2026-07-22
Sesi ini adalah pengantar rangkaian materi teknis:
Setelah detail struktur kromosom dipaparkan di sesi sebelumnya, sesi ini berfokus pada konsep, ruang lingkup, dan relevansi klinis — teknik preparasi laboratorium, serta tata cara analisis/nomenklatur akan dibahas pada sesi-sesi berikutnya.
Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan mampu:
Sitogenetika adalah cabang genetika yang mempelajari kromosom — struktur, jumlah, dan perubahannya — serta kaitannya dengan pewarisan sifat dan kelainan genetik pada manusia.
Analisis kariotipe adalah pemeriksaan untuk memvisualisasikan, menghitung, dan menyusun seluruh kromosom seorang individu, guna mendeteksi kelainan jumlah maupun struktur kromosom secara keseluruhan (whole-genome view).
Detail struktur dan klasifikasi kromosom akan dibahas mendalam pada sesi berikutnya. Di sini kita fokus pada mengapa dan kapan pemeriksaan ini digunakan.
Skala Kelainan yang Dapat Dideteksi
Karakteristik Kariotipe
Sebuah kariogram — susunan visual seluruh kromosom seorang individu, berpasangan dan berurutan berdasarkan ukuran serta ciri morfologisnya.
Dari kariogram ini dapat diketahui:
Cara penyusunan kariogram, nomenklatur baku (ISCN), serta pembacaan detail kelainan akan dibahas tuntas pada sesi Teknik Analisis dan Penyusunan Kariotipe.
Prenatal
Pediatrik
Reproduksi
Hematologi-Onkologi
Kasus 1: Bayi baru lahir dengan hipotonia, wajah dismorfik, dan kecurigaan klinis Sindrom Down → kariotipe untuk konfirmasi dan menentukan tipe (trisomi murni, translokasi, atau mosaik) — penting untuk konseling risiko rekurensi.
Kasus 2: Pasien dewasa dengan leukemia mieloid kronik → kariotipe sumsum tulang untuk mendeteksi kromosom Philadelphia t(9;22), relevan untuk diagnosis dan pemantauan terapi.
Pola dan nomenklatur kelainan pada kedua kasus ini akan diuraikan lebih rinci pada sesi Teknik Analisis dan Penyusunan Kariotipe.
Pengambilan Spesimen → Kultur & Preparasi Kromosom → Pewarnaan (Banding) → Analisis Mikroskopis & Penyusunan Kariogram → Interpretasi & Pelaporan
Sesi ini hanya memperkenalkan alur secara garis besar. Rincian teknis tiap tahap dibahas pada sesi khusus:
| Spesimen | Indikasi Utama |
|---|---|
| Darah tepi (limfosit) | Kelainan konstitusional, evaluasi umum |
| Sumsum tulang | Keganasan hematologi |
| Cairan amnion / vili korialis | Diagnostik prenatal |
| Jaringan/biopsi kulit | Kasus khusus, kecurigaan mosaikisme |
Persyaratan penanganan dan persiapan tiap jenis spesimen dibahas rinci pada sesi Prinsip Dasar Preparasi Kromosom.
| Teknik | Resolusi | Karakteristik |
|---|---|---|
| Kariotipe konvensional | ~5–10 Mb | Gambaran genom utuh, mendeteksi kelainan numerik & struktural besar |
| FISH | Lokus spesifik | Cepat, target spesifik, tidak menggambarkan genom utuh |
| Array CGH / SNP array | Kb–Mb | Mendeteksi kelainan submikroskopik (mikrodelesi/duplikasi), tidak mendeteksi translokasi seimbang |
| Sekuensing generasi baru (NGS) | Basa nukleotida | Mendeteksi mutasi tingkat gen, tidak menggantikan gambaran genom utuh secara langsung |
Terima kasih
Selanjutnya dalam Workshop Ini

Workshop Teknik Dasar Kariotipe