flowchart LR A["Dosen Mengajar"] --> B["Mahasiswa Mengikuti"] B --> C["Ujian"] C --> D["Nilai"] style A fill:#e8f4ff style B fill:#fff7e6 style C fill:#fff7e6 style D fill:#ffe6e6
Penyusunan Program Pembelajaran berdasar Bukti Belajar
Pembelajaran Bauran (blended learning) di Program S2 Kesehatan Masyarakat
Strategi • Metode • Penilaian
Workshop ini dirancang untuk dosen pengampu mata kuliah S2 Kesmas yang ingin merancang pembelajaran campuran yang efektif, terukur, dan relevan dengan kompetensi lulusan.
Karakteristik mahasiswa S2 Kesmas
Tuntutan kompetensi lulusan
Penting
Pembelajaran bauran bukan sekadar “menaruh slide di LMS”, tapi desain ulang pengalaman belajar.
Integrasi terencana antara pembelajaran tatap muka (face-to-face) dan pembelajaran daring (online), di mana kedua moda saling melengkapi—bukan sekadar ditambahkan satu sama lain.
Tiga elemen kunci:
| Modalitas | Porsi Daring | Karakteristik |
|---|---|---|
| Tatap muka konvensional | 0% | Seluruh sesi di kelas |
| Web-enhanced | 1–29% | Daring sebagai penunjang (materi, tugas) |
| Blended/Hybrid | 30–79% | Kombinasi seimbang, saling melengkapi |
| Daring mayoritas | 80–99% | Sesekali tatap muka/sinkronus |
| Fully online | 100% | Seluruhnya daring |
Catatan
Sumber klasifikasi: adaptasi Allen & Seaman (Sloan Consortium).
Diskusikan di posisi mana mata kuliah saat ini berada.
1. Rotation Model Mahasiswa bergantian antara sesi tatap muka, kerja mandiri daring, dan diskusi kelompok
2. Flipped Classroom Materi teori dipelajari mandiri (video/bacaan) sebelum kelas; sesi tatap muka untuk diskusi & studi kasus
3. Flex Model Sebagian besar daring dengan dukungan tatap muka/tutorial sesuai kebutuhan individu
4. Enriched Virtual Sesi tatap muka wajib di awal/akhir modul, sisanya sepenuhnya daring (cocok untuk mahasiswa lintas kota/pulau)
Catatan
Mari menulis satu CPMK dari mata kuliah sebagai latihan singkat.
Bagaimana kita mengetahui mahasiswa benar-benar belajar?
| Aktivitas | Apakah bukti belajar? |
|---|---|
| Hadir kuliah | ❌ |
| Login LMS | ❌ |
| Mengunduh materi | ❌ |
| Menonton video | ❌ |
| Berdiskusi | ⚠️ Sebagian |
| Menyelesaikan proyek | ✔️ |
| Menjelaskan alasan ilmiah | ✔️✔️ |
| Mengambil keputusan profesional | ✔️✔️✔️ |
Pesan penting
Semua pembelajaran menghasilkan aktivitas.
Tetapi tidak semua aktivitas menunjukkan bahwa pembelajaran telah terjadi.
flowchart LR A["Dosen Mengajar"] --> B["Mahasiswa Mengikuti"] B --> C["Ujian"] C --> D["Nilai"] style A fill:#e8f4ff style B fill:#fff7e6 style C fill:#fff7e6 style D fill:#ffe6e6
↓ menjadi
flowchart LR A["Learning Outcome"] --> B["Learning Activities"] B --> C["Student Performance"] C --> D["Evidence"] D --> E["Feedback"] E --> F["Improvement"] style D fill:#d9f7be style E fill:#d9f7be style F fill:#d9f7be
Pada akhir sesi ini peserta diharapkan mampu
menjelaskan konsep Evidence of Learning.
membedakan aktivitas belajar dan evidence.
memilih evidence yang sesuai dengan outcome.
merancang sistem pengumpulan evidence.
memanfaatkan blended learning untuk memperkaya evidence.
mulai membangun Learning Evidence Architecture di mata kuliah masing-masing.
flowchart LR A["Mengapa Evidence?"] --> B["Konsep Dasar"] B --> C["Framework"] C --> D["Learning Evidence Architecture"] D --> E["Implementasi"] E --> F["Blended Learning"] F --> G["Learning Analytics"] G --> H["Diskusi"]
“Jika mahasiswa memperoleh nilai A, apakah itu sudah cukup menjadi bukti bahwa ia kompeten?”
Catatan
Silakan berdiskusi 2–3 menit.
Pertanyaan ini menjadi jembatan menuju slide berikutnya tentang definisi Evidence of Learning.
Tujuan pendidikan bukanlah menyampaikan materi, melainkan menghasilkan perubahan yang dapat dibuktikan.
Ketika seorang mahasiswa belajar, apa yang sebenarnya berubah?
Semua perubahan tersebut harus dapat diamati.
flowchart LR A["Sebelum Belajar"] --> B["Learning Experience"] --> C["Sesudah Belajar"] style B fill:#d9f7be
Bagaimana kita mengetahui bahwa perubahan itu benar-benar terjadi?
Mahasiswa mungkin
::: {callout-note .fragment}
Proses belajar terjadi di dalam pikiran.
Yang dapat kita amati hanyalah manifestasinya.
:::
flowchart LR A["Learning"] --> B["Performance"] --> C["Evidence"] style C fill:#d9f7be
Kita tidak dapat melihat proses belajar secara langsung.
Namun kita dapat melihat
Semuanya merupakan jendela untuk memahami pembelajaran.
Informasi yang dapat diamati, dikumpulkan, dan diinterpretasikan untuk menunjukkan sejauh mana mahasiswa telah mencapai capaian pembelajaran.
Kita belum mengetahui
flowchart LR A["Data"] --> B["Interpretation"] --> C["Evidence"] --> D["Academic Decision"] style C fill:#d9f7be style D fill:#d9f7be
Bukan
“Berapa nilainya?”
Tetapi
“Apa yang sudah dapat dilakukan mahasiswa?”
dan
“Seberapa yakin kita bahwa ia benar-benar kompeten?”
Jika semua nilai mahasiswa dihapus hari ini, evidence apa yang masih Anda miliki untuk mengatakan bahwa mahasiswa tersebut benar-benar kompeten?
Tip
Diskusikan selama 5 menit dalam kelompok kecil.
Tuliskan minimal tiga jenis evidence yang menurut Anda paling bermakna.
Sebelum merancang aktivitas pembelajaran, tanyakan:
☐ Apakah outcome sudah jelas?
☐ Assessment mengukur outcome?
☐ Assessment menghasilkan evidence yang dibutuhkan?
☐ Evidence cukup kuat untuk mendukung keputusan akademik?
Setelah semua terjawab, kita lanjutkan ke
Bagaimana aktivitas belajar yang dapat mendukung outcome tersebut?
Kapan digunakan:
Untuk membangun ikatan sosial, klarifikasi konsep sulit, umpan balik langsung, dan momentum kolaboratif kelompok
Kapan digunakan:
Untuk materi yang bisa dipelajari dengan kecepatan masing-masing, dan ketika mahasiswa perlu waktu berpikir mendalam
Catatan
Diskusikan platform yang sudah tersedia di institusi (LMS/Moodle) dan kendala teknis yang sering dihadapi dosen.
| Minggu | Aktivitas | Moda | Estimasi Waktu |
|---|---|---|---|
| 1 | Video pengantar + bacaan wajib | Asinkronus | 90 menit |
| 1 | Kuis pemahaman konsep | Asinkronus | 20 menit |
| 1 | Forum diskusi kasus | Asinkronus | 60 menit |
| 2 | Kuliah interaktif & tanya-jawab | Sinkronus | 100 menit |
| 2 | Kerja kelompok analisis kasus | Sinkronus | 90 menit |
| 2 | Tugas individu (penerapan ke tempat kerja) | Asinkronus | 120 menit |
Prinsip utama: keselarasan (alignment) antara CPMK — aktivitas — instrumen penilaian, di kedua moda.
Berbasis Tatap Muka
Berbasis Daring
Kumpulan bukti belajar mahasiswa sepanjang semester yang mencerminkan capaian di kedua moda:
| Kriteria | Belum Memenuhi (1) | Cukup (2) | Baik (3) | Sangat Baik (4) |
|---|---|---|---|---|
| Penguasaan konsep | Miskonsepsi dasar | Memahami sebagian | Memahami menyeluruh | Mampu menerapkan pada konteks baru |
| Analisis kasus | Deskriptif saja | Analisis dangkal | Analisis sistematis | Analisis kritis & berbasis bukti |
| Kontribusi kolaboratif | Pasif | Kontribusi minim | Kontribusi aktif konsisten | Menggerakkan diskusi kelompok |
| Penerapan ke tempat kerja | Tidak relevan | Relevan sebagian | Relevan & spesifik | Disertai rencana implementasi konkret |
Tantangan
Solusi Praktis
Diskusi & Tanya Jawab

© 2026 - FKIK Universitas Mataram