Melakukan Evaluasi dengan Prinsip Constructive Alignment
2026-07-15
Tahap I - Target
Tahap II - Asesmen
Tahap III - Proses
1 | Isu tentang Constructive Alignment
2 | Menentukan Target
3 | Mengevaluasi Indikator di RPS
4 | Kerja Mandiri
“The problem is lack of alignment between intended learning outcomes and the means of teaching and assessing them.”
Biggs dan Tang (2011)
Intended Learning Outcomes (ILOs)
Teaching & Learning Activities (TLAs)
Assessment Tasks (ATs)
Aha!
Berarti tugas kita adalah memastikan adanya alignment yang baik antara learning outcomes dengan the means of teaching dan the means of assessing
Dokumen kurikulum makro institusi sering kali belum lengkap atau terlalu teoretis.
Target
Kesulitan menentukan target yang harus dicapai mahasiswa.
Kegiatan
Bingung kegiatan apa saja yang harus dijadwalkan.
Asesmen
Pusing dengan bagaimana ujian dan proporsi nilainya.
Rekomendasi Aksi
Melakukan constructive alignment langsung pada unit terkecil.
Mari kita pinjam tiga pilar constructive alignment tersebut untuk membedah RPS kita!
Selama workshop kita akan menyusun artefak menghubungkan ketiga pilar ini secara konsisten
| Pilar | Pertanyaan Kunci | Artefak yang akan Kita Buat |
|---|---|---|
| Target | Mau dibawa ke mana mahasiswa? | Daftar target (Tujuan Spesifik) |
| Asesmen | Bagaimana kita tahu mereka sudah sampai? | Strategi Asesmen & Bukti |
| Proses | Bagaimana cara membawa mereka ke sana? | Skenario Aktivitas & Bahan Ajar |
Ada yang mengatakan SubCPMK harus sudah ABCD. Ada yang mengatakan SubCPMK cukup BC, Indikator yang ABCD.
Apapun itu, di workshop ini kita akan membuat target berformat ABCD. Di dokumen RPS, silakan disesuaikan kebutuhan institusi.
Prinsip yang harus kita pegang adalah bahwa target berformat ABCD ini (atau BCD, karena A-nya sama semua) menjadi pengunci alignment pembelajaran.
| Komponen | Tingkat spesifisitas | Menggunakan ABCD? |
|---|---|---|
| Sub-CPMK | Kemampuan yang dicapai pada akhir satu/topik pembelajaran | Tidak harus; cukup A (implisit) + B yang jelas |
| Indikator | Bukti ketercapaian Sub-CPMK | Ya, sebaiknya memenuhi ABCD atau setidaknya B, C, dan D secara eksplisit |
| Rubrik | Kriteria penilaian setiap indikator | Sangat rinci, memuat deskriptor performa |
Audience
Behavior
Condition
Degree
A - Audience: Siapa yang belajar? (“Mahasiswa…”) - bisa kita sembunyikan karena semua audience kita Mahasiswa
B - Behavior: Performa nyata apa yang bisa diamati/diuji? (“Melakukan…”, “Merancang…”, “Menganalisis…”)
C - Condition: Konteks tempat, dokumen, atau alat bantu? (“soal bervignette…”, “selama diskusi tutorial…”)
D - Degree: Standar kualitas/akurasi kelulusan? (“Sesuai standar kompetensi…”, “sesuai rubrik keaktifan…”)
A
B
C
D
Tugas pertama kita di workshop ini adalah membuat target.
Misalkan mata kuliah Hematologi.
Sub-CPMK
Mahasiswa mampu menginterpretasikan hasil pemeriksaan hematologi dasar untuk mendukung penegakan diagnosis.
Sub-CPMK ini sudah menggunakan kata kerja operasional (menginterpretasikan) dan menggambarkan kemampuan yang ingin dicapai, tetapi belum menyebutkan kondisi maupun standar keberhasilan.
Kemudian diturunkan menjadi beberapa indikator.
Indikator 1
Mahasiswa mampu mengidentifikasi kelainan pada parameter Hb, leukosit, dan trombosit berdasarkan hasil complete blood count (CBC) dengan ketepatan minimal 80%.
Indikator 2
Mahasiswa mampu menginterpretasikan nilai MCV, MCH, dan RDW berdasarkan data laboratorium pasien sesuai kunci jawaban.
Indikator 3
Mahasiswa mampu menyimpulkan kemungkinan diagnosis anemia berdasarkan hasil CBC dan apusan darah tepi dengan alasan yang benar.
Terlihat bahwa seluruh indikator masih berada dalam lingkup satu Sub-CPMK, tetapi masing-masing sudah sangat operasional dan siap dinilai.
Bayangkan Sub-CPMK sebagai tujuan sebuah perjalanan.
“Mahasiswa mampu mengemudikan mobil dengan aman.”
Indikatornya kemudian menjadi bukti bahwa tujuan tersebut tercapai, misalnya:
Menyalakan kendaraan sesuai prosedur.
Memindahkan gigi dengan benar pada berbagai kondisi jalan.
Melakukan parkir paralel tanpa menyentuh pembatas.
Mematuhi rambu lalu lintas selama simulasi.
Tujuan tidak perlu memuat seluruh detail tersebut; detailnya berada pada indikator.
Buka sheet yang telah disediakan
Masukkan semua indikator ke dalam sheet
Baca indikator dan nilailah apakah sudah memuat BCD
Bila sudah, tetap gunakan indikator tersebut.
Bila belum, tuliskan revisi indikator tersebut.
Silakan bekerja mandiri, Ibu dan Bapak dapat berdiskusi dengan sesama dosen, pun dapat mengajak AI untuk diskusi!
Contoh prompt: “Anda seorang dosen kedokteran yang sedang merancang modul belajar, nilailah apakah indikator capaian belajar ini telah memenuhi prinsip ABCD: …”
1 | Isu tentang Bukti
2 | Menentukan Bukti
3 | Mengevaluasi Asesmen di RPS
4 | Kerja Mandiri
Pertanyaan utama dalam OBE bukan “Apa yang diajarkan?”, tetapi “Bukti apa yang menunjukkan mahasiswa telah mencapai target?”
Sub-CPMK sudah ditulis dengan baik.
Asesmen tidak benar-benar mengukur kemampuan yang ditargetkan.
Soal hanya mengukur hafalan, padahal targetnya analisis.
Tugas tidak menghasilkan bukti yang dapat digunakan untuk menyimpulkan ketercapaian.
Target
(Sub-CPMK)
│
▼
Bukti
(Asesmen)
│
▼
Proses
(Pembelajaran)
Jika bukti tidak sesuai target, maka seluruh proses pembelajaran menjadi tidak selaras.
| Target yang ingin dicapai | Bukti yang diperlukan |
|---|---|
| Menjelaskan konsep | MCQ, short answer |
| Menginterpretasikan data | MCQ vignette, key feature |
| Melakukan prosedur | OSCE, DOPS |
| Menyusun laporan | Produk/laporan |
| Berkolaborasi | Observasi, peer assessment |
Target menentukan bukti.
Bukan:
“Karena punya MCQ, maka semua target diuji dengan MCQ.”
Tetapi:
“Karena targetnya interpretasi, maka diperlukan bukti berupa soal yang mengukur interpretasi.”
✅ 1. Apakah asesmen mengukur perilaku pada indikator?
Misal indikator:
Menginterpretasikan hasil CBC…
Apakah soal benar-benar meminta interpretasi?
✅ 2. Apakah bukti yang dihasilkan cukup?
Contoh:
1 soal MCQ → mungkin belum cukup
5–8 soal → lebih representatif
OSCE satu stasiun → cukup untuk satu keterampilan
✅ 3. Apakah kriteria keberhasilan sudah jelas?
Misalnya:
skor minimal
jumlah soal benar
checklist
global rating
rubrik
Target
│
Apakah diukur?
│
Apakah buktinya cukup?
│
Bagaimana menentukan berhasil?
Shumway dkk. (2003)
Mari kita gunakan contoh sebelumnya.
Mahasiswa mampu menginterpretasikan hasil pemeriksaan hematologi dasar untuk mendukung penegakan diagnosis.
Mahasiswa mampu mengidentifikasi kelainan pada parameter Hb, leukosit, dan trombosit berdasarkan hasil CBC dengan ketepatan minimal 80%.
Mengidentifikasi (recognition/identification).
MCQ berbasis kasus
Short Answer Question (SAQ)
Quiz daring
Matching item
Misalnya MCQ.
Seorang laki-laki 45 tahun memiliki Hb 8 g/dL, leukosit 15.000/µL, trombosit 60.000/µL. Parameter manakah yang berada di bawah nilai rujukan?
Rubriknya sederhana:
Benar = 1
Salah = 0
Mahasiswa mampu menginterpretasikan nilai MCV, MCH, dan RDW berdasarkan data laboratorium pasien sesuai kunci jawaban.
Interpretasi.
Mahasiswa tidak hanya mengenali angka, tetapi memberi makna.
Modified Essay Question (MEQ)
Short Answer Question
Clinical Reasoning Problem
Key Features Problem
Kasus:
Hb 8 g/dL
MCV 68 fL
MCH 20 pg
RDW 19%
Pertanyaan:
Bagaimana interpretasi indeks eritrosit pasien ini?
Rubrik dapat berupa analitik:
| Komponen | Skor |
|---|---|
| Menyebut mikrositik | 1 |
| Menyebut hipokromik | 1 |
| Menjelaskan RDW meningkat | 1 |
| Menyimpulkan kemungkinan anemia defisiensi besi | 2 |
Mahasiswa mampu menyimpulkan kemungkinan diagnosis anemia berdasarkan hasil CBC dan apusan darah tepi dengan alasan yang benar.
Clinical reasoning.
Ini sudah berada pada level yang lebih tinggi (analisis hingga sintesis).
Script Concordance Test (SCT)
Key Features Examination
Objective Structured Practical Examination (OSPE)
Objective Structured Clinical Examination (OSCE) bila melibatkan komunikasi atau keterampilan klinis
Comprehensive case discussion
Misalnya pada praktikum hematologi, OSPE sangat sesuai.
Station:
Disediakan hasil CBC.
Disediakan foto apusan darah.
Pertanyaan:
Sebutkan diagnosis paling mungkin.
Jelaskan dua temuan morfologi yang mendukung.
Sebutkan penyebab yang paling mungkin.
Rubrik:
| Kriteria | Skor |
|---|---|
| Diagnosis benar | 2 |
| Morfologi pertama benar | 1 |
| Morfologi kedua benar | 1 |
| Alasan sesuai | 2 |
Karena mengikuti tingkat proses kognitif yang diukur.
| Kata kerja indikator | Proses kognitif | Metode asesmen yang umum |
|---|---|---|
| Mengidentifikasi | Mengingat, mengenali | MCQ, benar-salah, matching, SAQ sederhana |
| Menjelaskan | Memahami | SAQ, esai pendek, presentasi |
| Menginterpretasikan | Menganalisis | MEQ, Key Features, CRP, SAQ berbasis kasus |
| Menyimpulkan | Menganalisis–mengevaluasi | OSPE, SCT, Key Features, portofolio kasus |
| Melakukan | Psikomotor | OSCE, OSPE, Direct Observation, Mini-CEX |
| Menunjukkan sikap | Afektif | Observasi, penilaian sejawat, refleksi, portofolio |
Tanyakan:
“Bukti apa yang harus ditunjukkan mahasiswa agar saya yakin indikator ini telah tercapai?”
Jika buktinya adalah memilih jawaban yang benar dari beberapa alternatif, MCQ dapat memadai.
Jika buktinya adalah menjelaskan alasan diagnostik, diperlukan SAQ, MEQ, atau Key Features.
Jika buktinya adalah melakukan prosedur laboratorium, maka OSPE atau observasi langsung lebih tepat.
Dengan cara berpikir ini, hubungan antara indikator → metode asesmen → instrumen → rubrik menjadi konsisten dan mendukung validitas asesmen sesuai prinsip constructive alignment.
Buka lagi sheet yang telah dikerjakan tadi.
Lihat indikator yang telah dievaluasi.
Baca kriteria dan teknik penilaian, nilailah apakah sudah cukup untuk membuktikan target tercapai
Bila sudah, tetap gunakan penilaian tersebut.
Bila belum, tuliskan revisi penilaian.
1 | Mengapa Proses Penting
2 | Menentukan Target
3 | Mengevaluasi Indikator di RPS
4 | Kerja Mandiri
Satu pertanyaan kunci, apakah pengalaman belajar yang dapat saya berikan agar mahasiswa dapat menunjukkan bukti saat dia saya uji menggunakan asesmen tadi?
Target
(Sub-CPMK)
│
▼
Bukti
(Asesmen)
│
▼
Proses
(Pengalaman Belajar)
Proses pembelajaran harus memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menghasilkan bukti yang akan dinilai.
❌ Target: menganalisis kasus
↓
❌ Pembelajaran: dosen hanya ceramah
↓
❌ Ujian: analisis kasus
Mahasiswa tidak pernah berlatih melakukan analisis sebelum diuji.
Apa yang perlu dilakukan mahasiswa agar mampu menghasilkan bukti tersebut?
| Bukti Asesmen | Pengalaman Belajar yang Mendukung |
|---|---|
| MCQ interpretasi | Analisis kasus, diskusi CBC |
| OSCE | Demonstrasi → latihan → umpan balik |
| Laporan | Praktikum → pengolahan data → review |
| Presentasi | Diskusi kelompok → coaching → presentasi |
Mahasiswa harus berlatih melakukan apa yang nanti akan dinilai.
| Kata kerja indikator | Aktivitas belajar yang sesuai |
|---|---|
| Menjelaskan | Mini lecture, concept mapping |
| Mengidentifikasi | Latihan identifikasi gambar/data |
| Menginterpretasikan | Case discussion |
| Menganalisis | Problem Based Learning |
| Mengevaluasi | Journal appraisal |
| Melakukan | Skills lab, simulasi, OSCE practice |
Target tinggi
↓
Aktivitas rendah
↓
Asesmen tinggi
| Target | Bukti | Proses |
|---|---|---|
| Sub-CPMK | Asesmen | Aktivitas belajar |
□ Apakah aktivitas membantu mahasiswa mencapai indikator?
□ Apakah mahasiswa berlatih sebelum dinilai?
□ Apakah setiap asesmen didahului aktivitas yang relevan?
□ Apakah seluruh aktivitas benar-benar mendukung pencapaian target?
TARGET
(Sub-CPMK)
│
▼
INDIKATOR
(ABCD)
│
▼
BUKTI
(Asesmen)
│
▼
PROSES
(Pengalaman Belajar)
Mulailah dari target, tentukan bukti, lalu rancang proses belajar yang memungkinkan mahasiswa menghasilkan bukti tersebut.

Workshop Dokumen Pembelajaran