2026-11-06
Apakah mahasiswa yang tidur kurang dari 7 jam memiliki risiko keluhan konsentrasi lebih tinggi?
Sebelum memilih uji statistik, apa yang harus dipastikan?
Setelah sesi ini, mahasiswa mampu:
Pertanyaan penelitian → Konstruk dan variabel → Definisi operasional → Instrumen dan data → Analisis → Interpretasi
Prinsip: Statistik adalah bagian dari rancangan untuk menjawab pertanyaan, bukan tujuan penelitian.
| Istilah | Makna | Contoh |
|---|---|---|
| Konstruk | Konsep yang ingin dipahami | Kualitas tidur |
| Variabel | Atribut yang dapat bervariasi | Durasi tidur per malam |
| Indikator | Manifestasi teramati | Jam tidur dalam 7 hari terakhir |
| Nilai data | Hasil pengukuran individual | 6,5 jam |
Satu konstruk dapat membutuhkan beberapa indikator; satu indikator belum tentu mewakili seluruh konstruk.
Peran variabel ditentukan oleh pertanyaan dan model kausal, bukan oleh nama variabel.
Misal: durasi tidur → keluhan konsentrasi.
| Komponen | Contoh |
|---|---|
| Variabel | Durasi tidur |
| Definisi operasional | Rerata jam tidur malam selama 7 hari terakhir |
| Sumber/instrumen | Buku harian tidur harian |
| Satuan/hasil | Jam, satu angka desimal |
| Skala | Rasio |
| Prosedur | Total durasi 7 malam dibagi 7 |
Pertanyaan kritis: Apakah definisi ini benar-benar mengukur hal yang dimaksud?
Seberapa tepat instrumen atau prosedur mendukung interpretasi hasil pengukuran yang dimaksud?
Seberapa konsisten hasil ketika pengukuran diulang dalam kondisi yang relevan?
Reliabel belum tentu valid.
Mitigasi: prosedur baku, pelatihan penilai, kalibrasi, instrumen tervalidasi, dan pemeriksaan data.
| Skala | Ciri | Contoh klinis |
|---|---|---|
| Nominal | Kategori tanpa urutan | Golongan darah |
| Ordinal | Kategori berurutan | Derajat nyeri ringan–sedang–berat |
| Interval | Selisih bermakna, nol tidak absolut | Suhu °C |
| Rasio | Selisih dan rasio bermakna, nol absolut | Berat badan (kg) |
Kode 0 = tidak, 1 = ya tetap nominal, bukan rasio.
Kode 1 = ringan, 2 = sedang, 3 = berat tetap ordinal: jarak antarkategori belum tentu sama.
Angka dapat menjadi label kategori, bukan selalu besaran kuantitatif.
Contoh usia:
Mengubah numerik menjadi kategori dapat memudahkan komunikasi, tetapi sering menghilangkan informasi, menurunkan presisi, dan menimbulkan batas arbitrer.
Jangan kategorikan data kontinu tanpa alasan substantif.
Periksa distribusi secara visual dan pertimbangkan ukuran sampel serta asumsi model.
| Pertanyaan | Keluaran utama |
|---|---|
| Berapa banyak? | Frekuensi, proporsi, prevalensi |
| Bagaimana sebarannya? | Rerata–SD, median–IQR, grafik |
| Apakah berbeda? | Selisih rerata/proporsi dan CI |
| Apakah berasosiasi? | RR, OR, korelasi, koefisien regresi |
| Dapatkah diprediksi? | Prediksi dan evaluasi kinerja model |
Contoh: 80 dari 200 mahasiswa melaporkan keluhan konsentrasi.
Contoh: durasi tidur (jam) pada 8 mahasiswa:
4, 5, 5, 6, 6, 6, 7, 9
Pilih ringkasan yang sesuai dengan bentuk distribusi dan tujuan.
Paparan dan outcome dinilai pada satu periode.
Dapat mengestimasi prevalensi dan asosiasi, tetapi urutan waktu sering tidak pasti.
Paparan ditentukan sebelum outcome yang diamati selama follow-up.
Dapat mengestimasi risiko atau laju kejadian sesuai rancangan.
Case-control: pemilihan berdasarkan outcome; OR lazim digunakan, RR tidak langsung diperoleh dari sampel biasa.
| Outcome | Tujuan | Kandidat analisis |
|---|---|---|
| Numerik | Membandingkan 2 kelompok independen | Uji t Welch / alternatif sesuai konteks |
| Numerik berpasangan | Sebelum–sesudah | Uji t berpasangan / alternatif |
| Kategorik biner | Membandingkan proporsi | Chi-square / Fisher; estimasi selisih, RR, atau OR |
| Numerik | Hubungan dua variabel | Korelasi / regresi linear |
| Biner | Asosiasi multivariabel | Regresi logistik atau model lain sesuai estimand |
Ini peta orientasi, bukan algoritme otomatis.
Pertimbangkan bersama:
Signifikansi statistik tidak sama dengan kepentingan klinis atau hubungan kausal.
| Keluhan (+) | Keluhan (−) | Total | |
|---|---|---|---|
| Tidur <7 jam | 48 | 72 | 120 |
| Tidur ≥7 jam | 16 | 64 | 80 |
Data hipotetis potong lintang: ini asosiasi prevalensi, bukan bukti kausalitas.
Jika tujuan adalah memperkirakan asosiasi setelah mempertimbangkan perancu yang relevan.
Contoh model:
keluhan_konsentrasi ~ durasi_tidur + beban_akademik + konsumsi_kafein
Laporkan denominator analisis dan alasan pengecualian.
Untuk pertanyaan “Bagaimana mahasiswa mengalami kesulitan tidur?”:
Tidak semua pertanyaan penelitian dijawab dengan uji statistik.
RQ: “Apakah intensitas aktivitas fisik berkaitan dengan tekanan darah sistolik mahasiswa?”
Diskusikan (5 menit):
Skor nyeri 0–10 yang dilaporkan pasien paling aman diperlakukan sebagai…
A. Nominal karena berupa kategori
B. Ordinal secara konseptual, dengan perlakuan numerik bergantung justifikasi
C. Rasio karena memiliki angka nol
D. Interval pasti karena jarak angka selalu sama
Jawaban: B. Kesetaraan jarak dan interpretasi kuantitatif perlu dipertimbangkan, tidak otomatis dijamin oleh angka.
Peneliti mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi pada orang yang sama. Apa isu desain yang paling penting?
A. Semua data harus dikategorikan
B. Observasi independen
C. Struktur data berpasangan
D. Semua data harus normal
Jawaban: C. Analisis harus mempertimbangkan pasangan pengukuran pada individu yang sama.
Hasil regresi menunjukkan OR 1,8; 95% CI 1,1–3,0. Pernyataan terbaik?
A. Paparan pasti menyebabkan outcome
B. Peluang outcome meningkat 80%
C. Odds outcome pada kelompok terpapar diperkirakan 1,8 kali, dengan ketidakpastian yang ditunjukkan CI
D. Probabilitas hipotesis nol benar adalah <5%
Jawaban: C. Odds bukan risiko, dan asosiasi bukan otomatis kausalitas.
Pertanyaan menentukan variabel.
Variabel menentukan pengukuran.
Desain dan karakteristik data mengarahkan analisis.
Interpretasi menentukan makna bukti.

Epidemiologi & Penelitian Kedokteran