Pembelajaran Bauran di S2 Kesehatan Masyarakat

Penyusunan Program Pembelajaran berdasar Bukti Belajar

Mohammad Rizki

FKIK Universitas Mataram

Selamat Datang

Pembelajaran Bauran (blended learning) di Program S2 Kesehatan Masyarakat

Strategi • Metode • Penilaian

Workshop ini dirancang untuk dosen pengampu mata kuliah S2 Kesmas yang ingin merancang pembelajaran campuran yang efektif, terukur, dan relevan dengan kompetensi lulusan.

Mengapa Pembelajaran Bauran di S2 Kesmas?

Karakteristik mahasiswa S2 Kesmas

  • Mayoritas working professionals (dinas kesehatan, puskesmas, RS, LSM)
  • Latar belakang disiplin ilmu beragam
  • Keterbatasan waktu untuk tatap muka penuh
  • Kebutuhan penerapan langsung ke tempat kerja

Tuntutan kompetensi lulusan

  • Kemampuan analisis data & kebijakan berbasis bukti
  • Kolaborasi lintas sektor dan lintas waktu
  • Literasi digital untuk sistem informasi kesehatan
  • Pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning)

Penting

Pembelajaran bauran bukan sekadar “menaruh slide di LMS”, tapi desain ulang pengalaman belajar.

Apa itu Pembelajaran Bauran?

Integrasi terencana antara pembelajaran tatap muka (face-to-face) dan pembelajaran daring (online), di mana kedua moda saling melengkapi—bukan sekadar ditambahkan satu sama lain.

Tiga elemen kunci:

  1. Integrasi, bukan duplikasi materi antar moda
  2. Keterhubungan tujuan pembelajaran di setiap moda
  3. Fleksibilitas waktu, tempat, dan jalur belajar mahasiswa

Spektrum Modalitas Pembelajaran

Modalitas Porsi Daring Karakteristik
Tatap muka konvensional 0% Seluruh sesi di kelas
Web-enhanced 1–29% Daring sebagai penunjang (materi, tugas)
Blended/Hybrid 30–79% Kombinasi seimbang, saling melengkapi
Daring mayoritas 80–99% Sesekali tatap muka/sinkronus
Fully online 100% Seluruhnya daring

Catatan

Sumber klasifikasi: adaptasi Allen & Seaman (Sloan Consortium).

Diskusikan di posisi mana mata kuliah saat ini berada.

Model-Model Pembelajaran Bauran

1. Rotation Model Mahasiswa bergantian antara sesi tatap muka, kerja mandiri daring, dan diskusi kelompok

2. Flipped Classroom Materi teori dipelajari mandiri (video/bacaan) sebelum kelas; sesi tatap muka untuk diskusi & studi kasus

3. Flex Model Sebagian besar daring dengan dukungan tatap muka/tutorial sesuai kebutuhan individu

4. Enriched Virtual Sesi tatap muka wajib di awal/akhir modul, sisanya sepenuhnya daring (cocok untuk mahasiswa lintas kota/pulau)

Model Mana yang Cocok untuk S2 Kesmas?

  • Flipped Classroom → mata kuliah berbasis konsep & teori (Epidemiologi, Kebijakan Kesehatan)
  • Rotation Model → mata kuliah dengan komponen praktikum/lab (Biostatistik, Manajemen Data, Surveilans)
  • Enriched Virtual → mata kuliah metodologi penelitian, tesis, pembimbingan jarak jauh
  • Flex Model → mata kuliah pilihan/peminatan dengan jumlah mahasiswa kecil dan tersebar

Strategi Perancangan (Design Thinking)

  1. Mulai dari luaran yang diharapkan — bukan dari platform atau teknologi
  2. Bagaimana mengetahui ketercapaiannya - tentukan bukti belajar (evidence of learning) beserta asesmennya
  3. Petakan aktivitas belajar ke moda paling sesuai (bukan semua harus daring)
  4. Rancang keterhubungan — apa yang terjadi daring harus “terpakai” di tatap muka, dan sebaliknya
  5. Uji beban belajar — estimasi waktu mahasiswa (SKS) di kedua moda harus realistis
  6. Siapkan jalur cadangan untuk kendala koneksi/akses

Catatan

Mari menulis satu CPMK dari mata kuliah sebagai latihan singkat.

Tentang Evidence of Learning

Bagaimana kita mengetahui mahasiswa benar-benar belajar?

Apakah karena…

  • hadir di kelas?
  • login ke Moodle?
  • menonton video?
  • mengerjakan tugas?
  • memperoleh nilai A?

Apakah aktivitas sama dengan pembelajaran?

Aktivitas Apakah bukti belajar?
Hadir kuliah
Login LMS
Mengunduh materi
Menonton video
Berdiskusi ⚠️ Sebagian
Menyelesaikan proyek ✔️
Menjelaskan alasan ilmiah ✔️✔️
Mengambil keputusan profesional ✔️✔️✔️

Pesan penting

Semua pembelajaran menghasilkan aktivitas.

Tetapi tidak semua aktivitas menunjukkan bahwa pembelajaran telah terjadi.

Pergeseran Paradigma dari Teaching menuju Learning

flowchart LR

A["Dosen Mengajar"] --> B["Mahasiswa Mengikuti"]
B --> C["Ujian"]
C --> D["Nilai"]

style A fill:#e8f4ff
style B fill:#fff7e6
style C fill:#fff7e6
style D fill:#ffe6e6

menjadi

flowchart LR

A["Learning Outcome"] --> B["Learning Activities"]
B --> C["Student Performance"]
C --> D["Evidence"]
D --> E["Feedback"]
E --> F["Improvement"]

style D fill:#d9f7be
style E fill:#d9f7be
style F fill:#d9f7be

Pendidikan kesehatan sedang berubah

  • Outcome-Based Education
  • Competency-Based Education
  • Programmatic Assessment
  • Entrustable Professional Activities (EPA)
  • Blended Learning
  • Artificial Intelligence
  • Learning Analytics

Semua pendekatan tersebut memiliki satu kebutuhan yang sama

Evidence of Learning

Tantangan Kita

Di banyak institusi…

Yang sering dikumpulkan

  • Presensi
  • Nilai ujian
  • Nilai tugas
  • IPK
  • Kelulusan

Yang sebenarnya dibutuhkan

  • Bukti berpikir
  • Bukti keterampilan
  • Bukti profesionalisme
  • Bukti perkembangan
  • Bukti kesiapan praktik

Tujuan Workshop

Pada akhir sesi ini peserta diharapkan mampu

  1. menjelaskan konsep Evidence of Learning.

  2. membedakan aktivitas belajar dan evidence.

  3. memilih evidence yang sesuai dengan outcome.

  4. merancang sistem pengumpulan evidence.

  5. memanfaatkan blended learning untuk memperkaya evidence.

  6. mulai membangun Learning Evidence Architecture di mata kuliah masing-masing.

flowchart LR

A["Mengapa Evidence?"]
-->
B["Konsep Dasar"]

B
-->
C["Framework"]

C
-->
D["Learning Evidence Architecture"]

D
-->
E["Implementasi"]

E
-->
F["Blended Learning"]

F
-->
G["Learning Analytics"]

G
-->
H["Diskusi"]

Pertanyaan awal

“Jika mahasiswa memperoleh nilai A, apakah itu sudah cukup menjadi bukti bahwa ia kompeten?”

Catatan

  • Silakan berdiskusi 2–3 menit.

  • Pertanyaan ini menjadi jembatan menuju slide berikutnya tentang definisi Evidence of Learning.

Filosofi Evidence of Learning

Dari “Mengajar” menuju “Belajar”

Tujuan pendidikan bukanlah menyampaikan materi, melainkan menghasilkan perubahan yang dapat dibuktikan.

Apa yang Berubah?

Ketika seorang mahasiswa belajar, apa yang sebenarnya berubah?

  • Pengetahuannya bertambah?
  • Keterampilannya meningkat?
  • Cara berpikirnya berkembang?
  • Sikap profesionalnya terbentuk?
  • Kemampuannya mengambil keputusan menjadi lebih baik?

Semua perubahan tersebut harus dapat diamati.

Inti dari belajar adalah Perubahan

flowchart LR

A["Sebelum Belajar"]
-->
B["Learning Experience"]
-->
C["Sesudah Belajar"]

style B fill:#d9f7be

Bagaimana kita mengetahui bahwa perubahan itu benar-benar terjadi?

Kita Tidak Dapat Mengamati Belajar Secara Langsung

Mahasiswa mungkin

  • membaca buku
  • menonton video
  • berdiskusi
  • berpikir
  • merefleksikan pengalaman

::: {callout-note .fragment}

  • Proses belajar terjadi di dalam pikiran.

  • Yang dapat kita amati hanyalah manifestasinya.

:::

Manifestasi Pembelajaran

flowchart LR

A["Learning"]
-->
B["Performance"]
-->
C["Evidence"]

style C fill:#d9f7be

Evidence adalah Jendela

Kita tidak dapat melihat proses belajar secara langsung.

Namun kita dapat melihat

  • jawaban mahasiswa
  • tindakan mahasiswa
  • keputusan mahasiswa
  • komunikasi mahasiswa
  • refleksi mahasiswa

Semuanya merupakan jendela untuk memahami pembelajaran.

Definisi Evidence of Learning

Informasi yang dapat diamati, dikumpulkan, dan diinterpretasikan untuk menunjukkan sejauh mana mahasiswa telah mencapai capaian pembelajaran.

Nilai Bukan Evidence

MCQ Score = 82

Kita belum mengetahui

  • konsep apa yang dikuasai
  • kesalahan apa yang berulang
  • bagaimana proses berpikirnya
  • apakah ia konsisten
  • apakah mampu menerapkan pada praktik

Dari Data menjadi Evidence

flowchart LR

A["Data"]
-->
B["Interpretation"]
-->
C["Evidence"]
-->
D["Academic Decision"]

style C fill:#d9f7be
style D fill:#d9f7be

Evidence Harus Menjawab Pertanyaan

Bukan

“Berapa nilainya?”

Tetapi

“Apa yang sudah dapat dilakukan mahasiswa?”

dan

“Seberapa yakin kita bahwa ia benar-benar kompeten?”

Refleksi

Jika semua nilai mahasiswa dihapus hari ini, evidence apa yang masih Anda miliki untuk mengatakan bahwa mahasiswa tersebut benar-benar kompeten?

Tip

Diskusikan selama 5 menit dalam kelompok kecil.

Tuliskan minimal tiga jenis evidence yang menurut Anda paling bermakna.

Checklist Constructive Alignment

Sebelum merancang aktivitas pembelajaran, tanyakan:

☐ Apakah outcome sudah jelas?

☐ Assessment mengukur outcome?

☐ Assessment menghasilkan evidence yang dibutuhkan?

☐ Evidence cukup kuat untuk mendukung keputusan akademik?

Setelah semua terjawab, kita lanjutkan ke

Bagaimana aktivitas belajar yang dapat mendukung outcome tersebut?

Metode: Komponen Sinkronus

  • Kuliah interaktif via video conference (Zoom/Google Meet)
  • Diskusi kelompok terjadwal (breakout room)
  • Seminar pakar tamu (guest lecture)
  • Bimbingan tesis/proposal terjadwal
  • Presentasi & defense proposal

Kapan digunakan:

Untuk membangun ikatan sosial, klarifikasi konsep sulit, umpan balik langsung, dan momentum kolaboratif kelompok

Metode: Komponen Asinkronus

  • Modul bacaan & video pembelajaran mandiri
  • Forum diskusi terstruktur (LMS)
  • Kuis formatif otomatis
  • Tugas kolaboratif berbasis dokumen bersama
  • Jurnal refleksi (learning log)

Kapan digunakan:

Untuk materi yang bisa dipelajari dengan kecepatan masing-masing, dan ketika mahasiswa perlu waktu berpikir mendalam

Catatan

Diskusikan platform yang sudah tersedia di institusi (LMS/Moodle) dan kendala teknis yang sering dihadapi dosen.

Contoh Rancangan Satu Modul (2 Minggu)

Minggu Aktivitas Moda Estimasi Waktu
1 Video pengantar + bacaan wajib Asinkronus 90 menit
1 Kuis pemahaman konsep Asinkronus 20 menit
1 Forum diskusi kasus Asinkronus 60 menit
2 Kuliah interaktif & tanya-jawab Sinkronus 100 menit
2 Kerja kelompok analisis kasus Sinkronus 90 menit
2 Tugas individu (penerapan ke tempat kerja) Asinkronus 120 menit

Penilaian dalam Pembelajaran Bauran

Prinsip utama: keselarasan (alignment) antara CPMK — aktivitas — instrumen penilaian, di kedua moda.

  • Penilaian formatif menyebar di sepanjang modul, tidak hanya di akhir
  • Penilaian sumatif menggabungkan bukti dari komponen daring & tatap muka
  • Hindari menilai “kehadiran daring” sebagai proksi penguasaan kompetensi
  • Gunakan rubrik yang sama untuk tugas sejenis lintas moda agar penilaian konsisten

Instrumen Penilaian Formatif (Daring)

  • Kuis otomatis dengan umpan balik instan (self-check pemahaman)
  • Peer-review tugas via forum/LMS
  • Jurnal refleksi mingguan
  • Analitik keterlibatan (engagement analytics) sebagai data pendukung, bukan nilai utama

Instrumen Penilaian Sumatif

Berbasis Tatap Muka

  • Presentasi & defense proposal/tesis
  • Ujian lisan/komprehensif
  • Simulasi studi kasus langsung

Berbasis Daring

  • Makalah analisis kebijakan
  • Portofolio digital (e-portfolio)
  • Proyek kolaboratif kelompok
  • Ujian daring dengan soal berbasis kasus (bukan hafalan)

E-Portfolio sebagai Instrumen Terintegrasi

Kumpulan bukti belajar mahasiswa sepanjang semester yang mencerminkan capaian di kedua moda:

  • Refleksi pembelajaran mingguan
  • Hasil tugas asinkronus terpilih
  • Rekaman/ringkasan kontribusi diskusi sinkronus
  • Rencana penerapan ke tempat kerja (action plan)
  • Dinilai dengan rubrik holistik, bukan checklist administratif

Contoh Kerangka Rubrik Penilaian

Kriteria Belum Memenuhi (1) Cukup (2) Baik (3) Sangat Baik (4)
Penguasaan konsep Miskonsepsi dasar Memahami sebagian Memahami menyeluruh Mampu menerapkan pada konteks baru
Analisis kasus Deskriptif saja Analisis dangkal Analisis sistematis Analisis kritis & berbasis bukti
Kontribusi kolaboratif Pasif Kontribusi minim Kontribusi aktif konsisten Menggerakkan diskusi kelompok
Penerapan ke tempat kerja Tidak relevan Relevan sebagian Relevan & spesifik Disertai rencana implementasi konkret

Tantangan Umum & Solusi

Tantangan

  • Kesenjangan akses internet mahasiswa di daerah
  • Beban kerja dosen menyiapkan materi daring
  • Mahasiswa pasif di forum diskusi
  • Kesulitan menilai keaslian tugas daring

Solusi Praktis

  • Sediakan materi versi ringan (PDF/audio) selain video
  • Gunakan/adaptasi materi bersama antar dosen serumpun
  • Beri pertanyaan pemantik spesifik & tenggat bertahap
  • Kombinasikan tugas reflektif personal + turnitin/rubrik proses

Ringkasan

  • Blended learning yang efektif dimulai dari luaran, bukan dari teknologi
  • Sinkronus dan asinkronus harus saling melengkapi, bukan duplikatif
  • Penilaian formatif dan sumatif perlu selaras di kedua moda
  • E-portfolio dan rubrik holistik membantu menilai capaian secara utuh
  • Mulai dari perubahan kecil (satu modul), evaluasi, lalu perluas

Terima Kasih

Diskusi & Tanya Jawab