CKD stadium G5 dengan anemia normositik normokrom meski besi, folat, dan B12 normal.

Gangguan produksi hormon apa yang paling mungkin bertanggung jawab?

A. Renin

B. Aldosteron

C. Eritropoietin

D. Kortisol

E. ADH

Soal 10. Integrasi Fungsi Nefron

Laki-laki 28 tahun dengan glomerulonefritis akut. Membran filtrasi glomerulus kehilangan kemampuan mempertahankan molekul bermuatan negatif.

Temuan laboratorium yang paling mungkin muncul pertama kali?

A. Albuminuria

B. Glukosuria

C. Hiperkalemia

D. Nitrit positif

E. Bakteriuria