2026-07-23
Sesi ini melanjutkan dari preparat metafase yang sudah jadi (hasil sesi 3) menuju karyogram yang siap diinterpretasi.
Setelah sesi ini, peserta mampu:
Preparat metafase (sesi 3) dari darah tepi sesuai Lawce dan Brown (2017)
⬇ pemilihan sel metafase terbaik
Akuisisi citra (mikroskop / kamera digital)
⬇ analisis & penyusunan
Karyogram — 22 pasang autosom + kromosom seks tersusun berurutan
Tidak semua sel metafase layak dianalisis. Sel yang dipilih idealnya:
Setiap kromosom yang teridentifikasi disusun berdasarkan aturan standar:
| Prinsip | Keterangan |
|---|---|
| Berpasangan | Homolog dipasangkan (kecuali X-Y) |
| Diurutkan | Grup A–G, dari terbesar ke terkecil |
| Orientasi seragam | Lengan pendek (p) di atas, lengan panjang (q) di bawah |
| Sentromer sejajar | Titik sentromer semua kromosom pada satu garis horizontal |
| Kromosom seks terpisah | Diletakkan di posisi akhir (pasangan ke-23) |
It is proposed that the autosomes first be ordered by placing the seven groups as nearly as possible in descending order of size
“A Proposed Standard System of Nomenclature of Human Mitotic Chromosomes (Denver, Colorado)” (1960)
Ciri pembeda antar-grup yang paling sering dipakai saat menyortir:
Gambar diambil dari “A Proposed Standard System of Nomenclature of Human Mitotic Chromosomes (Denver, Colorado)” (1960)
Cetak → gunting → tata
Kerja fisik langsung pada citra tercetak
Perangkat lunak analisis kariotipe
Kerja pada citra digital dengan bantuan sistem
Prinsip penyusunan yang sama — perbedaannya ada pada alat dan efisiensi kerja.
Kelebihan
Keterbatasan
Perangkat lunak sitogenetika umumnya menyediakan:
Catatan
Aplikasi KaryoMeasure karya Mahmoudi dan Mirzaghaderi (2023) dapat digunakan sebagai aplikasi analisis karyogram tidak berbayar
Dengan aplikasi ini, kita dapat mengekstraksi parameter kuantitatif kromosom.
“A Proposed Standard System of Nomenclature of Human Mitotic Chromosomes (Denver, Colorado)” (1960)
Kelebihan
Keterbatasan
| Aspek | Manual | Digital |
|---|---|---|
| Kecepatan | Lambat | Cepat |
| Konsistensi | Bervariasi antar operator | Lebih konsisten |
| Biaya alat | Rendah | Menengah–tinggi |
| Nilai edukatif | Tinggi (pemahaman dasar) | Sedang |
| Kesesuaian volume kasus | Kasus terbatas | Volume tinggi |
| Pengarsipan | Manual/fisik | Digital terintegrasi |
Prinsip yang sama, alat yang berbeda — pemahaman manual memperkuat interpretasi hasil digital.
Setelah tersusun, karyogram diperiksa untuk:
Notasi standar internasional (International System for Human Cytogenomic Nomenclature) untuk pelaporan hasil, contoh:
46,XX — jumlah kromosom normal, perempuan46,XY — jumlah kromosom normal, laki-laki47,XY,+21 — trisomi 21 (tambahan satu kromosom 21)45,X — monosomi XNotasi dasar ini cukup untuk penyimpangan numerik. Untuk penyimpangan struktural, ISCN memiliki format yang lebih lengkap — dibahas berikut.
Format dasar penulisan sesuai McGowan-Jordan dkk. (2020):
[jumlah total kromosom], [kromosom seks], [deskripsi kelainan (jika ada)]
Contoh dengan kelainan struktural:
46,XX,del(5)(p15.2)
| Komponen | Arti |
|---|---|
46 |
jumlah total kromosom |
XX |
kromosom seks (perempuan) |
del |
jenis kelainan struktural (delesi) |
(5) |
kromosom yang terlibat (kromosom 5) |
(p15.2) |
lokasi pita (band) tempat kelainan terjadi |
| Simbol | Arti | Simbol | Arti |
|---|---|---|---|
+ / - |
tambahan / hilang satu kromosom utuh | der |
derivative — kromosom hasil susunan ulang |
p |
lengan pendek | q |
lengan panjang |
del |
delesi (hilang sebagian) | dup |
duplikasi (sebagian berlebih) |
inv |
inversi (segmen terbalik) | t |
translokasi (pertukaran segmen) |
i |
isokromosom | r |
kromosom cincin (ring) |
mar |
marker — kromosom tak teridentifikasi | mos |
mosaik (dua populasi sel berbeda) |
ter |
ujung lengan kromosom | cen |
sentromer |
Simbol digabung sesuai kebutuhan: contoh t(9;22)(q34;q11) menunjukkan translokasi antara kromosom 9 dan 22 pada pita yang disebutkan.
| Notasi ISCN | Jenis Kelainan | Korelasi Klinis |
|---|---|---|
46,XX |
Normal | Perempuan, tanpa kelainan |
47,XY,+21 |
Trisomi (numerik) | Sindrom Down |
45,X |
Monosomi (numerik) | Sindrom Turner |
47,XXY |
Trisomi kromosom seks (numerik) | Sindrom Klinefelter |
47,XX,+18 |
Trisomi (numerik) | Sindrom Edwards |
45,XX,der(14;21)(q10;q10) |
Translokasi Robertsonian (struktural) | Karier seimbang; risiko keguguran berulang/trisomi pada keturunan |
46,XX,del(5)(p15.2) |
Delesi (struktural) | Sindrom Cri du Chat |
Nussbaum dkk. (2015)
Peserta akan berlatih:
Terima kasih

Workshop Teknik Dasar Kariotipe