High Yield Review
Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa mampu:
High Yield
Jangan menghafal semua pemeriksaan. Ketahui indikasi, interpretasi, dan keterbatasannya.
Setiap pemeriksaan laboratorium sebenarnya mengukur salah satu fungsi ginjal.
| Fungsi Ginjal | Pemeriksaan | Interpretasi |
|---|---|---|
| Filtrasi | Kreatinin | GFR |
| Filtrasi | eGFR | Stadium CKD |
| Filtrasi | Cystatin C | Estimasi GFR |
| Reabsorpsi | Berat jenis urine, FENa | Integritas tubulus |
| Sekresi | Kalium, H+/NH4+, pH urine | Ekskresi asam |
| Ekskresi | Ureum, asam urat | Produk sisa metabolisme |
| Homeostasis cairan | Natrium, osmolalitas | Keseimbangan cairan |
| Fungsi endokrin | Hb, Ca-P-PTH | EPO, aktivasi vitamin D |
High Yield
Jangan menghafal pemeriksaannya. Pahami fungsi ginjal yang sedang dinilai.
1. Filtrasi
Menyaring plasma
2. Reabsorpsi
Menyerap kembali zat yang dibutuhkan
3. Sekresi
Mengeluarkan zat tertentu ke lumen tubulus
4. Ekskresi
Membuang produk sisa metabolisme
5. Homeostasis
Menjaga keseimbangan cairan & elektrolit
6. Endokrin
Fungsi hormonal dan metabolik
Ginjal menyaring sekitar 180 L filtrat/hari, tetapi hanya 1–2 L menjadi urine.
Kreatinin
eGFR
Cystatin C
Ureum
GFR menurun → Kreatinin meningkat → eGFR menurun
Kreatinin mulai meningkat setelah GFR turun cukup bermakna.
Kreatinin dipengaruhi oleh:
Massa otot
Umur
Jenis kelamin
Ras
Diet
Oleh karena itu, jangan hanya melihat kreatinin! Lihat eGFR!
Lebih penting daripada kreatinin. Stadium CKD berdasarkan eGFR:
| eGFR | Stadium |
|---|---|
| ≥ 90 | G1 |
| 60–89 | G2 |
| 45–59 | G3a |
| 30–44 | G3b |
| 15–29 | G4 |
| < 15 | G5 |
Tubulus mereabsorpsi 99% air, hampir seluruh glukosa, sebagian besar natrium, bikarbonat, dan asam amino.
Berat jenis urine
FENa
FEUrea
Glukosuria
Natriuresis
Poliuria
Isostenuria
Isostenuria menandakan hilangnya kemampuan tubulus memekatkan urine — khas pada CKD lanjut.
Tubulus mensekresikan H+, NH4+, kalium, sebagian kreatinin, dan obat-obatan ke lumen tubulus.
Kalium serum
AGD
pH urine
Gangguan sekresi H+ → Asidosis metabolik
Asidosis metabolik non-anion gap sering menandakan gangguan sekresi tubulus (RTA).
Muara akhir dari filtrasi dan sekresi: produk sisa metabolisme dikeluarkan bersama urine.
Ureum (BUN)
Kreatinin
Asam urat
Penumpukan produk sisa → uremia (mual, lemah, penurunan kesadaran pada kasus berat)
Ekskresi = hasil gabungan filtrasi + sekresi, sehingga ureum dan kreatinin dipakai sebagai penanda fungsi ginjal secara keseluruhan.
Ginjal menjaga keseimbangan natrium, kalium, klorida, air, dan osmolalitas.
Elektrolit serum
Elektrolit urine
Osmolalitas
Berat jenis urine
Hiponatremia/hipernatremia, hiperkalemia, gangguan volume cairan
Gangguan homeostasis elektrolit sering muncul lebih awal daripada kenaikan kreatinin.
Ginjal berperan sebagai organ endokrin melalui tiga jalur: eritropoietin, aktivasi vitamin D, dan sistem RAAS.
Hb (jalur EPO)
Kalsium, Fosfat, PTH (jalur vitamin D)
Tekanan darah, elektrolit (jalur RAAS)
Gangguan (pada CKD) - EPO ↓ → anemia normositik normokrom - Vitamin D ↓ → hipokalsemia → hiperparatiroidisme sekunder - RAAS terganggu → hipertensi renal
Anemia pada CKD tanpa defisiensi besi/folat/B12 → curigai defisiensi eritropoietin.
Pemeriksaan apa yang berubah saat ada kerusakan ginjal?
| Lokasi | Fungsi Dominan | Pemeriksaan Laboratorium |
|---|---|---|
| Glomerulus | Filtrasi | Kreatinin, eGFR, proteinuria, hematuria |
| Tubulus proksimal | Reabsorpsi massal | Glukosuria, bikarbonaturia, FENa |
| Lengkung Henle | Gradien osmotik | Osmolalitas urine, berat jenis |
| Tubulus distal | Regulasi Na⁺ dan Ca²⁺ | Natrium, kalsium |
| Duktus kolektivus | Konsentrasi urine | Osmolalitas, pH urine, kalium |
High Yield: Kelainan glomerulus terutama menyebabkan proteinuria dan hematuria, sedangkan kelainan tubulus terutama menyebabkan gangguan reabsorpsi, gangguan elektrolit, dan ketidakmampuan memekatkan urine.
Infeksi: urinalisis dapat membantu evaluasi; kultur urine dipilih berdasarkan indikasi klinis, bukan wajib pada semua ISK tanpa komplikasi.
Fungsi ginjal: kreatinin dan eGFR saling berkaitan karena eGFR umumnya dihitung dari kreatinin serum, bukan pemeriksaan independen.
Proteinuria: ACR umumnya diprioritaskan untuk evaluasi albuminuria pada CKD; PCR digunakan pada indikasi tertentu.
Hematuria: mikroskopi sedimen membantu konfirmasi hematuria dan identifikasi morfologi eritrosit atau silinder.
Warna, kejernihan, berat jenis, bau
Protein, darah, leukosit esterase, nitrit, glukosa, keton
Eritrosit, leukosit, kristal, silinder (cast)
High Yield: Hampir semua penyakit ginjal dimulai dari urinalisis.
| Parameter | Makna Klinis |
|---|---|
| Warna | Hematuria, bilirubin, obat |
| Kejernihan | Kristal, bakteri |
| Berat jenis | Konsentrasi urine |
| Bau | Keton, infeksi |
Berat jenis rendah terus-menerus → gangguan kemampuan konsentrasi ginjal.
| Parameter | Penyakit Penting |
|---|---|
| Protein | CKD, GN |
| Darah | Batu, GN |
| Leukocyte esterase | ISK |
| Nitrit | Bakteri Gram negatif |
| Glukosa | DM |
| Keton | DKA |
| Bilirubin | Penyakit hati |
Darah → mioglobin
Protein → urine alkalis
Nitrit → kontaminasi
Nitrit → bakteri non nitrate reducing
Leukosit → vitamin C
Protein → mikroalbumin
Dikerjakan ketika urine stick mengarah ke infeksi tapi butuh konfirmasi/identifikasi bakteri:
Yang wajib dikenali:
| Cast | Diagnosis |
|---|---|
| Hyaline | Dehidrasi |
| RBC cast | Glomerulonefritis |
| WBC cast | Pielonefritis |
| Granular | ATN |
| Waxy | CKD lanjut |
RBC cast = Glomerulus sampai terbukti bukan
| Kristal | Hubungan |
|---|---|
| Calcium oxalate | Batu ginjal |
| Uric acid | Gout |
| Triple phosphate | ISK Proteus |
| Cystine | Cystinuria |
Pemeriksaan:
High Yield: ACR adalah pemeriksaan pilihan untuk albuminuria pada diabetes.
| ACR | Interpretasi |
|---|---|
| < 30 | Normal |
| 30–300 | Moderately increased |
| > 300 | Severely increased |
Diagnosis — kenaikan kreatinin:
BUN/Kreatinin:
| Rasio | Kemungkinan |
|---|---|
| > 20 | Prerenal |
| 10–15 | ATN |
Tidak absolut!
Fractional Excretion of Sodium:
| Nilai | Interpretasi |
|---|---|
| < 1% | Prerenal |
| > 2% | ATN |
Alternatif eGFR yang tidak dipengaruhi massa otot
Urine Menilai kemampuan konsentrasi dan keseimbangan cairan
Deteksi light chain monoklonal (Bence Jones), curiga multiple myeloma bila protein total ↑ tapi urine stick negatif
| Penyakit | Temuan |
|---|---|
| GN | Protein + RBC cast |
| Nefrotik | Protein masif |
| ISK | Nitrit + LE |
| Batu | Hematuria + kristal |
| ATN | Granular cast |
| CKD | Waxy cast |
Jangan menghafal angka. Lebih penting mengetahui:
Pilih pemeriksaan yang sesuai indikasi klinis
Waktu dan konteks klinis yang tepat
Hubungkan dengan fungsi ginjal yang dinilai
Ketahui false positive/negative dan faktor perancu
Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang dengan keluhan urine berwarna kemerahan sejak dua hari terakhir. Pasien juga mengeluhkan pembengkakan di sekitar kedua mata, terutama saat bangun tidur. Dua minggu sebelumnya, pasien mengalami nyeri tenggorokan yang telah membaik tanpa pengobatan. Tekanan darah 155/95 mmHg. Hasil pemeriksaan laboratorium seperti berikut ini.
| Pemeriksaan | Hasil |
|---|---|
| Kreatinin serum | 1,6 mg/dL |
| Protein urine | ++ |
| Eritrosit urine | 40–50/LPB |
| Leukosit urine | 2–4/LPB |
| Silinder eritrosit | Positif |
Apakah diagnosis yang paling tepat?
A. Pielonefritis akut
B. Nefrolitiasis
C. Glomerulonefritis akut
D. Sistitis akut
E. Nekrosis tubular akut
Jawaban: C
Terima kasih 🔥

© 2026 - FKIK Universitas Mataram