Pendekatan Penelitian

Kuantitatif, Kualitatif, dan Mixed Methods

Tim EpidPK

2026-10-09

Capaian Pembelajaran

Setelah sesi ini, mahasiswa mampu:

  1. Membedakan logika pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan mixed methods.
  2. Memilih desain sesuai pertanyaan penelitian.
  3. Mengidentifikasi jenis data, sampling, dan analisis yang tepat.
  4. Menjelaskan kapan integrasi dua pendekatan memberi nilai tambah.

Mulai dari Pertanyaan, Bukan Metode

Catatan

Fenomena: Kepatuhan pasien hipertensi terhadap pengobatan masih rendah.

  • Berapa besar proporsi pasien yang patuh?
  • Faktor apa yang berhubungan dengan kepatuhan?
  • Mengapa pasien menghentikan obat?
  • Bagaimana temuan survei dan pengalaman pasien saling menjelaskan?

Tiga Pendekatan: Tiga Logika

Kuantitatif Kualitatif Mixed methods
Mengukur dan menguji Memahami makna dan proses Mengintegrasikan dua jenis bukti
Angka, variabel, estimasi Narasi, pengalaman, konteks Angka + narasi + integrasi
How many? How much? How? Why? What + why/how?

Paradigma dan Asumsi

  • Postpositivisme: pengukuran, pengujian teori, kesadaran akan ketidakpastian.
  • Konstruktivisme/interpretivisme: makna terbentuk dalam konteks sosial.
  • Pragmatisme: memilih strategi yang paling membantu menjawab masalah.
  • Paradigma tidak identik secara mutlak dengan satu metode.

Pendekatan Kuantitatif

Tujuan: menggambarkan frekuensi, mengestimasi parameter, menguji hubungan, atau menilai efek intervensi.

  • Konstruk → variabel → definisi operasional → pengukuran
  • Protokol dan instrumen terstruktur
  • Analisis statistik dan ketidakpastian estimasi
  • Inferensi bergantung pada desain, kualitas pengukuran, dan sampling

Contoh Kuantitatif: Hipertensi

Pertanyaan: Apakah literasi kesehatan berkaitan dengan kepatuhan minum obat?

  • Populasi: pasien hipertensi di puskesmas
  • Paparan: skor literasi kesehatan
  • Luaran: kepatuhan berdasarkan instrumen tervalidasi
  • Desain: potong lintang analitik
  • Analisis: estimasi asosiasi beserta interval kepercayaan

Peringatan

Desain potong lintang umumnya tidak cukup untuk menyimpulkan kausalitas.

Ragam Desain Kuantitatif

Tujuan Contoh desain
Menggambarkan prevalensi Potong lintang deskriptif
Menilai asosiasi Potong lintang analitik, kasus-kontrol, kohort
Menguji efektivitas Uji acak terkontrol atau kuasi-eksperimen
Mengevaluasi tes Studi akurasi diagnostik

Kekuatan dan Keterbatasan Kuantitatif

Kekuatan: ukuran efek, perbandingan, presisi, replikasi, potensi generalisasi statistik.

Keterbatasan: konstruk kompleks dapat direduksi menjadi indikator; alasan dan konteks perilaku sering tidak terjelaskan.

Pertanyaan kritis: Apakah variabel dan instrumen benar-benar merepresentasikan fenomena?

Pendekatan Kualitatif

Tujuan: memahami pengalaman, persepsi, makna, interaksi, dan proses dalam konteks nyata.

  • Pertanyaan terbuka dan fleksibel
  • Peneliti sebagai bagian penting proses interpretasi
  • Data wawancara, observasi, dokumen, atau artefak
  • Analisis sistematis dan refleksif

Contoh Kualitatif: Hipertensi

Pertanyaan: Bagaimana pasien memaknai kebutuhan mengonsumsi obat setiap hari?

  • Partisipan dipilih secara purposif
  • Wawancara mendalam tentang pengalaman terapi
  • Analisis tematik terhadap pola makna
  • Temuan: tema, variasi pengalaman, kutipan pendukung

Desain Kualitatif

Desain Fokus
Fenomenologi Pengalaman hidup dan maknanya
Grounded theory Pengembangan penjelasan teoretis tentang proses
Etnografi Praktik dan budaya kelompok
Studi kasus Pemahaman mendalam kasus dalam konteks
Deskriptif kualitatif Deskripsi langsung pengalaman atau praktik

Sampling Kualitatif

  • Purposive: memilih partisipan kaya informasi
  • Maximum variation: menangkap keragaman perspektif
  • Snowball: menjangkau jejaring partisipan
  • Jumlah sampel ditentukan oleh tujuan, kedalaman data, heterogenitas, dan kecukupan informasi; bukan rumus prevalensi

Analisis Data Kualitatif

Contoh alur analisis tematik:

  1. Familiarisasi dengan data
  2. Pengodean sistematis
  3. Pengembangan tema awal
  4. Peninjauan dan penyempurnaan tema
  5. Interpretasi serta penulisan temuan

Tema bukan sekadar topik yang paling sering disebut.

Mutu Penelitian Kualitatif

  • Credibility: apakah interpretasi didukung data?
  • Transferability: apakah konteks cukup jelas untuk menilai penerapan di tempat lain?
  • Dependability: apakah proses penelitian transparan?
  • Confirmability/reflexivity: bagaimana posisi peneliti memengaruhi interpretasi?

Strategi: jejak audit, refleksivitas, triangulasi bila relevan, dan pelaporan transparan.

Mixed Methods: Lebih dari Dua Metode

Mixed methods mengumpulkan, menganalisis, dan mengintegrasikan data kuantitatif serta kualitatif dalam satu rancangan penelitian.

  • Bukan sekadar menambahkan wawancara setelah survei
  • Harus ada alasan mengapa satu pendekatan tidak cukup
  • Hasil integrasi menghasilkan meta-inference: pemahaman gabungan

Kapan Mixed Methods Berguna?

  • Menjelaskan hasil statistik yang mengejutkan
  • Mengembangkan instrumen berdasarkan pengalaman partisipan
  • Menguji apakah dua sumber bukti saling menguatkan atau berbeda
  • Menilai efektivitas sekaligus proses implementasi intervensi

Desain 1: Convergent

QUAN

Survei kepatuhan dan literasi kesehatan

QUAL

Wawancara pengalaman pengobatan

⬇ Analisis masing-masing → gabungkan/bandingkan → interpretasi terintegrasi

Kunci: pengumpulan data umumnya pada fase yang relatif sama.

Desain 2: Explanatory Sequential

QUAN → QUAL → Integrasi

  1. Survei menemukan kepatuhan rendah pada kelompok tertentu.
  2. Wawancara dipilih untuk menjelaskan pola tersebut.
  3. Interpretasi gabungan menghubungkan asosiasi statistik dengan pengalaman pasien.

Kunci: temuan kuantitatif mengarahkan fase kualitatif.

Desain 3: Exploratory Sequential

QUAL → QUAN → Integrasi

  1. Wawancara mengidentifikasi dimensi hambatan kepatuhan.
  2. Temuan digunakan untuk menyusun item instrumen.
  3. Instrumen diuji secara kuantitatif.

Kunci: eksplorasi awal mengembangkan fase kuantitatif berikutnya.

Integrasi: Bagian yang Sering Terlewat

Titik integrasi Contoh
Connecting Hasil survei menentukan siapa diwawancarai
Building Tema wawancara membentuk butir kuesioner
Merging Hasil statistik dibandingkan dengan tema
Embedding Data proses kualitatif disisipkan dalam uji intervensi

Joint Display: Contoh Integrasi

Temuan QUAN Temuan QUAL Interpretasi gabungan
Literasi tinggi, kepatuhan tetap rendah Takut efek samping dan tidak percaya obat jangka panjang Informasi saja mungkin tidak cukup
Kontrol rutin berkaitan dengan kepatuhan Pasien merasa didukung petugas Relasi layanan dapat menjadi mekanisme yang perlu diteliti

Contoh ilustratif, bukan data empiris.

Perbandingan Praktis

Dimensi Kuantitatif Kualitatif Mixed methods
Fokus Ukuran, hubungan, efek Makna, pengalaman, proses Penjelasan terintegrasi
Sampel Sesuai estimasi/uji Kaya informasi Dua strategi sesuai fase
Data Numerik Teks/observasi Keduanya
Analisis Statistik Interpretatif sistematis Analisis masing-masing + integrasi
Luaran Estimasi/inferensi Tema/model konseptual Meta-inference

Jangan Menyamakan Metode dengan Mutu

  • Kuantitatif tidak otomatis lebih objektif.
  • Kualitatif tidak otomatis lebih mudah atau subjektif tanpa kaidah.
  • Mixed methods tidak otomatis lebih unggul.
  • Kualitas bergantung pada kesesuaian pertanyaan–desain–sampling–analisis–inferensi.

Latihan: Pilih Pendekatannya

A. Berapa prevalensi anemia pada mahasiswa tahun pertama?

B. Bagaimana mahasiswa memaknai pengalaman pertama mengikuti praktikum mikroskopi?

C. Apakah simulator mikroskop smartphone meningkatkan keterampilan diagnostik visual, dan bagaimana mahasiswa menjelaskan manfaat serta kesulitan penggunaannya?

Diskusi: A = kuantitatif; B = kualitatif; C = berpotensi mixed methods, jika kedua data diintegrasikan.

Kerangka Memilih Pendekatan

  1. Rumuskan fenomena dan kesenjangan pengetahuan.
  2. Tentukan apa yang belum diketahui: besaran, makna, atau keduanya.
  3. Pilih desain yang memungkinkan inferensi sesuai tujuan.
  4. Periksa akses data, etika, waktu, kompetensi, dan sumber daya.
  5. Untuk mixed methods, tuliskan di mana dan bagaimana integrasi terjadi.

Exit Ticket

Tulis satu topik penelitian Anda, lalu jawab:

  • Apa pertanyaan utama penelitian?
  • Pendekatan mana yang paling tepat? Mengapa?
  • Data apa yang harus dikumpulkan?
  • Apa keterbatasan inferensi dari rancangan itu?

Bacaan Rujukan

  • Creswell, J. W., & Creswell, J. D. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches.
  • Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. Designing and Conducting Mixed Methods Research.
  • Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology.
  • Fetters, M. D., Curry, L. A., & Creswell, J. W. (2013). Achieving integration in mixed methods designs. Health Services Research.

Terima Kasih

Pertanyaan penelitian yang baik menentukan metode—bukan sebaliknya.