Research Gap

Dari Literatur ke Pertanyaan Penelitian

Tim EpidPK

2026-10-02

Setelah memilih fenomena, apa berikutnya?

Kita sudah bergerak dari:

Fenomena kesehatan → Person–Place–Time → Frekuensi & beban → Determinan & causal reasoning → Problem statement awal

Sekarang pertanyaannya:

Apa yang sudah diketahui, dan apa yang masih belum cukup kita ketahui?

Jawaban atas pertanyaan inilah yang akan mengarahkan kita pada research gap.

Apa itu research gap?

Research gap adalah bagian dari pengetahuan tentang suatu masalah yang:

  • belum terjawab dengan memadai,
  • masih tidak konsisten,
  • belum dipahami pada populasi atau konteks tertentu,
  • belum dieksplorasi dari sudut pandang tertentu, atau
  • masih memiliki keterbatasan bukti yang bermakna.

Penting

Research gap bukan sekadar: “Belum pernah diteliti di tempat kami.”

No. Sumber Literatur Populasi & Setting Masalah/Fenomena yang Diteliti Determinan/Paparan Outcome Temuan Utama Gap Relevansi dengan Fenomena Kelompok
1 Penulis, tahun Siapa? Di mana? Apa masalahnya? Faktor apa yang diteliti? Outcome apa? Apa hasil pentingnya? Apa yang masih belum diketahui? Mengapa studi ini relevan?
2
3
4
5

Research gap ditemukan melalui sintesis

Jangan membaca artikel satu per satu lalu hanya membuat daftar ringkasan.

Tujuan kita adalah membandingkan artikel:

  1. Apa yang sudah diketahui?
  2. Apa yang ditemukan secara konsisten?
  3. Apa yang berbeda atau bertentangan?
  4. Apa yang belum ditanyakan atau belum terjawab?
  5. Mengapa bagian yang belum diketahui itu penting bagi fenomena kita?

Gap muncul dari hubungan antarartikel, bukan hanya dari satu kalimat “limitation”.

Artikel yang ditemukan tidak harus semuanya kuantitatif

Literatur yang relevan dapat berupa:

  • penelitian kuantitatif,
  • penelitian kualitatif,
  • mixed-methods,
  • studi deskriptif,
  • evaluasi program,
  • atau artikel ilmiah lain yang membantu memahami fenomena.

Karena itu, tidak semua artikel harus memiliki determinan/paparan dan outcome.

Jika suatu kolom memang tidak sesuai dengan desain artikel, tuliskan:

N/A — tidak relevan untuk desain penelitian ini

Jangan memaksakan variabel kuantitatif ke artikel kualitatif.

Contoh: satu fenomena, berbagai jenis bukti

Fenomena: kualitas tidur mahasiswa kedokteran

Artikel Pendekatan Informasi yang mungkin diperoleh
A Cross-sectional Screen time ↔︎ kualitas tidur
B Cohort Perubahan pola tidur selama semester
C Kualitatif Mengapa mahasiswa tetap menggunakan smartphone menjelang tidur
D Mixed-methods Hubungan penggunaan smartphone + pengalaman mahasiswa
E Deskriptif Gambaran prevalensi kualitas tidur buruk

Semua dapat membantu membangun research gap, meskipun struktur datanya berbeda.

Tabel kerja Research Gap

Kolom Apa yang dicatat?
Sumber Literatur Penulis, tahun, judul/jurnal
Populasi & Setting Siapa yang diteliti? Di mana?
Masalah/Fenomena Aspek fenomena apa yang dibahas?
Determinan/Paparan Jika relevan dengan desain artikel
Outcome Jika relevan dengan desain artikel
Temuan Utama Apa kontribusi utama artikel terhadap pemahaman kita?
Gap Apa yang belum terjawab/masih terbatas dari artikel tersebut?
Relevansi Bagaimana artikel membantu memahami fenomena kelompok?

Tiga kolom yang paling penting

1. Temuan Utama

Apa yang artikel ini tambahkan pada pengetahuan kita?

2. Gap

Setelah membaca artikel ini, apa yang masih belum diketahui dengan baik?

3. Relevansi

Mengapa artikel ini penting untuk fenomena yang sedang kelompok Anda teliti?

Tip

Walaupun Determinan dan Outcome berisi N/A, ketiga kolom ini tetap harus diisi.

“Temuan Utama” bukan menyalin abstrak

Hindari:

“Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 325 responden dan dianalisis menggunakan regresi logistik.”

Lebih berguna:

“Mahasiswa yang menggunakan smartphone >2 jam sebelum tidur lebih sering melaporkan kualitas tidur buruk, setelah mempertimbangkan beberapa faktor perancu.”

Untuk studi kualitatif:

“Mahasiswa menggambarkan penggunaan smartphone malam hari sebagai cara mengurangi stres, mempertahankan hubungan sosial, dan menunda tidur meskipun menyadari dampaknya.”

Tuliskan pengetahuan yang diperoleh, bukan sekadar prosedur penelitian.

Bagaimana mengisi kolom “Gap”?

Cari sesuatu yang belum selesai dari bukti yang tersedia.

Contoh:

  • hubungan ditemukan, tetapi temporalitas belum jelas;
  • hasil antarpenelitian tidak konsisten;
  • mekanisme belum dipahami;
  • pengalaman atau alasan perilaku belum dieksplorasi;
  • kelompok tertentu kurang terwakili;
  • outcome penting belum diperiksa;
  • pengukuran sebelumnya terlalu sederhana;
  • konteks tertentu dapat mengubah hubungan yang ditemukan.

Gap harus memiliki alasan ilmiah, bukan hanya alasan geografis.

Beberapa bentuk research gap

Knowledge gap

Ada aspek fenomena yang belum diketahui.

Evidence gap

Bukti masih sedikit, lemah, atau tidak konsisten.

Population gap

Kelompok penting belum cukup terwakili.

Contextual gap

Konteks tertentu secara masuk akal dapat memengaruhi fenomena.

Methodological gap

Pendekatan sebelumnya belum mampu menjawab aspek tertentu.

Perspective gap

Sudut pandang atau pengalaman pihak tertentu belum dipahami.

Hati-hati dengan “location gap”

Kalimat berikut belum cukup:

“Penelitian ini belum pernah dilakukan di Universitas X.”

Tanyakan lagi:

Mengapa Universitas X merupakan konteks yang secara ilmiah penting?

Misalnya:

  • karakteristik populasi berbeda,
  • paparan berbeda,
  • sistem pendidikan berbeda,
  • lingkungan sosial berbeda,
  • pola pelayanan kesehatan berbeda.

Jika tidak ada alasan tersebut, perbedaan lokasi saja belum tentu menghasilkan research gap yang bermakna.

Bagaimana mengisi “Relevansi”?

Kolom Relevansi menghubungkan artikel dengan fenomena kelompok Anda.

Jangan hanya menulis:

“Artikel ini relevan dengan penelitian kami.”

Tuliskan bagaimana artikel tersebut membantu:

  • menjelaskan besarnya masalah,
  • menunjukkan determinan yang mungkin berperan,
  • memberi perspektif pengalaman individu,
  • menunjukkan kemungkinan mekanisme,
  • memperlihatkan inkonsistensi bukti,
  • atau membantu menentukan apa yang perlu diteliti berikutnya.

Contoh artikel kuantitatif

Artikel A — Cross-sectional

Elemen Isi
Populasi & setting 620 mahasiswa universitas
Fenomena Penggunaan smartphone dan kualitas tidur
Determinan/paparan Penggunaan smartphone sebelum tidur
Outcome Kualitas tidur
Temuan utama Penggunaan smartphone sebelum tidur berhubungan dengan kualitas tidur yang lebih buruk
Gap Desain cross-sectional tidak dapat memastikan urutan temporal; pola penggunaan spesifik belum dibedakan
Relevansi Mendukung kemungkinan hubungan smartphone–tidur dan membantu mengidentifikasi aspek penggunaan yang perlu diperiksa lebih lanjut

Contoh artikel kualitatif

Artikel B — Wawancara mendalam

Elemen Isi
Populasi & setting Mahasiswa kedokteran tahun awal
Fenomena Pengalaman menggunakan smartphone pada malam hari
Determinan/paparan N/A
Outcome N/A
Temuan utama Smartphone digunakan untuk coping stres, komunikasi sosial, hiburan, dan menunda waktu tidur
Gap Belum diketahui seberapa jauh pola pengalaman tersebut berkaitan dengan kualitas tidur atau berbeda menurut beban akademik
Relevansi Membantu menjelaskan mekanisme perilaku yang tidak terlihat hanya dari hubungan statistik

Jangan membuang artikel hanya karena kolomnya tidak lengkap

Artikel kualitatif mungkin tidak memberi RR, OR, determinan, atau outcome.

Tetapi artikel tersebut dapat menjawab:

  • Mengapa perilaku terjadi?
  • Bagaimana individu mengalami masalah?
  • Faktor apa yang belum terpikirkan sebelumnya?
  • Bagaimana konteks memengaruhi fenomena?

Sebaliknya, penelitian kuantitatif dapat menunjukkan berapa besar dan seberapa kuat hubungan, tetapi belum tentu menjelaskan pengalaman di balik hubungan tersebut.

Keduanya dapat saling melengkapi.

Dari lima artikel menjadi satu gambaran

Setelah minimal 5 artikel penelitian primer, jangan berhenti pada tabel.

Lihat tabel secara horizontal dan vertikal:

  • Apakah beberapa artikel menunjukkan temuan yang sama?
  • Adakah temuan yang bertentangan?
  • Populasi mana yang sudah/belum dipelajari?
  • Apakah pendekatan penelitian selalu sama?
  • Adakah pertanyaan yang terus muncul tetapi belum terjawab?

Kemudian lakukan sintesis.

Tabel Sintesis Research Gap

Komponen Pertanyaan Panduan
What is known? Apa yang sudah cukup konsisten diketahui?
What is inconsistent? Temuan apa yang berbeda atau bertentangan?
What is missing? Apa yang belum cukup diketahui?
Why does it matter? Mengapa kekosongan ini penting?
Research gap Apa tepatnya kesenjangan pengetahuan yang ditemukan?
Possible research question Pertanyaan penelitian apa yang muncul dari gap tersebut?

Contoh sintesis

What is known?

Beberapa studi menunjukkan hubungan penggunaan smartphone malam hari dengan kualitas tidur buruk pada mahasiswa.

What is inconsistent / missing?

Definisi paparan berbeda-beda; sebagian hanya mengukur total screen time. Pengalaman dan alasan penggunaan malam hari jarang diintegrasikan dengan pengukuran kualitas tidur.

Why does it matter?

Jenis penggunaan smartphone dapat memiliki implikasi yang berbeda dibandingkan total durasi penggunaan saja.

Research gap

Bukti mengenai pola spesifik penggunaan smartphone sebelum tidur dan kaitannya dengan kualitas tidur mahasiswa kedokteran masih terbatas.

Dari gap menuju pertanyaan penelitian

Gap:

Bukti mengenai pola spesifik penggunaan smartphone sebelum tidur dan kaitannya dengan kualitas tidur mahasiswa kedokteran masih terbatas.

Possible research question:

Bagaimana pola penggunaan smartphone sebelum tidur pada mahasiswa kedokteran, dan apakah pola tersebut berhubungan dengan kualitas tidur?

Perhatikan: pertanyaan penelitian muncul setelah memahami bukti, bukan ditentukan terlebih dahulu lalu mencari artikel yang mendukungnya.

Kesalahan yang perlu dihindari

  1. Hanya mencari artikel dengan judul yang hampir sama dengan rencana penelitian.
  2. Menganggap limitation satu artikel otomatis menjadi research gap.
  3. Menulis “belum pernah diteliti di X” tanpa alasan ilmiah.
  4. Memaksakan determinan dan outcome pada studi kualitatif.
  5. Mengisi tabel dengan metode penelitian tetapi kehilangan temuan substantif.
  6. Membuat lima ringkasan artikel tanpa melakukan sintesis.
  7. Menentukan gap terlebih dahulu, lalu memilih literatur hanya untuk membenarkannya.

Checklist sebelum tabel dikumpulkan

Untuk setiap artikel:

Untuk keseluruhan tabel:

Tugas Kelompok

Lengkapi tabel Research Gap untuk fenomena terpilih

Gunakan minimal 5 artikel penelitian primer yang relevan.

Tidak semua artikel harus memiliki determinan dan outcome.

Yang wajib untuk semua artikel:

Temuan Utama → Gap → Relevansi

Setelah tabel selesai, tuliskan:

  1. What is known?
  2. What is inconsistent?
  3. What is missing?
  4. Why does it matter?
  5. Research gap
  6. Possible research question

Tujuan akhirnya

Tabel bukan produk akhir.

Tabel adalah alat berpikir untuk bergerak dari:

Literatur
↓
Pola bukti
↓
Kesenjangan pengetahuan
↓
Research gap
↓
Research question
↓
Mini Proposal

Jangan mencari “kalimat gap”. Bangun gap dari sintesis bukti.

Menemukan Literatur untuk Tabel Research Gap

Dua alat, dua fungsi yang berbeda

Kita mencari artikel berdasarkan konsep yang sudah kita rumuskan.

ResearchRabbit — citation network discovery

Kita memperluas pencarian dari artikel yang sudah terbukti relevan.

Penting

Keduanya membantu menemukan literatur. Keduanya tidak otomatis menemukan research gap.

Research gap tetap dihasilkan melalui membaca, membandingkan, dan menyintesis bukti.

Workflow: dari fenomena sampai tabel

FENOMENA
   ↓
Concept blocks + sinonim
   ↓
PUBMED
structured keyword search
   ↓
Screen title & abstract
   ↓
1–3 SEED ARTICLES
   ↓
RESEARCHRABBIT
references • similar/related • citations
   ↓
BACA & SELEKSI
   ↓
TABEL RESEARCH GAP
   ↓
SINTESIS → RESEARCH GAP → RESEARCH QUESTION

Tujuan kita bukan memperoleh artikel sebanyak-banyaknya.

Tujuan kita memperoleh kombinasi artikel yang membantu memahami fenomena dan apa yang belum diketahui.

Langkah 1 — Pecah fenomena menjadi concept blocks

Fenomena contoh:

Penggunaan smartphone sebelum tidur dan kualitas tidur mahasiswa kedokteran

Concept block Istilah awal / sinonim
Smartphone smartphone; mobile phone; cell phone
Sleep sleep; sleep quality; sleep disturbance
Population student; university student; medical student

Tip

Jangan mulai dengan menyalin seluruh problem statement ke kotak pencarian.

Mulailah dari 2–4 konsep utama, kemudian cari istilah alternatifnya.

Langkah 2 — Gabungkan sinonim dan konsep

Di dalam satu konsep → OR

smartphone OR "mobile phone" OR "cell phone"

Antar-konsep → AND

(smartphone OR "mobile phone")
AND
(sleep OR "sleep quality")
AND
(student OR "medical student")

OR memperluas cara kita menyebut konsep yang sama.
AND mempertemukan konsep-konsep yang berbeda.

PubMed juga melakukan Automatic Term Mapping, sehingga pencarian awal tidak harus langsung sangat kompleks. 1

MeSH dan free-text: gunakan bersama secara bertahap

MeSH (Medical Subject Headings) membantu mencari berdasarkan istilah subjek yang terstandar.

Free-text membantu menangkap:

  • istilah yang digunakan penulis,
  • istilah baru,
  • variasi bahasa ilmiah,
  • artikel yang belum memperoleh pengindeksan MeSH.

Contoh strategi yang lebih matang:

("Smartphone"[Mesh] OR smartphone*[tiab] OR "mobile phone*"[tiab])
AND
("Sleep Quality"[Mesh] OR "sleep quality"[tiab] OR sleep[tiab])

Catatan

Untuk EpidPK, mahasiswa tidak harus membuat search strategy systematic review. Yang penting: pencarian dapat dijelaskan, direvisi, dan cukup luas untuk memahami fenomena.

Langkah 3 — Search broadly, kemudian refine

Jika hasil terlalu banyak:

  • gunakan istilah yang lebih spesifik,
  • tambahkan konsep yang memang penting,
  • pertimbangkan filter yang relevan.

Jika hasil terlalu sedikit:

  • buang konsep yang terlalu sempit,
  • tambahkan sinonim,
  • coba istilah alternatif,
  • lihat Similar Articles dari artikel yang relevan.

Peringatan

Jangan langsung memasang banyak filter. Sebagian filter PubMed bergantung pada pengindeksan MeSH dan dapat menghilangkan artikel relevan yang belum terindeks sepenuhnya. 1

Langkah 4 — Periksa bagaimana PubMed memahami query

Gunakan Advanced Search dan Search Details bila diperlukan.

Periksa:

  1. Apakah istilah kita diterjemahkan seperti yang diharapkan?
  2. Apakah tanda kurung sudah benar?
  3. Apakah sinonim terhubung dengan OR?
  4. Apakah konsep berbeda terhubung dengan AND?
  5. Apakah ada istilah yang terlalu membatasi hasil?

PubMed memproses Boolean dan tanda kurung untuk menggabungkan konsep; Search Details memperlihatkan bagaimana query diterjemahkan. 1

Langkah 5 — Screen hasil, jangan langsung masukkan semua

Baca title + abstract dan tanyakan:

Apakah artikel ini membantu memahami fenomena kelompok saya?

Cari variasi bukti:

  • besarnya masalah,
  • determinan atau faktor terkait,
  • outcome,
  • pengalaman/perspektif,
  • mekanisme yang mungkin,
  • konteks,
  • hasil yang berbeda dari penelitian lain.

Desain penelitian bukan satu-satunya kriteria relevansi.

Artikel kualitatif tetap dapat sangat penting untuk kolom Temuan Utama – Gap – Relevansi.

Langkah 6 — Pilih 1–3 seed articles

Seed article = artikel awal yang sangat dekat dengan fenomena kita.

Artikel seed yang baik biasanya:

  • benar-benar relevan dengan fenomena,
  • cukup substantif untuk mengarahkan pencarian berikutnya,
  • memiliki referensi dan/atau sitasi yang dapat ditelusuri.

Jangan memilih seed hanya karena judulnya menarik.

Baca abstract terlebih dahulu.

ResearchRabbit menyarankan memulai dari sedikit artikel yang benar-benar relevan, kemudian memperluas jaringan dari sana. 1

Langkah 7 — Bawa seed articles ke ResearchRabbit

ResearchRabbit bekerja dari hubungan antarpublikasi.

Dari seed article, eksplorasi tiga arah:

Arah eksplorasi Pertanyaan yang dibantu
References Penelitian apa yang menjadi dasar artikel ini?
Related / similar work Artikel apa yang dekat secara konseptual?
Citations Penelitian sesudahnya membawa topik ini ke mana?

Dengan demikian kita tidak hanya bergantung pada kata yang kita pikirkan sendiri saat membuat query. 1

Mengapa ResearchRabbit membantu menemukan artikel yang terlewat?

Bayangkan dua artikel membahas fenomena serupa:

Artikel A menggunakan istilah:

bedtime smartphone use

Artikel B menggunakan istilah:

digital media use before sleep

Query kita mungkin hanya menemukan A.

Tetapi jika A dan B berada dalam jaringan literatur yang saling terkait, eksplorasi sitasi dapat membantu menemukan B.

Tip

PubMed: What matches my search concepts?
ResearchRabbit: What is connected to the papers I already know are relevant?

Jangan biarkan citation graph menentukan relevansi

Artikel yang muncul di ResearchRabbit belum otomatis layak masuk tabel.

Untuk setiap kandidat:

  1. baca judul,
  2. baca abstract,
  3. bila relevan, baca artikel lebih lanjut,
  4. tanyakan kontribusinya terhadap fenomena,
  5. baru masukkan ke tabel.

Penting

Connection ≠ relevance
Visualization ≠ evidence synthesis

ResearchRabbit membantu discovery. Mahasiswa tetap melakukan critical selection dan synthesis.

Dari hasil pencarian ke tabel Research Gap

Untuk setiap artikel yang dipilih:

Artikel Populasi & Setting Determinan Outcome Temuan Utama Gap Relevansi
A … … … Apa yang kita pelajari? Apa yang belum terjawab? Mengapa penting bagi fenomena kita?
B … N/A N/A Apa yang kita pelajari? Apa yang belum terjawab? Mengapa penting bagi fenomena kita?

Artikel B boleh kualitatif atau desain lain.

Determinan dan Outcome boleh N/A.
Temuan Utama, Gap, dan Relevansi tidak boleh kosong.

Pencarian bersifat iteratif

Pencarian literatur jarang berjalan lurus.

PubMed query
    ↓
artikel relevan
    ↓
istilah baru ditemukan
    ↓
perbaiki PubMed query
    ↓
seed article
    ↓
ResearchRabbit
    ↓
artikel baru / penulis baru / konsep baru
    ↓
kembali ke PubMed bila perlu

Query pertama bukan kontrak.

Semakin kita memahami fenomena, semakin baik istilah pencarian kita.

Latihan Kelompok — 20 menit

Gunakan fenomena terpilih kelompok Anda.

Bagian A — PubMed

  1. Tentukan 2–4 concept blocks.
  2. Tuliskan minimal 2 sinonim untuk setiap konsep.
  3. Buat satu query menggunakan OR + AND.
  4. Jalankan di PubMed.
  5. Pilih 1–3 seed articles berdasarkan title + abstract.

Bagian B — ResearchRabbit

  1. Masukkan seed articles ke satu collection.
  2. Eksplorasi references, related/similar work, dan citations.
  3. Pilih minimal 2 artikel tambahan yang relevan.

Output latihan

Pada akhir sesi, setiap kelompok menunjukkan:

1. Search concepts

Concept 1: __________ | synonyms: __________
Concept 2: __________ | synonyms: __________
Concept 3: __________ | synonyms: __________

2. PubMed query

_____________________________________________

3. Artikel terpilih

  • Seed article(s) dari PubMed
  • Artikel tambahan dari ResearchRabbit

4. Mulai isi tabel

Untuk setiap artikel, isi minimal:

Temuan Utama → Gap → Relevansi

Prinsip yang perlu dibawa pulang

PubMed

Search by concepts

ResearchRabbit

Discover through connections

Tabel Research Gap

Compare the evidence

Sintesis

Identify what remains unknown

Research Question

Ask a question that matters because of that gap

Tools menemukan artikel. Mahasiswa menemukan research gap.