coretan

Belajar Metode Penelitian = Belajar Cara Berpikir

width=“80%”


Dari Pertanyaan Menjadi Metode

flowchart LR

A[Pertanyaan Penelitian]
-->
B[Tujuan Penelitian]

B --> C1[Kuantitatif]
B --> C2[Kualitatif]
B --> C3[Mixed Method]

C1 --> D[Data Numerik]
C2 --> E[Data Naratif]
C3 --> F[Keduanya]


Tiga Pendekatan Besar Penelitian

Pendekatan Fokus
Kuantitatif Mengukur
Kualitatif Memahami
Mixed-method Mengukur sekaligus memahami

Penelitian Kuantitatif

Bertujuan mengukur

Karakteristik

  • menggunakan angka
  • memiliki variabel
  • menggunakan statistik
  • sampel relatif besar
  • hasil dapat digeneralisasi

Contoh

Apakah terdapat hubungan antara kualitas tidur dan IPK mahasiswa kedokteran?


Jenis Penelitian Kuantitatif

  • Deskriptif
  • Analitik observasional
  • Cross-sectional
  • Case-control
  • Cohort
  • Eksperimental
  • Quasi experiment

Contoh Topik Kuantitatif

  • Hubungan IMT dengan tekanan darah
  • Faktor risiko anemia
  • Pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan
  • Efektivitas simulator terhadap nilai praktikum

Penelitian Kualitatif

Bertujuan memahami

Karakteristik

  • pengalaman
  • persepsi
  • makna
  • budaya
  • proses

Data diperoleh melalui

  • wawancara
  • FGD
  • observasi
  • analisis dokumen

Contoh Topik Kualitatif

  • Pengalaman mahasiswa belajar anatomi
  • Persepsi dosen terhadap AI
  • Hambatan mahasiswa menyelesaikan skripsi
  • Pengalaman pasien menjalani terapi

Penelitian Mixed Method

Menggabungkan kekuatan dua pendekatan

flowchart LR

Q[Kuantitatif]
-->
M[Integrasi]

K[Kualitatif]
-->
M

Keuntungan

  • memperoleh gambaran yang lebih lengkap
  • saling melengkapi
  • meningkatkan validitas

Kapan Menggunakan Mixed Method?

Misalnya

Tahap 1

Survei menunjukkan kepuasan mahasiswa rendah.

Tahap 2

Wawancara dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.


Jenis Data Penelitian

Berdasarkan sumbernya

  • Data primer
  • Data sekunder

Data Primer

Data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti

Contoh

  • kuesioner
  • wawancara
  • observasi
  • pemeriksaan laboratorium
  • pengukuran antropometri

Keunggulan

  • sesuai kebutuhan penelitian

Kekurangan

  • membutuhkan waktu dan biaya

Data Sekunder

Data yang telah tersedia

Contoh

  • rekam medis
  • data survei nasional
  • registri penyakit
  • laporan institusi
  • database rumah sakit

Keunggulan

  • cepat
  • murah

Kekurangan

  • bergantung pada kualitas data

Bagaimana Memilih Metode Penelitian?

Mulailah dari pertanyaan penelitian

Jika ingin… Pilih
Mengukur Kuantitatif
Memahami Kualitatif
Mengukur sekaligus memahami Mixed Method

Strategi Memilih Metode

flowchart TD

A[Pertanyaan Penelitian]

A --> B{Apa tujuan utama?}

B --> C[Mengukur]

B --> D[Memahami]

B --> E[Keduanya]

C --> F[Kuantitatif]

D --> G[Kualitatif]

E --> H[Mixed Method]


Kesalahan yang Sering Dilakukan Mahasiswa

  • menentukan metode sebelum menyusun pertanyaan penelitian
  • memilih desain karena “mudah”
  • variabel tidak jelas
  • populasi tidak sesuai
  • instrumen belum tervalidasi
  • analisis statistik tidak sesuai

Tips Membimbing Mahasiswa

Selalu tanyakan lima hal

  1. Apa masalahnya?
  2. Apa pertanyaan penelitiannya?
  3. Apa tujuan penelitiannya?
  4. Data apa yang dibutuhkan?
  5. Bagaimana data akan dianalisis?

Checklist Sebelum Proposal Disetujui

✓ Masalah jelas

✓ Pertanyaan penelitian jelas

✓ Tujuan sesuai

✓ Metode sesuai

✓ Populasi sesuai

✓ Instrumen tersedia

✓ Analisis sesuai

✓ Etik memungkinkan


Ringkasan

Penelitian dimulai dari pertanyaan

  • Pertanyaan menentukan metode
  • Metode menentukan jenis data
  • Data menentukan analisis
  • Analisis menghasilkan bukti
Tip

Pertanyaan yang baik jauh lebih penting daripada metode yang rumit.


Terima Kasih

Modul Bukan Buku Teks

📚 Buku Teks

  • Pengetahuan komprehensif
  • Ditulis untuk pembaca umum
  • Tidak memuat aktivitas spesifik
  • Tidak terikat konteks wahana

📋 Modul Pembelajaran

  • Satu unit kompetensi
  • Ditulis untuk mahasiswa tertentu di wahana tertentu
  • Memuat aktivitas, rubrik, jadwal
  • Berbasis capaian yang terukur

📝 Panduan Klinik

  • Prosedur operasional staf
  • Untuk praktisi berpengalaman
  • Tidak ada scaffolding belajar
  • Tidak relevan untuk pemula

💡 Modul pembelajaran adalah jembatan antara capaian kurikulum dan pengalaman belajar nyata di wahana.


Contoh: Identitas Modul (Komponen 1–2)

## MODUL: Pelayanan Informasi Obat (PIO) di Apotek Komunitas

| Komponen        | Isi                                              |
|-----------------|--------------------------------------------------|
| Kode Modul      | PPA-AK-04                                        |
| Wahana          | Apotek Komunitas / Puskesmas                     |
| Durasi Rotasi   | 4 minggu (20 hari kerja)                         |
| Bobot           | 2 SKS (Praktik Lapangan)                         |
| Semester        | Semester 2 Program Profesi                       |
| Koordinator     | Apt. [Nama], M.Farm                              |
| Versi Dokumen   | 1.0 — Juli 2025                                  |

### Deskripsi
Modul ini membekali mahasiswa untuk memberikan informasi obat yang
akurat, berbasis bukti, dan berorientasi pasien dalam konteks apotek
komunitas. Mahasiswa akan belajar menjawab pertanyaan klinis dari
pasien dan tenaga kesehatan, serta mendokumentasikan setiap layanan
informasi menggunakan formulir standar.

📌 Identitas modul harus stabil — jika ada revisi, ubah nomor versi dan catat perubahan di bagian riwayat revisi.

Sesi 3 · Merumuskan Capaian Pembelajaran

Inti dari seluruh modul

Taksonomi Bloom Revisi — Panduan Cepat

Level Kata Kerja Kunci Di PPA
C1 Mengingat mendefinisikan, menyebutkan Pre-rotasi
C2 Memahami menjelaskan, menginterpretasi Minggu 1
C3 Menerapkan melakukan, menggunakan, menghitung Minggu 1–2
C4 Menganalisis membandingkan, mengidentifikasi DRP Minggu 2–3
C5 Mengevaluasi merekomendasikan, menilai Minggu 3–4
C6 Mencipta menyusun, merancang, mengembangkan Pasca-rotasi
Peringatan

⚠️ Jebakan umum: “Mahasiswa memahami tentang antibiotic stewardship” — kata memahami tidak operasional. Gunakan kata kerja yang dapat diobservasi dan diukur.

Versi benar: “Mahasiswa menganalisis kesesuaian regimen antibiotik pada minimal 5 resep menggunakan kriteria PPAB rumah sakit dan memberikan rekomendasi tertulis kepada apoteker senior.”


Formula ABCD untuk Menulis CP

🔤 Audience · Behavior · Condition · Degree

Elemen Pertanyaan Contoh
A — Audience Siapa yang melakukan? Mahasiswa PPA
B — Behavior Perilaku apa yang dapat diamati? melakukan konseling obat
C — Condition Dalam situasi/konteks apa? pada pasien hipertensi baru di klinik rawat jalan
D — Degree Standar minimum keberhasilan? mencakup ≥5 elemen OBRA-87 dalam ≤10 menit

Hasilnya:

CPMK-1 (C3 — Menerapkan)

Mahasiswa melakukan konseling obat pada pasien hipertensi baru di klinik rawat jalan mencakup minimal 5 dari 7 elemen OBRA-87 dalam durasi ≤10 menit.

CPMK-2 (C4 — Menganalisis)

Mahasiswa mengidentifikasi drug-related problems (DRP) pada rekam medis pasien polifarmasi ≥5 obat, menggunakan klasifikasi PCNE, dengan akurasi minimal 80% dibanding penilaian apoteker senior.


Berapa Jumlah CPMK yang Ideal?

📐 Aturan praktis: satu modul rotasi 2–4 minggu idealnya memiliki 3–6 CPMK. Jika lebih dari 6, pertimbangkan memecah jadi 2 modul.

Kontrol kualitas CPMK Anda:

Contoh: Modul Farmasi Klinik RS (4 minggu)

C1
Menyebutkan kategori DRP menurut PCNE v9.1
C3
Melakukan rekonsiliasi obat pada pasien baru masuk
C4
Menganalisis interaksi obat menggunakan basis data Micromedex
C4
Mengidentifikasi DRP pada rekam medis pasien rawat inap
C5
Merekomendasikan solusi DRP dalam visite farmasi

Sesi 4 · Memilih & Merancang Aktivitas

Belajar harus terjadi — bukan hanya membaca

Prinsip Konstruktif Alignment

Target (CPMK) ←→ Proses (Aktivitas pembelajaran yang dilakukan) ←→ Asesmen (Penilaian hasil belajar)

🚫 Tidak Aligned

CPMK: Menganalisis DRP (C4)

Aktivitas: Membaca buku teks tentang DRP

Penilaian: Tes pilihan ganda definisi

Mahasiswa tidak pernah benar-benar menganalisis!

✅ Aligned

CPMK: Menganalisis DRP (C4)

Aktivitas: Menelaah 10 rekam medis nyata dengan bimbingan

Penilaian: DOPS observasi identifikasi DRP

Aktivitas, CPMK, dan penilaian berbicara bahasa yang sama!

🔧 Cara Cek Alignment

Ambil satu CPMK → tanya:

  • “Aktivitas mana yang melatih ini?”
  • “Penilaian mana yang membuktikan ini?” Tidak ada jawaban → gap dalam modul.

Paling mudah dengan menentukan dua ujung terlebih dulu (target dan asesmennya), baru menentukan proses yang harus dijalani untuk memungkinkan pencapaiannya

Taksonomi Aktivitas untuk PPA

Level Bloom Aktivitas yang Sesuai
C1–C2 Membaca SOP, menonton video prosedur, pre-test
C3 Role-play konseling, simulasi compounding, log buku
C4 Telaah kasus, journal club, analisis rekam medis
C5 Mini-visite, presentasi kasus, peer-review resep
C6 Menyusun leaflet pasien, membuat SPO baru

Asesmen yang Sering Digunakan

Direct observation Logbook harian Case presentation Role-play Mini-CEX DOPS Refleksi tertulis Telaah jurnal Presentasi kasus Proyek perbaikan mutu Portofolio

Peringatan

⚠️ Aktivitas “membuat laporan” saja tidak cukup sebagai satu-satunya aktivitas modul — laporan adalah produk, bukan proses belajar.

Contoh Rancangan Aktivitas Mingguan

Modul: Farmasi Komunitas — Swamedikasi (3 minggu)

Minggu Aktivitas CPMK Bukti
1 Shadowing apoteker senior · baca monografi 10 obat OTC · pre-test C1, C2 Catatan observasi, nilai pre-test
1 Role-play konseling dengan sesama mahasiswa (rekaman audio) C3 Rekaman + checklist OBRA
2 Konseling pasien nyata (≥5 kasus) dengan supervisi langsung C3, C4 Formulir DOPS
2 Identifikasi kasus swamedikasi yang butuh dirujuk (3 kasus nyata) C4, C5 Laporan kasus pendek
3 Mini-presentasi kasus sulit kepada pembimbing C4, C5 Rubrik presentasi kasus
3 Penilaian sumatif: OSCE swamedikasi C3, C4, C5 Lembar penilaian OSCE

Sesi 5 · Menyusun Penilaian Formatif

Umpan balik yang memandu belajar

Formatif vs Sumatif — Bukan Musuh

Penilaian Formatif

“Apakah mahasiswa sedang menuju target?”

  • Dilakukan selama proses rotasi
  • Tidak masuk nilai akhir (atau bobot kecil)
  • Tujuan utama: umpan balik dan perbaikan
  • Contoh: mini-CEX, observasi informal, refleksi harian, diskusi bimbingan

Penilaian Sumatif

“Apakah mahasiswa sudah mencapai target?”

  • Dilakukan di akhir rotasi / modul
  • Masuk nilai akhir dengan bobot signifikan
  • Tujuan utama: keputusan lulus/tidak
  • Contoh: OSCE, ujian tulis, logbook akhir, presentasi kasus akhir

💡 Rasio yang disarankan: 40–60% bobot dari formatif (portofolio, DOPS, mini-CEX) + 40–60% sumatif. Penilaian murni sumatif saja rawan “belajar hanya saat ujian.”

Instrumen Penilaian untuk PPA

📊 DOPS

Direct Observation of Procedural Skills

Cocok untuk: konseling obat, compounding, dispensing, rekonsiliasi

C3 C4

🩺 Mini-CEX

Mini Clinical Evaluation Exercise

Cocok untuk: telaah kasus, interaksi dengan tenaga kesehatan lain, visite

C4 C5

📔 Logbook

Dokumentasi aktivitas harian — bukan diary, tapi bukti terstruktur

Cocok untuk: merekam semua kasus yang ditangani

C3–C5

💬 Case Presentation

Mahasiswa mempresentasikan kasus pilihan kepada pembimbing + peers

C4 C5

📝 Refleksi Tertulis

Format: W-W-W (What happened, So What, Now What)

Membangun self-regulated learning

C5 C6

🎭 OSCE Klinik

Sumatif terstandar — boleh kombinasi beberapa station

Perlu rubrik terstandar antarpenilai

Sumatif

Contoh Rubrik DOPS: Konseling Obat

Skala 1–5: 1=tidak kompeten, 3=kompeten dengan supervisi, 5=mandiri

Elemen yang Dinilai 1 2 3 4 5
Mengidentifikasi kebutuhan informasi pasien
Menjelaskan nama & indikasi obat
Menjelaskan dosis & cara pakai
Menjelaskan efek samping yang relevan
Menekankan poin kepatuhan (adherence)
Memberi kesempatan pasien bertanya
Komunikasi non-verbal & empati
Total / 35 ___

Lulus: Total ≥21 (60%) dengan tidak ada elemen bernilai 1

🔄 Remediasi: Total <21 atau ada elemen kritis bernilai 1 → jadwal ulang ≤1 minggu

Contoh Bobot Penilaian Modul

Modul Farmasi Klinik RS — 4 Minggu

Komponen Instrumen Bobot
Formatif DOPS (2×) 20%
Formatif Mini-CEX (1×) 15%
Formatif Logbook + refleksi 15%
Sumatif Presentasi kasus akhir 25%
Sumatif Ujian tulis kasus 25%
Total 100%

📌 Batas lulus: nilai akhir ≥70 dengan minimal nilai DOPS ≥60 (komponen yang dinilai langsung tidak boleh disubstitusi nilai ujian tulis).

Peringatan

⚠️ Cantumkan juga kebijakan ketidakhadiran: berapa hari absen maksimum sebelum rotasi harus diulang.

Sesi 6 · Latihan Mandiri Terpandu

Waktunya membangun modul Anda sendiri

Template Modul — Gunakan Ini Sekarang

Peringatan

⏱️ 15 menit — ambil topik rotasi yang sudah Anda siapkan dan isi template berikut. Presentasi singkat 2 menit per peserta setelahnya.

# MODUL PEMBELAJARAN — [JUDUL TOPIK]

## 1. IDENTITAS MODUL
- Nama Modul  : 
- Kode        : 
- Wahana      : 
- Durasi      :    minggu /    hari kerja
- Koordinator : 

## 2. DESKRIPSI SINGKAT (3–5 kalimat)
[Tuliskan: apa yang dipelajari, konteks wahana, relevansi bagi profesi apoteker]

## 3. CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH (CPMK)
Setelah menyelesaikan modul ini, mahasiswa mampu:
- CPMK-1 (C_): [kata kerja operasional] + [objek] + [kondisi] + [standar]
- CPMK-2 (C_): 
- CPMK-3 (C_): 

## 4. AKTIVITAS PEMBELAJARAN
| Minggu | Aktivitas | CPMK | Bukti Belajar |
|--------|-----------|------|---------------|
|   1    |           |      |               |
|   2    |           |      |               |
|   3    |           |      |               |

## 5. PENILAIAN
| Komponen | Instrumen | Bobot | Batas Lulus |
|----------|-----------|-------|-------------|
|          |           |  %    |             |
|          |           |  %    |             |
| Total    |           | 100%  |             |

## 6. SUMBER BELAJAR UTAMA
1. [Judul referensi / SOP / Pedoman nasional]
2. 
3. 

## 7. PROSEDUR REMEDIASI
[Tuliskan: apa yang terjadi jika mahasiswa tidak mencapai CPMK]

Checklist Sebelum Modul Dianggap Selesai

Struktur & Konten

Alignment & Penilaian

🎯 Target: Jika semua kotak tercentang → modul siap digunakan dan dapat diaudit untuk keperluan akreditasi.

Kesalahan Paling Umum dalam Penyusunan Modul

“CPMK Copy-Paste dari RPS”
CPMK modul profesi harus lebih spesifik dan kontekstual dari RPS akademik.

Semua aktivitas bersifat pasif
Membaca, menonton, mendengar → tidak cukup untuk level C3–C5.

Penilaian hanya di akhir
Tanpa formatif → mahasiswa tidak mendapat umpan balik selama rotasi.

Rubrik tidak ada / terlalu umum
“Nilai 80 jika bagus, 70 jika cukup” tidak terstandar antarpenilai.

Modul tidak pernah direvisi
Versi pertama tidak akan sempurna. Jadwalkan review tahunan.

Solusi universal: Gunakan template, minta feedback dari 1–2 kolega, dan uji cobakan pada satu kelompok mahasiswa sebelum dibakukan.

Contoh Lengkap: Satu Halaman Modul Selesai

# MODUL PPA-RS-02: Rekonsiliasi Obat Pasien Rawat Inap

| Wahana | RSUD / RS Pendidikan | Durasi | 2 minggu |
|--------|---------------------|--------|----------|
| SKS    | 1 SKS Praktik       | Level  | Semester 3 Profesi |

**Deskripsi:** Modul ini melatih mahasiswa melakukan rekonsiliasi obat pada
pasien baru masuk rawat inap, mengidentifikasi discrepancy, dan mengomunikasikan
temuan kepada tim medis. Kompetensi ini esensial untuk keselamatan pasien dan
merupakan indikator mutu pelayanan farmasi klinis.

**CPMK:**
1. (C3) Melakukan wawancara riwayat obat terstruktur pada ≥5 pasien baru masuk
2. (C4) Mengidentifikasi medication discrepancy menggunakan formulir rekonsiliasi RS
3. (C5) Merekomendasikan resolusi discrepancy yang ditemukan kepada dokter/perawat

**Aktivitas:**
- Minggu 1: Shadowing (1 hari) → wawancara terbimbing (3 kasus) → wawancara mandiri (2 kasus)
- Minggu 2: Identifikasi discrepancy (≥3 kasus) → presentasi mini kepada pembimbing

**Penilaian:** DOPS (30%) + Logbook (20%) + Presentasi kasus akhir (50%) | Batas lulus: 70

Sesi 7 · Penutup & Tindak Lanjut

Dari pelatihan ke aksi nyata

Yang Sudah Kita Bangun Hari Ini

Memahami fungsi modul

Modul sebagai jembatan kurikulum → wahana

10 komponen wajib

Identitas hingga prosedur remediasi

Formula CPMK ABCD

Audience · Behavior · Condition · Degree

Konstruktif Alignment

CPMK ↔︎ Aktivitas ↔︎ Penilaian

Instrumen penilaian praktis

DOPS, Mini-CEX, Logbook, OSCE

📋 Bawa pulang hari ini:

  • Template modul siap isi
  • Checklist 12 poin
  • Draf modul pertama Anda (mulai tadi!)

🗓️ Tindak lanjut yang disarankan:
1. Selesaikan draf modul dalam 2 minggu
2. Minta review dari 1 kolega
3. Submit ke koordinator program untuk diintegrasikan ke kurikulum

Sumber Referensi

Regulasi & Standar Nasional

  • Standar Kompetensi Apoteker Indonesia (SKAI) — IAI, 2016
  • Pedoman Akademik Program Profesi Apoteker — Kemenristek/Dikti
  • PERMENKES No. 72 Tahun 2016 (Farmasi Klinik RS)
  • Panduan Kurikulum PPA — APTFI

Instrumen Penilaian

  • DOPS Pharmacy Adaptation — UKCPA
  • Mini-CEX Pharmacy Version — ACPE Framework
  • PCNE Classification DRP v9.1 (pcne.org)

Referensi Penyusunan Modul

  • Biggs, J. & Tang, C. (2011). Teaching for Quality Learning at University (4th ed.). McGraw-Hill
  • Kern, D.E. et al. (2009). Curriculum Development for Medical Education. JHU Press
  • Anderson, L.W. & Krathwohl, D.R. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing. Longman

Template & Tools

  • Quarto (quarto.org) — untuk dokumen modul versi digital
  • Repositori modul PPA