Dari Fenomena Kesehatan Menuju Evidence dan Rencana Penelitian
2026-09-02
Satu standar — banyak mentor — pengalaman belajar yang tetap setara
Dengan cohort besar, variasi mentor dapat menghasilkan variasi:
Tujuan sesi ini bukan membuat semua mentor berpikir identik.
Tujuannya adalah memastikan semua mahasiswa dinilai dengan standar capaian yang sama.
Yang boleh berbeda:
| EpidPK 1 | EpidPK 2 | |
|---|---|---|
| Fokus | Epidemiologic & evidence reasoning | Research design mindset |
| Sifat aktivitas | Konseptual–analitik | Integratif–aplikatif |
| Evidence utama | Individual | Kelompok → individual |
| Peran mentor | Assessor/facilitator | Mentor/scaffolder → assessor |
↓
↓
↓
↓
↓
↓
Mentoring kita berdiri di atas lima prinsip:
Biggs & Tang; Wood, Bruner & Ross; Collins, Brown & Newman; Hattie & Timperley; Nicol & Macfarlane-Dick.
Fenomena → Problem → Evidence → Gap → RQ → Design → Data → Analysis → Conclusion
Mentor tidak terutama mencari apakah setiap komponen secara terpisah terlihat benar.
Mentor mencari:
Apakah setiap keputusan merupakan konsekuensi logis dari keputusan sebelumnya?
Mentor boleh:
Mentor tidak seharusnya:
| Level | Bentuk | Kapan digunakan |
|---|---|---|
| 1 | Observation | Mahasiswa mampu mandiri |
| 2 | Prompting | Ada bagian yang perlu diperiksa |
| 3 | Conceptual cue | Ada miskonsepsi ringan |
| 4 | Modeling | Reasoning belum pernah dikuasai |
| 5 | Direct correction | Miskonsepsi fundamental menetap |
Mulai dari intervensi paling ringan yang masih efektif.
Minggu 3–13
Mini Proposal bukan tujuan akhir.
Fungsinya adalah scaffolding kolaboratif untuk melatih:
| Fase | Minggu | Fokus |
|---|---|---|
| Fenomena | 3–5 | Phenomenon → Problem |
| Evidence | 6–7 | Evidence → Gap |
| Pertanyaan | 8–9 | Gap → RQ → Approach |
| Metode | 10–12 | Design → Population → Data |
| Integrasi | 13 | Analysis → Mini Proposal Final |
Setiap anggota membawa 10 fenomena; kelompok mengelompokkan dan menyeleksi.
Person–place–time, konteks, kebutuhan informasi.
Mengubah fenomena menjadi masalah yang memerlukan jawaban ilmiah.
Checkpoint mentor: mahasiswa belum perlu “punya judul penelitian yang bagus”.
Apa yang sudah diketahui? Dalam populasi/konteks apa?
Apa yang belum diketahui, belum konsisten, atau belum cukup dijelaskan?
“Belum pernah diteliti di Lombok.”
Belum otomatis merupakan gap tanpa alasan ilmiah mengapa konteks tersebut penting.
Kelompok menghasilkan beberapa RQ yang mungkin.
Memilih RQ dan menentukan kuantitatif, kualitatif, atau mixed methods.
Pendekatan mengikuti jenis pertanyaan dan jenis data yang diperlukan, bukan preferensi mentor.
RQ → jenis informasi → struktur data → desain
Siapa yang ingin dijelaskan? Dari siapa data diperoleh?
Data apa yang dibutuhkan dan bagaimana memperolehnya?
Mentor meninjau rantai:
Phenomenon → Problem → Evidence → Gap → RQ → Design → Population → Data → Analysis
Tambahkan:
Output: Mini Proposal Kelompok Final
Kelompok harus dapat menjelaskan:
Kami melihat fenomena…
Evidence menunjukkan…
Yang belum diketahui adalah…
Karena itu RQ kami…
Untuk menjawabnya kami memilih…
Data yang kami perlukan…
Dengan rancangan ini kami dapat menyimpulkan…, tetapi tidak…
Peer assessment memoderasi kontribusi individual.
Domain:
Peer assessment menilai kontribusi, bukan popularitas atau kepribadian.
Minggu 14–17
Mahasiswa tidak diminta membuat:
Yang dihasilkan adalah Research Alignment Plan.
Research mindset > proposal-writing skill
| Komponen | Rencana | Alasan / Alignment |
|---|---|---|
| Fenomena | ||
| Problem | ||
| Evidence & Gap | ||
| RQ & Tujuan | ||
| Approach & Design | ||
| Population/Data | ||
| Analysis | ||
| Validity/Limitations | ||
| Batas Kesimpulan |
Kolom Alasan/Alignment adalah inti asesmen.
Mahasiswa menyusun secara individual:
Fenomena → Problem → Evidence → Gap → RQ → Tujuan
Mahasiswa menentukan:
RQ → Approach → Design → Population → Data
Mahasiswa menyusun:
RQ → Data → Analysis → Interpretation
Pada fase ini dukungan mentor minimal.
Yang dinilai:
“Saya perlu merevisi keputusan tersebut karena…”
adalah respons ilmiah yang valid.
| Minggu | Dukungan mentor |
|---|---|
| 13 | Sedang |
| 14 | Sedang–rendah |
| 15 | Rendah |
| 16 | Minimal |
Jika pada Minggu 17 mentor masih banyak menentukan keputusan, maka individual accountability belum tercapai.
Bukan sekadar matematika.
Question → Data Structure → Measure/Analysis → Calculation → Interpretation → Conclusion
Mahasiswa harus mampu mengubah data menjadi informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
| Domain | Bobot |
|---|---|
| Identifikasi struktur data | 10% |
| Pemilihan ukuran/analisis | 20% |
| Ketepatan perhitungan | 20% |
| Interpretasi hasil | 25% |
| Hubungan dengan pertanyaan | 15% |
| Batas kesimpulan | 10% |
Formula benar, aritmetika salah.
→ penalti terutama pada perhitungan.
Salah denominator, salah ukuran, salah memahami risk set.
→ penalti pada pemilihan analisis + perhitungan + interpretasi bila terdampak.
Correct number ≠ correct analysis
Kurang:
RR = 2,4.
Lebih baik:
Kelompok terpapar mempunyai risiko outcome sekitar 2,4 kali kelompok tidak terpapar selama periode pengamatan.
Lalu:
Apakah desain memungkinkan kita menyebut ini kausal?
Bukan:
“Berapa banyak kekurangan artikel yang berhasil ditemukan mahasiswa?”
Research Question → Design → Validity → Results → Interpretation → Applicability
Critical appraisal adalah argumen, bukan checklist yang terpisah-pisah.
| Domain | Bobot |
|---|---|
| RQ & desain | 10% |
| Kesesuaian desain | 10% |
| Validitas & bias | 20% |
| Confounding/effect modification | 10% |
| Hasil & presisi | 20% |
| Kesimpulan vs evidence | 15% |
| Applicability | 10% |
| Koherensi argumentasi | 5% |
Jawaban lemah:
“Ada selection bias, information bias, recall bias, confounding…”
Tanpa penjelasan.
Jawaban kuat:
Mengidentifikasi satu bias penting, menjelaskan sumbernya, arah potensial distorsi, dan konsekuensi terhadap kesimpulan.
Mahasiswa perlu melihat:
Mahasiswa mampu berkata:
Saya percaya bagian ini karena…
Saya berhati-hati terhadap bagian ini karena…
Hasil sebenarnya menunjukkan…
Kesimpulan penulis terlalu kuat / sesuai karena…
Dalam konteks tertentu hasil ini dapat / belum dapat diterapkan karena…
Gunakan empat langkah:
Hattie & Timperley; Nicol & Macfarlane-Dick.
“Salah.”
“Desainnya kurang tepat.”
“Perbaiki metodologi.”
Lebih baik:
“RQ menanyakan perubahan dari waktu ke waktu, tetapi data direncanakan hanya diukur sekali. Periksa kembali apakah desain dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan.”
Dua mentor dapat membaca jawaban yang sama dan memberikan skor berbeda karena:
Rubrik tidak otomatis menghilangkan rater variability.
Gunakan contoh performa:
Anchor bukan “jawaban baku”; anchor adalah referensi tingkat kualitas reasoning.
Kembali ke tiga hal:
Bukan:
“Kalau saya, seharusnya begini…”
Yang harus dipastikan:
“Mengapa Anda memilih keputusan ini?”
Alignment — Ownership — Evidence — Proportional Interpretation
Mentor yang baik bukan mentor yang menghasilkan pekerjaan mahasiswa paling sempurna.
Mentor yang baik membantu mahasiswa menjadi semakin mampu berpikir, mengambil keputusan, dan mempertanggungjawabkannya sendiri.
Nilai secara individual → bandingkan → jelaskan evidence → sepakati standar

Epidemiologi & Penelitian Kedokteran